Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
190. Sebuah Surat



"Kedatangan ku kesini. Karena ingin berterima kasih atas bantuan yang nak Kevin berikan pada yayasan kami." ucap Nadia membuat orang di sekelilingnya menatap Kevin seakan bertanya.


"My Prince. Kamu juga mengenal, bu Nadia." ucap Hana melihat suaminya yang terlihat bingung.


Nadia mengeluarkan beberapa foto di berikannya ke Kevin.


Di dalam foto terdapat Nadia ada di antara Kevin satu anak perempuan dan dua anak laki laki.


"Anak laki laki ini terlihat jelek sekali." seru Lee menyamakan dengan wajah Kevin.


Kevin segera menepis tangan Lee yang menuju ke arahnya. "Tapi kamu bilang aku apa? jelek. Sembarangan kalau ngomong, wajahku itu tampan sejak lagi, bahkan sebelum di lahirkan ke dunia." ujarnya menepuk pundak Lee keras setengah mendorongnya.


"Honey. Suamimu nakal, dia jahat sekali, sungguh teganya dirimu." ucap Lee memasang wajah bayi.


"Geli. Ingat umurmu." ujar Kevin bergidik.


"Ada apa dengan umurku. Kau dua tahun lebih tua dariku, wajahku juga jauh lebih tampan." ucap Lee.


"Kevin. Sudah, kalian jangan bercanda terus." seru Fadly tak mau urusan menjadi panjang.


"T-tapi dia. Okay! yang waras mengalah." ujar Kevin Lee menyeringai ia mendapat tatapan tajam dari Fadly.


"Maksudmu aku tidak waras begitu." timpal Lee tak terima.


"Kak Tae Yeong. Kamu juga diam, ini bukan saatnya berdebat." ujar Hana menengahi pertikaian di antara mereka berdua.


"Bukankah ini aku sama kak Al? waktu itu kamu pernah memperlihatkan foto persis. Bedanya cuma tiga orang, aku, kamu sama kak Al?" seru Hana.


Kevin mengangguk mengiyakan. "Kamu sudah mengingat semuanya." ujarnya.


Hana tersenyum. "Hmm. Aku baru menyadari jika kamu adalah sahabat masa kecilku, bahkan dulu kita sering bolos sekolah untuk bermain bersama." ucapnya.


"Bagaimana kamu?" tanya Kevin.


"Nanti aku ceritakan. Kamu tidak lihat kita menjadi pusat perhatian mereka." bisik Hana ia tersenyum ke mertua nya, Nadia dan Lee.


*****


Di dalam kamar


Seusai Nadia pergi, Hana dan Kevin bersantai di dalam kamarnya.


Kevin nampak murung memikirkan sesuatu yang di bicarakan tadi bersama Nadia.


Hana yang baru saja datang ia memberikan jus stroberi ke suaminya.


"My Prince. Minum dulu, agar pikiranmu sedikit tenang." ucap Hana mengusap punggung suaminya.


"Thanks. BABY, kamu mau." ucap Kevin meminumnya sampai habis.


"No. Tadi aku sudah minum di dapur, lagi pula apa yang kamu tawarkan." ucap Hana duduk di sofa bersebelahan dengan Kevin.


Hee...Hee... "Sudah habis. Apapun yang kamu berikan padaku akan ku terima, karena didalamnya mengandung banyak cinta." ucap Kevin terkekeh beralih menggoda istrinya.


"Kamu mau kemana? hmm!" tanya Kevin meraih pinggang Hana dalam pangkuannya.


"Dapur." jawab Hana kepalanya mengarah ke gelas bekas jus tadi.


"Kan bisa nanti. Kamu tidak mau menemaniku." ujar Kevin.


"Baiklah. Kita bicara di balkon saja." ajak Hana di angguki suaminya.


Hana menggenggam tangan suaminya erat bertujuan untuk menyemangati nya.


"My Prince." panggil Hana menyadarkan lamunan nya.


#FLASHBACK


"Boleh saya berbicara empat mata dengan kamu Kevin." ucap bu Nadia.


"Baiklah. Kalau begitu kita tinggalkan kalian berdua, Kevin? kamu mau kan." ucap Sinta mengajak suaminya pergi ia menatap anaknya.


"Honey. Ayo! kenapa kamu diam saja." ajak Lee pada Hana yang masih enggan pergi.


"Aah! iya. My Prince, aku mau ke depan main sama anak anak, nggak apa apa kan." ucap Hana mengusap punggung suaminya.


"Siap suamiku tercinta." ucap Hana tersenyum memberi hormat.


*****


"Bu Nadia. Sebenarnya siapa orang yang telah menyumbangkan sumbangan beasiswa itu, kenapa ibu malah berterima kasih padaku, saya tidak pernah merasa." ucap Kevin.


"Sahabatmu. Nak Alfian." seru Nadia.


"Al? untuk apa dia melakukan itu." ujar Kevin terdengar kesal.


Bu Nadia memberikan sebuah surat beramplop putih ke Kevin.


"Kamu akan tau setelah membaca isi di dalam nya." ujar Bu Nadia.


Setelah membaca surat dari Alfian, perasaan Kevin berkecamuk campur aduk, ada rasa marah, kesal, sekaligus menyesal dalam dirinya.


#FLASHBACK


"Dia yang menyebabkan. Dia pula yang menyembuhkan, takdir seakan mempermainkanku." ujar Kevin tak terasa air matanya menetes mengingat semua kenangan bersama sahabat terbaik dulu.


"Kamu tidak boleh menyalahkan takdir. Manusia hanya bisa menerima apapun jalan hidup yang di berikan oleh sang maha kuasa." ucap Hana.


"Selama ini aku tidak pernah tau jika sahabatku sendiri mencintai istriku sedalam itu." gumam Kevin.


"Sebenarnya waktu itu kak Al? pernah menyatakan cinta padaku. Sebelum kita menikah, tapi aku menolaknya, saat itu aku tidak tau apa apa tentang kalian berdua adalah sahabat kecilku, dia merelakan cintanya untukmu." ucap Hana.


Kevin menatap Hana dalam bersandar di bahunya ia mengingat di saat sahabatnya sendiri anak dari singa merah ketua mafia yang terkenal kejam.


"Terkadang memaafkan bukan berarti melupakan. Asalkan kita bisa menerima apa yang telah terjadi." ucap Hana.


"Kata orang jika kita melakukan transplantasi jantung. Sifatnya mengikuti si penerima, kamu tidak takut suamimu berubah seperti nya." ucap Kevin terdengar sendu.


"Aku percaya. Kak Alfian orang baik, sifatnya hampir sama seperti kamu, cuma dia terlalu obsesi untuk mencapai tujuan nya." ucap Hana tersenyum menatap suaminya dalam.


Lima tahun kemudian


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat lima tahun telah berlalu, mereka menjalani kehidupan keluarga harmonis.


"Yoora. Hati hati, lantainya licin kamu bisa jatuh nanti." seru Kevin mengejar putrinya yang berlari kesana kemari.


"Pappy kamu juga lari lari. Kalian sama saja." seru seseorang di belakangnya.


"Lee. Mau apalagi kau kesini? masih ingat kamu sama rumah ini." ujar Kevin tak suka.


"Hmm. Ada yang diam diam kangen, sini aku peluk." Lee merentangkan kedua tangan alih alih bisa memeluk sepupunya.


"Nggak sudi. Pergi sana, pulang ke asalmu." celetuk Kevin menghindar ia berhasil menggendong putrinya.


"Honey. How are you? kamu masih mengingat ku." sapa Lee.


Hana segera berjalan menghampirinya. "Kak Tae Yeong. Kamu kapan datang." sapa nya balik.


"Baru saja. Tapi pria ini malah mengusirku, tega sekali bukan, mungkin dia lupa ingatan." ujar Lee ia mendapat tendangan yang di lontarkan oleh Kevin.


"Tuh! kan. Kamu lihat sendiri." keluh Lee.


"Ayo! kita masuk. My Prince." ajak Hana ia mengekor di belakang mereka.


"BABY. Dimana Kim Jung Hwa?" tanya Kevin celingukan.


"Ada di kamar. Sedang tidur." jawab Hana.


Lee bercerita jika dirinya tidak lagi bersama dengan Caitlin istrinya, mereka berdua berpisah atas kemauan nya sendiri.


Kevin dan Hana sempat terkejut, lima tahun tidak berjumpa dengan Lee, kabar yang di dapat kurang mengenakan, entah apa permasalahan nya mereka tidak di beritahu secara detail.


**AND


Yuk mampir ke Novel terbaruku, Chasing My Uncle's ( Mengejar Cinta Pamanku ) 👇💜


Yu