
"Kapan ya! Mungkin sekitar tiga puluh menit yang lalu. Aku berdiri disini." ucap Kevin tersenyum.
"What? Berarti kamu." ucap Hana salah tingkah memalingkan mukanya pura pura membereskan baju yang berserakan di tempat tidur.
Menempatkan baju ke tempat semula sesekali melirik Kevin yang tersenyum kepadanya.
"Memang dari dulu wanita itu ribet. Kamu mau ketemu meeting apa fashion show." ucap Kevin menggeleng geleng kan kepalanya.
"Masih mending wanita. Daripada Pria otak mesum." ucap Hana menyindir.
"Pasti klien kamu masih muda. Ahh?, Kalau tampan pasti nggak ada yang mengalahkan ketampananku." ucap Kevin membuat Hana menatapnya aneh.
"Kumat deh penyakitnya." ucap Hana lirih tapi masih terdengar oleh Kevin.
"Tadi kamu bilang apa?" tanya Kevin mengikuti Hana yang duduk di meja rias menyisir rambutnya.
"Tampan." jawab Hana singkat.
"Sini biar aku bantu menata rambutmu." ucap Kevin mengambil alih hair dryer dari tangan Hana.
"Aku bisa sendiri " ucap Hana menolak.
"Sudah diam aja. Dijamin penampilan kamu beda." ucap Kevin.
"Terserah kamu aja deh. Yang penting jangan berantakin rambut aku." ucap Hana mulai memoleskan make up ke wajahnya.
"Oke. Siap Tuan Putri." ucap Kevin tersenyum.
Setelah selesai Hana baru menyadari kalau penampilannya berbeda karena rambutnya dibuat curly samping kanan kiri dikepang dan dicepit menggunakan cepitan bunga bewarna biru sesuai dengan outfit yang Hana pakai.
"Wahh! Cantik banget. Aku nggak nyangka kamu bisa menata rambutku." ucap Hana tersenyum senang.
"Apa kamu tidak suka mewarnai rambut?" tanya Kevin.
"Bagi aku. Rambut warna hitam itu lebih cantik, terlihat natural." jawab Hana.
"Kamu mau ngapain." ucap Kevin.
"Selfie buat kenang kenangan. Nanti aku post di sosmed aku " ucap Hana berjalan ke balkon mengambil pose secantik mungkin.
"Kita selfie bareng yuk?" ajak Hana menarik tangan Kevin ke arahnya.
"Pasang muka imut dong please. Jangan jutek terus, kaku banget kamu selfinya." pinta Hana karena Kevin memasang wajah datar saat ia berselfi bersamanya.
"Kurang imut. Romantis sedikit kenapa jadi lelaki." ucap Hana.
Kevin menempatkan dagunya ke bahu Hana dan memeluknya dari belakang mencium bibir Hana kemudian berselfi.
Beberapa kali Kevin mengambil pose romantis membuat Hana menatapnya lekat nggak menyangka Kevin sangat romantis walaupun wajah datar tapi ketika tersenyum serasa runtuh hatinya berbunga bunga melihat wajah Kevin dari dekat.
"Kita romantis juga yah?" ucap Hana melihat lihat semua hasil fotonya dengan Kevin.
"Sini aku mau lihat." ucap Kevin mengambil ponsel Hana.
"Biasa aja dong. Kamu mau ngapain, Jangan dihapus." ucap Hana duduk di kursi.
"Oke. Ini aku kembalikan." ucap Kevin mengembalikan ke pemilik nya.
"My Prince. Ini kenapa foto jelek kamu posting." teriak Hana sedangkan Kevin segera meninggalkan kamarnya.
"Sudah banyak yang lihat lagi. Tapi masih tetap cantik sih!" gerutu Hana ia menyerngitkan dahinya melihat komen pertama.
"Siapa sih sok kenal banget?" gumam Hana ia merasa tak asing dengan profil fotonya.
Tak lama kemudian handphone Hana bergetar dilihatnya Doni yang tertera di layar handphone.
~>> [[ Hallo? Nona Hana dimana?, Sebentar lagi kita.]] ucap Doni terpotong karena Hana.
~>> [[ Iya saya tau.]] jawab Hana kemudian mematikan teleponnya.
Tutt...Tutt...Tutt.... "Aku cuma mau bilang meeting diundur tiga puluh menit kenapa dimatikan." ucap Doni.
Hana berjalan ke ruangan yang Hana minta untuk meeting online ia berpapasan dengan Alfian dan juga Kevin yang duduk di Sofa tapi tak mengapa sama sekali.
"BABY. Sini sebentar." panggil Kevin tapi tak ada sahutan.
Hana berjalan begitu aja tanpa menanggapi Kevin yang melambaikan tangannya karena ruangannya dekat dengan ruang santai lebetulan Kevin sedang bermain game bersama Alfian.
"Hana kenapa boss. Tidak biasanya." ucap Alfian disela sela permainan game nya.
"Tidak tau. Mungkin dia lagi fokus sama pekerjaan nya, kamu nggak lihat Hana berjalan aja sambil lihat berkas." ucap Kevin mengalihkan pandangan Alfian ia langsung mengalahkan Alfian saat ia terlena.
"Yes. Menang, kamu kalah taruhan." teriak Kevin senang.
"Boss pinter banget kalo soal game. Curang." ucap Alfian menatap Kevin kesal.
"Sesuai kesepakatan tadi kamu harus lari mengelilingi rumahku sepuluh kali." ucap Kevin senang.
"Yahh Boss. Sepuluh kali, apa tidak satu kali aja, rumahmu inikan sangat luas bahkan melebihi rumah orang tuamu." protes Alfian.
"Iya.Tega banget kamu boss." ucap Alfian kesal.
"Selamat menikmati. Ohh iya aku awasi kamu di kamera CCTV, jadi jangan harap kamu bisa kabur." ucap Kevin melambaikan tangan ke Alfian.
"Nyebelin banget kalo tadi aku nggak lengah pasti aku yang menang." gerutu Alfian kesal ia mulai berlari mengelilingi halaman rumah Kevin yang seperti lapangan sangat luas dan asri.
Buat Kevin itu tidak seberapa karena biasanya ia berolahraga di mengelilingi sekitar halaman rumahnya bahkan lebih dari sepuluh kali.
Kevin memang lebih suka berolahraga dirumah ia pernah Nge Gym tapi banyak wanita dan juga Fans yang mengejarnya jadi dia nggak bisa tenang saat berada diluar karena selalu diikuti kemana ia pergi.
Haa...Haa...Haa... "Pasti kulitnya hitam gara gara kepanasan." ucap Kevin disela sela tawanya.
***
"Pak Al?, Kenapa olahraga di jam segini, bukannya cuaca masih panas." tanya tukang kebun yang melihat Alfian ngos ngosan karena sudah beberapa kali ia berlari mengelilingi halaman rumah Kevin.
"Iya. bisa tolong ambilkan minum." pinta Alfian nafasnya naik turun memegangi lututnya yang terasa pegal dan keringat membanjiri tubuhnya.
"Baik pak sebentar. Pak Al?, saya kedalam dulu nanti biar bik Yanti yang mengantarkan minuman kesini." jawab tukang kebun buru buru masuk lewat pintu belakang.
"Terima Kasih pak." ucap Alfian.
Sedangkan Kevin ia melangkah kan kakinya ke ruang kerja.
"Aku baru ingat. Tadi Doni bilang ada acara fashion show, apa Hana punya perusahaan sendiri, tapi dimana?" ucap Kevin bertanya pada diri sendiri.
Kevin memilih membuka ponselnya kemudian ia melihat galeri tersenyum.
"Aku mau lihat bagaimana reaksi Hana nanti." ucap Kevin mengunggah foto saat dia mencium bibir Hana ke akun pribadinya.
BERSAMBUNG