Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
25. Kenang Kenangan



"Oke kita ambil posisi yang tepat." ucap Kevin merangkul bahu Hana lagi.


"Tapi tidak seperti ini juga. Ini terlalu terlalu dekat." ucap Hana menyingkirkan tangan Kevin tapi hasilnya malah merangkul pinggang ramping Hana membuat Hana merasa kesal.


"Bagus dong! biar lebih romantis." ucap Kevin tersenyum genit mengedipkan sebelah matanya seakan sedang menggodanya.


"Terserah kamu. Suka banget berbuat seenaknya." ucap Hana manyun.


Cekrekkk.....


suara Kevin langsung mengambil foto Hana yang sedang manyun sengaja ingin mengerjainya.


"Itu jelek. Hapus fotonya." ucap Hana semakin kesal dibuatnya.


"Ini nanti kamu posting ya?, pasti banyak yang like kan disampingnya ada cowok keren dan yang pasti tampan, justru foto ini kamu terlihat cantik, kita jadi sangat serasi." ucap Kevin menaik turunkan alisnya.


"Serasi dari mananya. Emangnya didunia ini orang ganteng itu cuma kamu." ucap Hana melotot menyenggol Kevin hingga terjatuh di atas pasir.


"Aduh!" keluh Kevin pura pura kesakitan melirik Hana agar mau menolongnya.


"Perasaan aku memenggolmu pelan." ucap Hana acuh tidak memperdulikan ia tau kalau Kevin hanyalah pura pura.


"Kok kamu tidak membantuku sungguh tega dirimu" ucap Kevin kembali duduk disebelah Hana.


"I don't care." ucap Hana membuang muka memilih menatap bintang bintang diatas sana.


"Yakin tidak mau berfoto denganku. Mumpung aku masih baik nih! tidak meminta bayaran, alias gratis untukmu karena aku sendiri yang menawarkan." ucap Kevin menatap Hana malah tidak dipedulikan.


"Kamu manusia kan. Bukan barang yang bisa di tawar tawarkan." ucap Hana tersenyum terpaksa.


"Bercanda.bGitu aja marah, ya udah ayo!" ajak Kevin memasang foto imut didepan kamera Hana menahan tawanya kemudian ikut foto bersama Kevin dengan wajah tidak kalah imutnya.


Mereka berfoto bersama dengan ekspresi wajah imut, wajah saling tersenyum dan melihat satu sama lain dan ada juga memasang wajah sejelek mungkin tapi terlihat sangat serasi tanpa sadar Kevin sudah mengambil gambar lumayan banyak bersama Hana sehingga Kevin merasa lelah, memilih untuk berhenti berselfi bersama Hana.


"Kenapa berhenti. Aku masih banyak gaya untuk berpose denganmu." ucap Hana antusias karena Kevin berhenti berfoto.


"Apa kamu tidak capek. Foto terus, aku aja bosen, itu lebih dari cukup." ucap Kevin melihat lihat hasil fotonya bersama Hana.


"Emm. Nggak, aku masih ingin foto lagi bersamamu." ucap Hana mengambil Handphone Kevin dan berpose secantik mungkin.


"Modus ya kamu." ucap Kevin memilih melihat Hana yang sedang asyik berfoto menggunakan handphone miliknya.


"Mungkin. Aggap saja itu kenang kenangan untuk kita, tapi jangan dihapus fotonya." ucap Hana memperingatkan menyerahkan handphone milik Kevin.


"Kenang kenangan. Kamu mau pergi kemana? seakan kita tidak ketemu aku lagi." ucap Kevin melirik Hana dan kembali melihat layar Handphone nya.


"Ya karena setelah kamu menikah denganku. Setelah itu kamu akan meninggalkanku ketika tujuanmu terpenuhi." ucap Hana dalam hatinya melirik Kevin sedih kemudian menormalkan kembali ekspresinya agar Kevin tidak melihat kesedihannya.


"Kenapa diam?" tanya Kevin menyodongkan tangannya ke Hana.


"Apa?" tanya Hana tak mengerti.


"Handphone kamu bawa sini." ucap Kevin setengah memaksa.


"Buat apa? jangan aneh aneh deh!" ucap Hana tak mau membelikannya.


"Aku pinjam sebentar." ucap Kevin menekan.


"T-tapi jangan diambil ya!" ucap ragu ragu menyerahkannya kepada Kevin.


"Rahasia. Sini biar aku yang membukanya sendiri, kamu jangan lihat." ucap Hana mengambilnya dan membukanya dengan cepat agar Kevin tidak melihat kata sandinya.


"Kenapa disembunyikan. Aku bisa jaga rahasia, tidak akan memberi tau siapapun." ucap Kevin merasa heran kenapa Hana tidak membiarkan melihat kata sandinya.


"Tidak apa apa. PRIVASI." ucap Hana menekankan kata katanya.


"Oke. Biar aku tebak, pasti itu tanggal lahir orang yang spesial yang ada di handphonemu, Siapa dia?" tanya Kevin penasaran.


"Orang yang ku cintai." ucap Hana keceplosan menutup mulutnya, membuat Kevin melihat Hana ada rasa yang aneh dalam dirinya mendengar ucapannya.


"Siapa?" tanya Kevin masih penasaran.


"Bukan urusanmu. Itu rahasia yang pasti hanya aku yang tau." ucap Hana menatap Kevin acuh.


"Kalo begitu. Aku akan berfoto buat kenang kenangan kita, nanti kalau kamu kangen sama aku, kamu tinggal lihat fotoku tampan ini." ucap Kevin mulai berselfi dengan senyum manisnya.


Hana melihatnya tersenyum saat Kevin berselfi ria karena ekspresinya sangat tampan apalagi senyuman nya begitu menyenangkan hatinya.


"Tampan." ucap Hana lirih sehingga Kevin tidak terlalu mendengar perkataannya karena sedang sibuk dengan benda yang dipegangnya.


"Kamu bilang apa? aku tidak mendengar ucapanmu." ucap Kevin mengembalikan ponselnya ke Hana.


"T-tdak ada. Aku cuma berbicara sendiri tadi." ucap Hana terlihat gugup.


"Bicara sendiri. Kamu itu aneh sekali, disini cuma ada aku." ucap Kevin bingung.


"Aku mau kesana." tunjuk Hana mengarah ke pantai mengalihkan ucapan pembicaraan.


"Kalau begitu. Ayo!" ucap Kevin kemudian mengangkat tubuh Hana mendekati pantai.


"Kevin?" teriak Hana kesal karena Kevin selalu berbuat tanpa seizin darinya.


"Bukankah kaki kamu sakit. Nanti terkena air laut akan terasa perih, sia sia dong aku mengobatimu tadi." ucap Kevin seakan mengerti ekspresi Hana.


"Tapi sebentar saja ya! karena ini pantai, angin malam tidak baik buat kesehatan, setelah itu kita pulang, karna aku sudah lelah." ucap Hana dijawab anggukan oleh Kevin.


Tak jauh dari sana ada orang yang mengabadikan kebersamaan bersama mereka Kevin dan Hana terlihat sangat bahagia tertawa bersama dan saling melempar senyuman.


"Ini sangat romantis. Semoga mereka bisa bahagia nantinya." ucap seseorang yang tidak jauh dari mereka mengambil foto dan tersenyum melihatnya.


"Kevin. Kita pulang ini sudar larut malam." ajak Hana menatap Kevin.


"Oke." ucap Kevin tersenyum dan berjalan menuju pintu keluar dari pantai kemudian mendekati mobilnya dan menempatkan Hana pelan ke kursi belakang, diikuti Kevin duduk disebelah nya dan disana sudah ada Alfian menunggu kedatangan, karena sebelumnya Kevin sudah memberi taunya terlebih dahulu.


"Al? ayo jalan. " ucap Kevin kepada Alfian yang duduk di kursi stir.


"Siap boss." jawab Alfian melajukan mobilnya.





Bersambung...***