
"Sabar. Dia memang orangnya seperti itu, tapi sebenarnya sangat baik, kalian belum mengenal satu sama lain saja." ucap Hana.
Meredam amarah yang terlihat diwajah Kevin meskipun ia bersikap seolah baik baik saja tapi Hana tau kalo Kevin sedang kesal.
"Kamu tenang saja. Aku orangnya penyabar." ucap Kevin tersenyum ia menatap Lee Tae Yeong tajam kemudian memakaikan helm kepada Hana.
"Apa kamu tidak kedinginan dengan pakaian seperti itu?" tanya Kevin.
"Tidak. Ini juga sudah aku pasang kancingnya, jadi tidak akan kedinginan." jawab Hana masih berdiri di samping Kevin Yang sudah ada di motor.
Kevin mengambil sesuatu dari dalam tasnya ia memakaikan syal ke Hana.
"Ini buat apa? Kamu pikir aku penyakitan." ucap Hana menaiki motor melepaskan syal tapi Kevin memakaikan kembali di leher Hana.
"Pakai. Atau aku tinggal disini, nanti kamu kedinginan, kita sampai rumah malam hari, pasti udaranya sangat dingin, tidak baik untuk kesehatanmu." ucap Kevin.
"Let's go?, Ayo kita jalan sekarang." ajak Kevin mengarahkan tangannya ke depan.
"Paman. Didepan kita yah! aku tidak begitu hafal rute jalannya." ucap Kevin.
"Oke. Hyun, Kamu juga di depan." panggil Carlos pada Kwak Hyun.
"Siap. Kalau urusan balapan, saya jagonya, Le's Go?" ucap Kwak Hyun.
Hari mulai sore mereka semua melajukan motornya cepat mulai dari melewati jalan yang sepi dan belerkelok kelok hingga menuruni tanjakan kemudian turun lagi.
Hana sangat erat memeluk Kevin takut ia jatuh karena Kevin begitu cepat lajunya.
"BABY. apa kamu takut?" tanya Kevin sedangkan Hana ia tidak terbiasa naik motor sebenarnya takut tapi sengaja menyembunyikan rasa takutnya.
"Tidak. Ini rasanya menyenangkan." jawab Hana menyenderkan kepalanya ke punggung Kevin dan berpegangan erat.
"Baiklah. Aku tambah lagi kecepatannya, biar kita tidak ketinggalan mereka." ucap Kevin ia berada di bagian paling terakhir karena sudah didahului oleh teman temannya yang hafal jalannya.
"Iya. Terserah kamu aja, biar kita cepat sampai, awas kucing." ucap Hana mengejutkan Kevin.
Kevin tak sengaja mau menabrak kucing tapi beruntungnya kucing itu tidak mengenai motornya karena ia mengerem mendadak untung saja Kevin menggunakan rem depan dan belakang kalau tidak mereka bisa saja terjatuh.
"Syukurlah. Apa kamu baik baik saja?" tanya Kevin kini mereka berhenti ditengah jalan yang sepi tidak ada penerangan sama sekali kecuali lampu depan motornya.
"Aku baik baik saja. Kamu sendiri, Ahh! tapi jantungku hampir saja lepas." ucap Hana terasa jantungnya berdebar debar mengusap dadanya.
"My Prince. Yang lain pada kemana? kenapa cuma kita berdua saja?" tanya Hana melihat sekelilingnya hanya ada jalan gelap gulita cuma ada gemerlap lampu dari permukiman itupun dibawahnya.
Kevin terlihat bingung mau jalan kearah mana karena ada dua jalur ke kanan dan kiri ia bingung pasalnya Kevin tak hafal dengan rute jalurnya.
"My Prince. Kamu hafal kan jalannya, kita langsung jalan saja, tempat ini sepi nanti kalau ada penjahat bagaimana?" ucap Hana.
"Hmm. Masalahnya aku tidak hafal." ucap Kevin menoleh ke belakang.
"Jadi kita ke kanan atau ke kiri. Jangan sampai kita salah jalan." ucap Hana.
"Iya sebentar. Aku lihat di google map." ucap Kevin menyerngitkan dahinya karena tidak ada sinyal sama sekali bahkan untuk menghubungi teman temannya ia tak bisa.
"Sial. Nggak ada sinyal." umpat Kevin kesal menggerakkan ponselnya.
Hana mengambil ponselnya tapi juga tidak ada sinyal sama sekali.
"Disebelah kiri jalannya buntu. Kamu lihat itu ada banyak pohon tumbang, Sepertinya kita ambil jalan ke kanan." ucap Kevin.
"Kamu coba saja ambil jalan kanan." ucap Hana mendapat anggukan dari Kevin menjalankan motornya pelan.
Setelah Kevin menelusuri jalan tampak begitu sepi dan menyeramkan ditambah lagi suara suara burung yang terdengar aneh ditelinga mereka.
Tiba tiba saja terdengar suara benda jatuh ternyata sebongkah kayu yang besar menghalangi jalan.
Membuat Kevin melihat kembali karena tidak mungkin melanjutkan perjalanan karena jalannya tertutup.
Chitttttttttttt
Hana kembali terkejut mendengar suara pohon tumbang begitu saja tanpa adanya angin yang kencang apalagi hujan ditambah lagi Kevin berhenti mendadak.
Srekkkk Srekkkk Srekkkk
Suara itu terdengar seperti ranting patah dan juga langkah kaki yang berada sekeliling mereka.
"Sepertinya ada orang. Kamu dengar itu, pasti mereka perampok atau mungkin hewan buas atau sejenisnya, kita putar balik saja, takutnya." ucap Hana menoleh ke kanan dan kiri.
"Oke. kita putar balik saja." ucap Kevin memutar balik motornya.
Dan benar saja sebuah pohon besar tiba tiba jatuh tak jauh dari depan mereka.
Segerombolan orang datang mereka memakai serba hitam wajahnya hanya terlihat matanya saja seperti ninja bahkan diantara mereka ada yang bawa balok dan juga benda tajam.
Kevin dan Hana terpaksa turun karena mereka mengepung memutar sehingga tidak ada celah untuk pergi
"BABY. Kamu cari tempat aman, itu disana?" ucap Kevin sebelumnya berkelahi dengan salah satu segerombolan agar bisa membawa Hana menjauh dari mereka.
"Bagaimana denganmu. Mereka sangatlah banyak, kita pergi saja berdua." ucap Hana khawatir.
"Kamu tenang saja. Satu satunya jalan aku harus melawan mereka karena tidak ada cara lain lagi." ucap berlari meninggalkan Hana ia mulai melawan mereka semua dengan tangan kosong.
"My Prince. Awas dibelakangmu." teriak Hana terlihat Kevin mulai kewalahan lawannya tidak sebanding dirinya nyaris saja Kevin terkena pisau tapi untungnya segera menghindar karena mendengar suara Hana.
Wajah Kevin sudah terkena pukulan sehingga lebam lebam dan juga tangannya sedikit tergores pisau Hana membantu Kevin sebenarnya ia tak ingin menunjukkan kalau bisa bela diri.
Tapi karena terpaksa tidak mau terjadi apa apa dengan Kevin.
"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Hana melangkahkan kakinya untuk membantu Kevin.
Hana melawan mereka dengan teknik Ninjutsu yang terlihat bayang bayang sangat cepat jadi ia tak harus mengeluarkan banyak tenaga untuk melawan mereka.
Segerombolan orang orang itu bukannya semakin berkurang malah semakin bertambah saja.
•
•
•
BERSAMBUNG