Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
126. Khawatir part 2



"BABY. Dimana kamu?" panggil Kevin ia mencari keberadaan Hana di meja makan tapi tak ada.


Kevin melihat Hana tertidur di atas sofa dengan handphone yang masih menempel di tangannya.


"Ya ampun. Kamu disini, kebiasaan tidur sembarangan tempat, istri seorang sultan begini tingkahnya." ucap Kevin ia mengambil ponsel yang masih ada di genggaman tangan Hana yang memegangnya sangat erat walaupun sedang tidur.


Kevin menempatkan ponsel Hana ke sakunya kemudian ia memindahkan tubuh istrinya ke kamar mereka.


"Hei. Tuan Sombong?" panggil seseorang kepada Kevin ia mencarinya ternyata didalam handphone milik Hana yang masih belum dimatikan.


~>> Kevin: [[ Kamu. Ngapain pakai acara vidio call?]] ucap Kevin datar.


~>>Lee: [[ Santai kali. Tadi Hana memintaku untuk menemaninya, katanya nungguin kamu, nggak keluar keluar, sepertinya dia sangat kelelahan, kamu jangan terlalu membuatnya kecapekan, kasihan tau, pasti kamu bermain dengannya sampai beberapa ronde, nafsu juga kamu. ]] goda Lee Tae Yeong di dalam ponsel Hana ia mendapat tatapan tajam dari Kevin.


~>> Kevin: [[ Bukan urusanmu. Lagi pula Hana itu istriku, kamu juga setiap hari kerjaannya main perempuan, apa bedanya coba, aah! tentu ada, kamu kan belum menikah sedangkan aku, cepat nikah sana, jangan cuma gangguin istri orang saja. ]] ucap Kevin tersenyum sinis.


~>> Lee: [[ Mulutmu pedas juga. Kamu pikir gampang cari istri yang baik, apalagi yang sama seperti Hana, itu tidak ada. ]] ucap Lee Tae Yeong.


~>> [[ Mudah bagiku untuk menaklukkan wanita. Kecil, masa kamu kalah, playboy sepertimu, apa susahnya. ]] remeh Kevin menatap Lee Tae Yeong dengan wajah mengejek.


Lee Tae Yeong dibuat kesal oleh Kevin, benar apa yang dikatakan oleh Hana, orang kalau berdebat dengannya tidak ada ujungnya ia sendiri yang harus mengalah, karena Kevin orangnya keras kepala dan juga sombong.


~>> Lee: [[ Tuan Sombong. Kamu harus ingat, kata kataku waktu itu, pikirkan baik baik. ]] teriak Lee Tae Yeong di dalam ponsel milik Hana.


Wajah Kevin yang mulanya terlihat tanpa beban berubah menjadi raut wajah suram, bukan dirinya kalau tidak pandai menyembunyikan ekpresi wajahnya yang terlihat biasa biasa saja.


~>> Kevin: [[ Aku tidak bisa melakukannya. Coba saja, kalau kamu berada di posisi sepertiku. ]] tolak Kevin memalingkan mukanya melihat ke arah Hana yang sedang tertidur.


~>> Lee: [[ Yaa...Yaa...Yaa. Aku tau perasaanmu, tapi itu hal yang tidak bisa kamu hindari. ]] ucap Lee Tae Yeong.


Kevin memutar bola matanya malas ia menatap kembali ke Lee Tae Yeong.


~>> Kevin: [[ Hei. agaimana dengan nasib perusahaanku, siapa yang akan mengurusnya nanti mana bisa aku hidup sederhana dan meninggalkan negara ini, kamu pikir mudah, Papa membangun usaha itu dari nol, seharusnya kamu tau. ]] keluh Kevin frustasi ia mengacak rambutnya sampai berantakan


Kevin memilih melakukan Vidio Call beralih ke ruang kerjanya.


~>> Lee: [[ Itu terserah padamu. Pilih harta atau keluargamu, secepatnya kamu harus mengamankan mereka, aku tau itu tak mudah bagimu, ini hanya untuk sementara saja. ]] ucap Lee Tae Yeong semakin membuat Kevin frustasi saja.


~>> Kevin: [[ Oke. Aku akan melakukannya, PUAS.]] ucap Kevin penuh penekanan.


~>> Lee: [[ Good? tapi ingat. Jangan terlalu lama, kamu harus secepatnya, aku akan membantumu nanti, kalau semuanya sudah siap, oke. ]] ucap Lee Tae Yeong tersenyum ia mengacungkan jempol ke Kevin.


Kevin terlihat memegangi perutnya yang tiba tiba terasa keram yang lumayan sakit, ditambah lagi ia juga merasakan kepalanya sangat berat.


~>> Kevin: [[ Tidak. Ini cuma perutku cuma sedikit keram. ]] jawab Kevin tampak lesu tidak seperti sebelumnya.


~>>Kevin: [[ Cuma perut. Tapi kenapa kamu juga pegang kepala, kamu penyakitan, bagaimana nasib Hana, nanti kalau sampai meninggal. ]] tanya Lee Tae Yeong sudah dipotong oleh Kevin.


~>> Kevin: [[ Stop! Ada orang kesakitan, bukannya bantuin, malah mendoakan aku cepat meninggal, aku kira kamu tulus khawatir sama aku, ternyata dugaanku salah. ]] ucap Kevin teramat kesal ia sampai menundukkan kepalanya ke meja.


Tok tok tok. Suara pintu terdengar dari luar ruangan kerjanya.


"My Prince. Kamu ada didalam, apa ponselku ada padamu." tanya Hana dari luar tapi tak ada jawaban.


"My Prince. My Prince, kamu didalam baik baik saja kan, buka pintunya." panggil Hana sedikit berteriak tak lama dari itu pintu terbuka.


"Wajahmu pucat sekali. Ada apa denganmu, ooh! ternyata ponselku ada bersamamu, kak Tae Yeong, kalian Vidio Call, nggak seperti biasanya, aneh banget." tanya Hana memegang wajah suaminya khawatir ia melirik ke arah meja kerja mengambil ponselnya.


~>> Lee: [[ Honey. Lihatlah suamimu, dia sakit kepala tuh! sama perutnya juga sakit, tadi aku melihat sendiri, mungkin mulutnya juga sakit. ]] ucap Lee Tae Yeong mengadu.


Kevin menatap Lee Tae Yeong tajam seakan ia memberi kode agar tidak bicara yang aneh aneh pada Hana.


"Apa benar begitu. Kita ke dokter sekarang, sebentar aku ambil tas dulu." ajak Hana tangannya dicekal oleh Kevin.


"Tidak usah. Sakitnya sudah hilang, kamu ambilkan obat di kotak itu." titah Kevin menunjuk ke arah kotak P3K.


"Obatnya yang mana? ini." tanya Hana diangguki Kevin ia segera mengambilkan air putih dan obatnya ke suaminya agar segera diminum sebelumnya ia mematikan panggilannya bersama Lee Tae Yeong.


Setelah Kevin meminum obatnya, Hana membantu Kevin untuk berbaris di atas kasur ia menemaninya di samping suaminya.


"Apa masih sakit?" tanya Hana ia mengusap keringat didahi suaminya.


Kevin menggeleng ia membenamkan wajahnya ke Hana kemudian memeluknya erat.


"Temani aku. Jangan pergi." bisik Kevin ditelinga Hana.


"Aku disini. Hmm." ucap Hana ia mengulaskan senyuman di ujung bibirnya.


Hana tidak bisa tidur karena ia sudah cukup lama istirahat di kamarnya.


Sore harinya Kevin tidak mendapati Hana berada di sampingnya ia mencarimu ke kamar dan melihat Hana sedang duduk di kursi yang ada di balkon kamar mereka.


"Kamu sudah bangun. Sini, ada yang ingin aku bicarakan." ajak Hana menarik tangan Kevin untuk duduk bersamanya.


♡♡♡BERSAMBUNG♡♡♡