Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
110. Terhipnonis Olehnya



"Kenapa harus nanti malam. Sekarang kan bisa." ucap Hana mendongak ke atas menatap Kevin.


"Apa kamu yakin. Aku saja belum mempersiapkan semuanya." tanya Kevin melihat wajah Hana yang terlihat bingung.


"Persiapkan semuanya. Maksudnya apa coba, jangan jangan Kevin mau balik mengerjaiku, hah! kenapa aku terus yang selalu kalah darinya, kira kira apa yah! Kevin punya rencana apalagi coba, pusing deh jadinya, biar aku pikirkan nanti saja." ucap Hana dalam hatinya.


Kevin merasa heran pasalnya ia baru saja mendapat pesan dari Bik Yanti kalau dia berangkat kerjanya siang tapi ada suara orang yang sedang memasak di dapur.


"Kak Tae Yeong?" panggil Hana melepas rangkulan tangannya berlari menghampiri Lee Tae Yeong yang masih ada di dapur sedang memasak.


"BABY, jangan berlari." teriak Kevin tak di perdulikan Hana ia berjalan mengikuti Hana ke dapur.


"Ngapain kamu ada disini. Siapa yang izinkan kamu masuk?" tanya Kevin melipat kedua tangannya menatap Lee Tae Yeong dingin.


"My Prince. Ada apa denganmu, biasanya juga tidak apa apa, kalau Kak Tae Yeong datang ke rumah, sekarang kenapa ketus banget bicaranya, apa kalian ada masalah." ucap Hana berada ditengah tengah diantara Kevin dan Lee Tae Yeong menatapnya secara bergantian.


Keduanya hanya diam saja sedangkan Hana melihat Kevin menatap Lee Tae Yeong tajam seperti ingin membunuh saja.


Hana mencari topik pembicaraan lain untuk membuat suasana tidak semakin tegang.


"Sedang masak apa kak? kebetulan sekali aku pengen banget rasain masakan kak Tae Yeong?" tanya Hana tersenyum.


"Kalau masak itu aja aku juga bisa. Memangnya tidak ada menu lain apa?" ucap Kevin tak suka.


"My Prince?" ucap Hana menyenggol pinggangnya.


"Kamu lapar kan. Yaudah makan ini saja, lagi pula di kulkas tidak ada bahan masakan lain, kamu tidak lihat tuh?" ucap Lee Tae Yeong menunjuk ke arah kulkas yang hanya ada beberapa sayuran dan buah saja itupun sedikit.


"Katanya orang kaya. Tapi buat belanja untuk kebutuhan makan aja nggak ada." ucap Lee Tae Yeong lagi membuat Kevin semakin kesal dibuatnya ucapannya lebih pedas dari dirinya.


Kevin memilih pergi dari dapur ia duduk di sofa menyilangkan kakinya ia ingin membalas perkataan Lee Tae Yeong tapi ditahan oleh Hana.


"Lihatlah suamimu. Sepertinya ngambek tuh! belum dewasa sama sekali, badannya saja yang gede otaknya kecil." ucap Lee Tae Yeong pada Hana.


"Sudahlah. Kalian itu sama saja, apa nggak capek bertengkar mulu, pusing aku jadinya." ucap Hana membuat Lee Tae Yeong diam kemudian ia membantu menyiapkan makanan ke piring.


Karena Lee Tae Yeong memasak Gyeran Mari masakan sarapan ala orang korea.


Seperti telur dadar yang di tuang ke teflon sedikit demi sedikit kemudian digulung dan tidak digoreng dengan kering yang dicampur beberapa sayuran, sosis, dan lainnya.


"Makanan sudah siap. Silahkan dimakan Tuan muda sombong." ucap Lee Tae Yeong menempatkan piring berisi Gyeran Mari di meja makan.


Sedangkan Kevin masih santai duduk di sofa tak memperdulikan ucapan Lee Tae Yeong terhadapnya bermain handphone.


"My Prince. Ayo makan!" ajak Hana mengalungkan tangannya ke leher Kevin dari belakang.


Menempatkan dagunya ke bahu suaminya ia menatapnya dengan senyuman yang mampu meredam rasa kesalnya.


Kevin membalas tatapan Hana dengan mengecup bibir istrinya ia akhirnya mau menuruti perkataan Hana karena terhipnotis dengan senyuman Hana yang awalnya ia ingin menolak.


"Baiklah. Ayo!" ajak Kevin ia masih enggan bangun karena Hana masih memegangi tangan Hana yang ingin melepasnya.


"Sepertinya aku terhipnotis." ucap Kevin tersenyum membuat Hana tak mengerti.


"Terhipnonis oleh senyuman kamu. Tetaplah disisiku jangan pernah meninggalkanku, apapun yang terjadi." ucap Kevin mengecup kembali bibir Hana.


"Aku milikmu. Kamu milikku, kita akan selalu bersama baik suka maupun duka." ucap Hana kemudian mencium pipi suaminya.


Sedangkan Lee Tae Yeong dibuat kesal merasa ia dianggap sebagai nyamuk saja.


Kevin memang sengaja menunjukkan kemesraan bersama Hana pada Lee Tae Yeong.


"Hmm, mesranya. Tapi ingat itu makanan jangan dianggurin." ucap Lee Tae Yeong menghampiri mereka.


"Maaf kak? sampai lupa. My Prince ayo!" ucap Hana melepas pelukannya.


Hana sangat menikmati makanannya tapi Kevin malah diam saja tidak menyentuhnya sama sekali ia hanya meminum air putih saja itupun hanya sedikit.


"My Prince. Kenapa tidak dimakan, ini enak lho! cobain sedikit saja, kamu kan juga mau bekerja, mana mungkin sempat makan nanti kalau sudah sibuk." ucap Hana.


"Aku lagi nggak berselera makan. Kamu makan aja punyaku." ucap Kevin menggeser piring yang berisi makanan ke depan Hana.


"Nggak berselera makan atau tidak mau makan masakanku. Setidaknya kamu tau kan cara menghargai orang lain." sahut Lee Tae Yeong.


Memang sebenarnya Kevin tidak berselera makan ditambah lagi itu masakan yang dibuat Lee Tae Yeong ia masih kesal dengannya.


Semua perkataan Lee Tae Yeong dianggap berbohong padanya ia sama sekali tidak percaya tanpa adanya bukti apapun.


"Kalau aku yang suapin. Kamu mau, jangan biarkan perutmu kosong." ucap Hana membuat Kevin yang awalnya tidak mau makan ia menganggukan kepalanya.


Hana menyuapi Kevin sampai habis tak tersisa entah ia menyukainya masakan Lee Tae Yeong dan lapar ia sendiri tidak mengakuinya.


"Bagaimana enak tidak. Kosong tuh!piring." ucap Lee Tae Yeong menatap Kevin.


"Biasa aja. BABY, Aku berangkat kerja dulu yah!" ucap Kevin mengecup pucuk rambut Hana ia buru buru pergi meninggalkan mereka.


"Hati hati. Jangan ngebut." ucap Hana sementara Kevin sudah di depan pintu ia tersenyum ke arahnya.


"Buru buru sekali. Kak? kita fighting yuk!sudah lama aku tidak pernah melatih otot ototku ini." ajak Hana dijawab anggukan oleh Lee Tae Yeong.


"Ayo! siapa takut. pa kamu tidak ada pekerjaan atau meeting." tanya Lee Tae Yeong.


"Tidak. Tapi nanti siang mungkin ada." jawab Hana.





**BERSAMBUNG**