Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
129. Baik Baik Saja



"Nggak mungkin. Males banget punya saudara kembar seperti dia, sudah sombongnya selangit, nyebelin, keras kepala, bawel, sok berkuasa." ucap Lee Tae Yeong ia mendapat lemparan segumpal kertas ke wajahnya.


"My Prince. Kamu sudah keluar, bagaimana dengan lukamu, dimana yang sakit?" tanya Hana ia memeriksa kepalanya tapi tak ada luka sama sekali.


Hana kemudian memegang lengan suaminya yang habis dijahit.


Dengan kerasnya sampai Kevin mengaduh kesakitan karena lukanya cukup dalam bahkan ada beberapa jahitan di lengan kanannya.


"Aaaaaah Aduh BABY. Tanganmu. Hah?" keluh Kevin rasanya ngilu, perih dan pegal bercampur sakit sampai ke uluh hati.


Ingin marah tapi ia tak tega apalagi melihat wajah Hana yang sangat khawatir padanya.


"Maaf My Prince. Aku tidak tau yang luka sebelah mana, sakit banget, maafkan aku." ucap Hana merasa bersalah matanya sampai berkaca kaca tak berani menatap mata suaminya.


"Sudah. Aku baik baik saja, kita langsung pulang saja, jangan menangis seperti ini, kasian anak yang ada didalam kandunganmu, nanti ikutan sedih kalau ibunya menangis." ucap Kevin ia sampai berjongkok menyapu air mata istrinya dan mengusap perut Hana.


"Sekali lagi maafkan aku. Kamu yakin tidak apa apa, kenapa tidak dirawat saja, kalau sampai lukanya infeksi bagaimana? kondisimu juga kan masih lemas, nanti." tanya Hana dalam satu waktu.


"Husttt. Jangan diteruskan, kamu bertanya sebanyak itu, terus aku mau jawab yang mana dulu." ucap Kevin tersenyum tapi wajahnya terlihat sangat pucat.


"Kevin. Kamu mau kemana? disuruh rawat inap disini saja tidak mau." panggil Kwak Hyun menghampiri mereka.


"Tidak. Aku mau dirawat di rumah saja, kamu ikut denganku." ucap Kevin menunjuk ke arah Kwak Hyun.


"My Prince. Apa tidak sebaiknya kamu dirawat." ucap Hana sedangkan Kevin menggeleng.


"Sudahlah Honey, percuma. Kamu mau bicara panjang lebar, dia tidak akan dengarkan nasihat orang yang sangat peduli padanya." timpal Lee Tae Yeong.


"Bukan begitu Tuan Sombong. Lagi pula disini tidak aman, aku lihat tadi ada yang mengawasi kita." ucap Lee Tae Yeong lirih ia sengaja menepuk lengan kanannya sehingga ia mendapat tatapan tajam dari Hana dan juga Kevin.


"Upss. Saya tidak sengaja, biar aku bantu." ajak Lee Tae Yeong ia membantu memapah tubuh Kevin ke parkiran mobilnya.


Disana Hana mengamati sekitarnya ia juga melihat anak buah dari Singa Merah sedang mengawasi mereka ia mengeluarkan pisau kecil diarahkan kepada orang orang itu.


Hingga mengenai mereka anak buah Singa Merah, mungkin lukanya tergores sangat dalam karena ia sangat tepat sasaran.


Hana bisa saja mengarahkannya ke kepala mereka tapi ia masih punya hati tidak seperti orang orang itu yang sudah membuat suaminya terluka menyerang orang yang sedang lemah.


"Bidikanmu tepat sasaran. Kenapa tidak kamu bunuh saja mereka, buat apa dikasih hati Honey." ucap Lee Tae Yeong lirih ketika Hana hendak memasuki mobil tapi masih bisa didengar oleh Kevin.


"Dia bukan sepertimu. Nggak punya hati, jangan pernah kamu mengajarkan yang aneh aneh, terhadapnya " ucap Kevin ia menarik tangan Hana untuk duduk disampingnya.


"Kalau aku tidak punya hati. Mana mungkin aku mau menolongmu, dasar tidak tau berterima kasih." gerutu Lee Tae Yeong kesal ia menyuruh Kwak Hyun untuk menyetir.


"Pada awalnya. Kita tidak akan pernah akur, seandainya aku mengenalnya dari kecil, pasti aku punya teman bermain, bukan hanya diajarkan menjadi dewasa sebelum waktunya." batin Lee Tae Yeong dalam hatinya.


Diperjalanan pulang Kevin tiba tiba saja perutnya merasa sangat lapar, apalagi sedari pagi sama sekali ia belum makan apa apa.


"Sepertinya enak. Makan es durian, seger banget kan, emm Yummy." jawab Kevin membuat Hana bingung.


Pasalnya Kevin sama sekali belum makan, tapi malah minta yang aneh aneh.


"Yang benar saja. Kamu kan belum sarapan, apalagi kamu sedang sakit, jangan minta yang aneh aneh, perutmu bisa sakit nanti, kamu juga kan harus minum obat." oceh Hana tapi Kevin tetap menginginkannya.


"Nyesel aku tanya sama kamu." ucap Hana lirih ia mendapat tatapan dari suaminya.


Mau tidak mau Hana harus menuruti permintaan suaminya di perjalanan pulang ke rumahnya yang diminta itu saja, tak ada permintaan yang lain.


"BABY, please. Kamu buatin yah! jangan lupa es batunya yang banyak, oke." pinta Kevin dengan muka memelas.


"Nanti aku pikirkan dirumah." ucap Hana tanpa ekspresi.


"Aku saja belum mengiyakan. Perasaan kenapa jadi Kevin yang ngidam, bukannya seharusnya aku." ucap Hana dalam hatinya.


"Terima kasih istriku. You' re the best." ucap Kevin mencium bibir Hana.


Kwak Hyun yang sedang fokus menyetir ia sampai kaget dengan kelakuan Kevin apalagi didalam mobil Lee Tae Yeong yang untungnya sedang tidur jadi ia tak mengetahuinya.


Chittttttt mobilnya berhenti seketika disaat ada mobil lain hampir menyerempet kendaraan yang ditumpangi mereka.


"Kak Hyun. Hati hati, ita sedang dijalan raya, bukan sirkuit, disini kan ada orang yang sakit, nanti kalau sampai Kevin kenapa kenapa bagaimana?" ucap Hana pelan.


"Hei. Kamu mau mencelakai kita semua, ganggu aja deh orang lagi tidur." bentak Lee Tae Yeong ia tak kalah kagetnya jantung sampai deg degan berdetak tak beraturan.


"Maaf semuanya. Mobil ini otomatis berhenti sendiri, aku tidak tau, tadi ada mobil yang hampir membuat kita celaka." ucap Kwak Hyun tak enak hati.


Sesampainya dirumah Kevin langsung menagih permintaan yang tadi ke Hana ia tak sabar untuk segera memakannya.


"BABY. Kamu lupa, tadi aku minta apa sama kamu, tolong buatkan sekarang." titah Kevin ia memegangi tangan Hana dengan raut wajah seperti anak kecil.


"Aku kira lupa." ucap Hana dalam hatinya mengangguk dengan ucapan suaminya ia memberi kode ke Kwak Hyun untuk ikut dengannya.


"Iya. Tapi ingat, setelah makan itu kamu harus makan nasi, takutnya perutmu nanti sakit." ucap Hana sedikit khawatir.


"Siap Tuan Putri?" ucap Kevin tersenyum senang.


"Kak Hyun. Temani aku ke dapur, kak Tae Yeong mau apa? jangan pergi kemana mana, temani Kevin duduk disini, awas saja nanti kalau mengajaknya bertengkar." ajak Hana pada Kwak Hyun ia kemudian berbisik di telinganya Lee Tae Yeong yang hendak berdiri dan sedikit mengancamnya.


"Kalian baik baik yah. Yang akur." ucap Hana memperingatkan ia melihat ke arah Kevin dan Lee Tae Yeong.


••• BERSAMBUNG •••