
Beberapa minggu kemudian...
"BABY. Tunggu, aku sudah siap." panggil Kevin berpakaian nyentrik.
Hana melongo di buatnya. "My Prince. Kamu mau kemana?" ujarnya sedikit tertawa.
"Tentu saja ikut kamu mengantar anak anak imunisasi." ujar Kevin tersenyum pede.
"Dengan penampilan seperti itu. Itu rumah sakit bukan tempat fashion show." ujar Hana terkekeh.
"Walaupun ke rumah sakit aku harus tetap tampan dong! BABY ku." ucap Kevin memegang dagu istrinya.
"Yoora? Jung Hwa. Bagaimana penampilan Pappy?" tanya Kevin membungkukkan badannya sejajar dengan tinggi badan nya.
Haa...Haa...Haa...
"Mereka mana tau. Kamu mau ikut atau cuma berdiri di situ menunggu kita pulang." ujar Hana.
Kevin yang pura pura cemberut ia bergegas menyusul mereka ke dalam mobil.
"BABY. Kenapa aku di tinggal? tega sekali." keluh Kevin.
"Mama benar. Sekarang aku ini bukan hanya mengurus dua anak, tapi tiga anak." ucap Hana mengacungkan jari jarinya.
"Lho! kok tiga. Anak kita cuma dua." ujar Kevin tak mengerti.
"Yang satu nya itu kamu. Bayi besar, udah bawel, ribet, nyebelin." ucapan Hana berhenti karena bibirnya di bungkam oleh tangan suaminya.
"Satu kata lagi. Aku akan benar benar menghukum kamu di depan anak anak." ucap Kevin sedikit mengancam.
"Tuh kan. Belum apa apa udah nyebelin." batin Hana kesal.
Di rumah sakit...
Kevin menjadi pusat perhatian orang terutama para wanita, hal itu membuat Hana tak suka, apalagi teriakan teriakan sangat mengganggu telinganya.
"My Prince. Apa yang kamu lihat?" tanya Hana ketika Kevin keluar dari mobil.
"Mereka mengejutkanku. Itu muka kenapa di lipat begitu, ayo! kasihan anak anak kepanasan." ujar Kevin di angguki istrinya.
"Mau di gendong juga. Tapi nggak muat, kamu lihat sendiri kan." lanjutnya Kevin kini menggendong kedua putra putri nya secara bersamaan di sisi kanan kiri.
"Kamu lihat apa sih! ooh. Wanita itu, cantik kan aku kemana mana." Hana mengibaskan rambutnya kebelakang.
Hal itu membuat Kevin tersenyum melihat tingkahnya ia tau jika istrinya kini sedang di landa kecemburuan.
"Lihatlah Mammy kalian. Wajahnya bertambah cantik seratus kali lipat, mungkin seribu kali lipat kalau lagi cemburu." ucap Kevin pada anak anaknya.
"Siapa yang cemburu? biasanya kan kamu." ucap Hana terhenti ketika dokter datang.
"Tuan Kevin. Nona! silahkan masuk." ucap dokter itu tersenyum sembari membuka kan pintu.
Kevin mengangguk kan kepalanya." Ngapain masih disitu, ayo!" ujarnya terlebih dahulu ke dalam akan tetapi Hana masih berdiri di luar pintu.
"I-iya." ucap Hana.
*****
"My Prince. Kamu nggak sekalian check up, mumpung kita masih ada di rumah sakit." ucap Hana ketika mereka keluar dari ruangan dokter.
"Buat apa? dua hari yang lalu kan udah check up."
"Ooh. Iya, sorry." ucap Hana menepuk jidatnya sendiri.
Kevin tidak langsung ke rumah ia mengajak istri dan anaknya ke suatu tempat.
"My Prince. Kita mau kemana?" tanya Hana.
"Sebenarnya dia mau mengajakku kemana?"batin Hana penasaran.
Sesampainya di sana Hana di buat terpesona akan keindahan taman, di sekitarnya terdapat berbagai jenis bunga bunga yang bermekaran, di sana juga ada rumah yang terbuat dari kaca terlihat sangat aesthetic bernuansa alam.
Di sekitarnya di kelilingi pepohonan hijau yang membuat semakin berkesan, entah kapan Kevin mempersiapkan nya.
"Wow. Beautiful." ucap Hana berdecak kagum ia sampai jingkrak.
"Stop. Jangan berteriak, anak anak nanti terganggu sama suara kamu." ujar Kevin menempatkan telunjuk jarinya ke bibir istrinya.
"Okey. Kita masuk sekarang, aku mau melihat di dalam rumah kaca ini ada apa saja." ujar Hana berlari meninggalkan suaminya.
"BABY. Anak anak bagaimana?" seru Kevin menggelengkan kepalanya.
"Sini sayang." ajak Hana ia menggendong Yoora, sedangkan Jung Hwa berada di dalam gendongan ayahnya.
*****
Malam harinya...
"Hey! BABY. Aku cariin ternyata kamu ada disini." panggil Kevin menyusul istrinya yang menyendiri di halaman depan rumah kaca itu.
Kevin melirik belakang, terdapat kursi, akan tetapi Hana memilih berdiri daripada duduk.
"Malam ini indah sekali. Aku jadi ingat, saat kita berbulan madu di finlandia." gumamnya Hana menoleh melihat wajah suaminya yang memeluk dari belakang.
"Kamu ingin kita membuat lagi." ucap Kevin.
Hana tak mengerti maksud dari ucapan suaminya.
"Ya ampun. Kamu itu polos atau pura pura bodoh." ujar Kevin ia mendapat sikutan di perutnya.
Auuu...
"Nggak usah mancing mancing deh! anak kita aja belum dua tahun. Kamu malah mau nambah lagi, nanti siapa yang akan mengurusnya." ujar Hana.
"Tapi suamimu mau lagi. Tambah dua yah!" rengek nya.
"My Prince." Hana mau bicara sesuatu tapi di urungkan nya.
"Apa kak Tae Yeong belum bilang ke Kevin. Dia pasti kecewa kalau tau yang sebenarnya, aku akan jujur tapi bukan sekarang, mama, papa juga harus tau." batin Hana risau.
Kevin menunggu istrinya bicara. "Ada yang membuat pikiranmu risau." ujar nya.
"Kamu dengar kata hatiku. Sejak kapan kamu punya kemampuan itu." ucap Hana deg degan.
Ha..ha..ha.. "Pasti kamu ini kebanyakan nonton drama. Jadi lupa, mana dunia nyata mana khayalan." ucap Kevin di sela sela tawanya.
"Diluar semakin dingin. Kita masuk aja." ajak Hana melepas pelukan hangat suaminya.
Aaàaa..... Hana terkejut tiba tiba tubuhnya di angkat oleh suaminya tanpa persiapan sebelumnya.
"My Prince. Apa yang kamu lakukan? turunkan aku sekarang." pinta Hana.
"Siap. Tapi nanti, malam ini kita bersenang senang, aku akan menghangatkan malammu." goda nya pada sang istri menatap nya genit.
"Kamu mau apa?" tanya Hana melotot.
"Melakukan yang seharusnya di lakukan pasangan suami istri. Sudah lama aku menahannya, kamu selalu saja menolak, kali ini kamu tidak akan bisa lagi kabur dariku." ujar Kevin menjatuhkan tubuh istrinya ke ranjang kemudian ia memulai aksinya.
"Malam ini aku yang bermain. Kamu tinggal menikmatinya saja." ucap Kevin, membuat Hana semakin terhipnonis oleh rayuan maut nya.
BERSAMBUNG...