
"Nona Hana. Anda mengenal klien kita, dia sok akrab banget." ucap Doni mereka sudah selesai meeting.
"Sepertinya begitu. Kamu mau tau siapa dia?" ucap Hana membuat Doni penasaran.
Hana sedang menggambar di laptop miliknya dengan lihai Hana bahkan sudah menyelesaikan beberapa desain baju yang akan di tampilkan saat acara fashion show nanti.
"Memangnya dia siapa?" tanya Doni.
"Pemimpin perusahaan ternama di EROPA." jawab Hana fokus ke layar laptop nya.
"Bukannya bagus. Berarti perusahaan kita bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar, kenapa Nona terlihat tidak senang." ucap Doni tersenyum.
"Bukan itu maksudku." ucap Hana.
"Terus apa masalahnya?" ucap Doni menaikkan kedua bahunya.
"Dia itu mantan pacar aku." ucap Hana membuka Doni melongo.
"Serius. Tapi kenapa dia memilih bekerja sama dengan Nona, padahal masih banyak di negaranya dengan senang hati menerima tawaran kerja sama mereka." ucap Doni bingung.
"Apa jangan jangan dia masih?" ucap Doni sudah terpotong oleh Hana.
"Tidak mungkin. Mungkin karena aku cantik." canda Hana tersenyum.
"Hmm, Kalian sama saja. Pasangan suami istri kompak banget." ucap Doni mendapat tatapan tajam dari Hana.
"Iya Nona Hana Cantik. Cantik banget malah." puji Doni membuat Hana tersenyum.
"Menurutmu ini ada yang kurang." ucap Hana memperlihatkan Desain yang baru selesai ia buat ke Doni.
"Yah. Luar biasa keren, kalau aku punya pacar nanti apa Nona Hana mau buatkan desain baju Couple sekeren ini." ucap Doni.
"Kamu berani bayar berapa?" ucap Hana.
"Nona mulai hitung hitungan sama saya." ucap Doni.
"Haa...Haa...Haa. Bercanda, iya nanti akan aku buatkan spesial untukmu, tapi apa kamu sudah punya pacar?" ucap Hana.
"Hee...Hee...Hee. Belum sih!" ucap Doni garuk garuk kepala tersenyum memperhatikan gigi putihnya.
"Kamu ini. Saya kira sudah punya pacar." ucap Hana geleng geleng kepala.
TOK TOK TOK
"Siapa?" tanya Hana kepada Doni.
"Tidak tau. Mungkin Tuan Kevin?" jawab Doni.
"Kamu bukain gih sana." titah Hana.
"Apa aku mengganggu kalian?" tanya Kevin ketika Doni membukakan pintunya.
"Tidak. Kebetulan kita sudah selesai meeting." jawab Doni.
"Kenapa kamu masih ada disini?" tanya Kevin.
"Ooh iya. Saya beresin dulu, setelah ini pulang." ucap Doni tak enak hati melihat ekspresi Kevin seperti sedang cemburu segera membereskan berkas berkas nya.
"BABY. Kata Doni sudah selesai, tapi kamu masih sibuk aja." ucap Kevin menghampiri Hana terlihat fokus dengan layar laptop.
"Iya Sebentar lagi. Tanggung." ucap Hana.
"Biar aku bantu. Kamu jangan terlalu capek." ucap Kevin merangkul bahu Hana.
"Es buah enak kali yah?" gumam Hana.
"Oke. Aku buatkan untukmu." ucap Kevin mendengar ucapan Hana bergegas keluar.
"My Prince nggak usah deh! Biar nanti aku buat sendiri." ucap Hana tak enak hati.
"Yah main pergi pergi aja." ucap Hana kembali menatap laptop dengan serius.
"Nona. Saya permisi dulu." ucap Doni dibelakang Hana.
"Iya. Cepat sekali, apa kamu tidak mau makan malam bersama kita, Ini sudah sore lho?" ucap Hana.
"Sepertinya nggak bisa. Karena masih ada urusan diluar." ucap Doni.
"Semuanya lancar. tidak ada masalah, saya sudah suruh orang saya untuk mengawasinya." ucap Doni.
"Baiklah. Kalau begitu kamu boleh pergi." ucap Hana.
"Kalau begitu saya permisi Nona Hana?"ucap Doni tersenyum menundukkan kepalanya dan diangguki Hana.
"Capek juga. Sudah lama nggak kerja." gumam Hana merentangkan kedua tangannya.
"Aduh! Kenapa masih sakit sih?" ucap Hana memegang pinggangnya.
"Semangat Hana. Sebentar lagi selesai." ucap Hana menyemangati dirinya.
Beberapa menit kemudian Hana selesai menggambar desain bajunya ia segera bergegas keluar mencari Kevin.
"Kevin ada dimana yah! Katanya tadi mau buat es buah. Tapi kenapa nggak ada orangnya?" ucap Hana celingukan mencari Kevin ia berada di dapur malah yang ia temui bik Yanti.
"Bik? Bik Yanti lihat Kevin tidak. Soalnya tadi katanya mau buat es buah tapi kok nggak ada." ucap Hana berada di samping bik Yanti.
"Sepertinya Tuan pergi. Nggak tau kemana? naik mobil buru buru." ucap Bik Yanti.
"Ohh! Makasih bik? Aku keluar dulu." ucap Hana.
"Sama sama Nona?" jawab bik Yanti.
Sementara Hana merogoh ponselnya untuk menghubungi Kevin karena ia khawatir.
"Kok nggak aktif. Dia pergi kemana sih?" ucap Hana beberapa kali menghubungi Kevin tapi tak ada jawaban.
"Pak? Mau tanya? bapak lihat suamiku nggak." tanya Hana pada penjaga pintu gerbang.
"Tadi sih. Pergi sama pak Al?" jawabnya.
"Kira kira tau mereka mau kemana?" tanya Hana lagi.
"Maaf Nona. Saya tidak tau." jawabnya.
"Ya sudah. Terima kasih pak? saya kedalam dulu." ucap Hana.
"Iya Nona. Silahkan." ucap penjaga itu.
Hana kembali menghubungi Kevin beberapa kali tapi tetap tak ada jawaban kali ini ponselnya aktif.
"Sebenarnya fungsi handphone itu apa sih! Percuma punya tapi nggak digunakan." gerutu Hana kesal menghempaskan tubuhnya ke Sofa.
Karena kelelahan Hana sampai tertidur pulas di sofa menunggu Kevin yang tak kunjung pulang.
Sekitar jam sepuluh malam Kevin baru pulang melihat Hana yang tertidur pulas di sofa segera menghampirinya.
"Hana. Sejak kapan dia ada disini?" ucap Kevin berjalan mendekati Hana.
"Princess Beautiful. Kamu tambah cantik kalau lagi tidur." gumam Kevin mengusap rambut Hana lembut.
"Aku pindahkan saja ke kamar. Nanti sakit lagi tidur disini." ucap Kevin mengangkat tubuh Hana menuju ke kamarnya.
Kevin keluar kamar karena perutnya sangat lapar melihat meja makan masih penuh makanan yang belum tersentuh.
"Apa Hana belum makanm Makanannya masih utuh." ucap Kevin mengambil nasi dan lauk pauk ke atas piring nya.
"Untung saja masak nya nggak banyak. Sayang kalo harus dibuang." ucap Kevin.
Selesai makan Kevin kembali ke kamar berniat membangunkan Hana karena harus meminum obatnya.
"BABY. Bangun dulu." bisik Kevin ditelingannya Hana.
"Siapa sih! Ganggu banget." gumam Hana tanpa sadar.
"Susah banget dibangunin." ucap Kevin memikirkan cara agar bisa membangunkan Hana.
•
•
•
**BERSAMBUNG**