Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
63. Selalu Ada Disisimu



Mereka setelah melakukan pemeriksaan masing masing kemudian dipindahkan ke Ruang rawat inap diruangan yang sama.


Akan tetapi Hana masih melakukan Ct Scan tulang belakang walaupun kelihatan sepele tapi Alfian menyuruh Hana melakukannya sebenarnya Hana awalnya menolak tapi karena Alfian terus mendesaknya menurut Hana terlalu berlebihan.


"Apa kamu tidak ingat kejadian tadi pagi?" tanya Kwak Hyun pada Kevin yang masih enggan membuka mata karena ia masih merasakan pusing di kepalanya.


"Hei. Kamu ini kan dokter. Kenapa tidak periksa saja?" ucap Alfian menekan.


"Saya memang dokter. tapi ini bukan rumah sakit tempat aku bekerja, jadi tidak bisa sembarangan disini." ucap Kwak Hyun penuh penekanan.


"Ya sudah sana. Panggil dokter yang menangani Kevin?" ucap Alfian seperti mengusir Kwak Hyun.


"Siapa kamu beraninya menyuruhku." ujar Kwak Hyun tak terima karena Alfian menarik tangannya mereka ada didepan pintu.


"Kamu itu pikun atau pura pura amnesia. Perkenalkan nama saya Alfian Aldi Fahri." ucap Alfian mengulurkan tangannya.


"Kenapa bukan kamu?" ucap Kwak Hyun menggantung karena sudah dipotong oleh Kevin.


"Siapkan surat pengunduran sekarang juga." teriak Kevin dari dalam.


Alfian dan juga Kwak Hyun sudah tau apa maksud perkataan Kevin mereka memilih diam sedangkan Kwak Hyun pergi menemui dokter meninggalkan Alfian.


"Kamu mau kemana?" tanya Alfian tanpa suara menatap Kwak Hyun tajam ingin mengejarnya Kevin memanggil nya.


"Al?"panggil Kevin dari dalam.


"Dasar pengecut." umpat Alfian kesal sedangkan Kwak Hyun pergi dengan senyum mengejek.


"Al?, Alfian." panggil Kevin keras Alfian langsung buru buru masuk.


"Iya Boss. Ada apa?" tanya Alfian gugup.


"Dimana Hana. Kenapa dia tidak ada disini?" tanya Kevin.


"Hana masih melakukan pemeriksaan tulang belakang." jawab Alfian.


"Apa separah itu?" tanya Kevin lagi.


"Menurut laporan dari dokter. Hana tidak boleh melakukan aktivitas selama satu bulan penuh, Dan selanjutnya Hana tidak boleh melakukan aktivitas terlalu berat selama masa pemulihan." jawab Alfian menjelaskan.


"Antarkan aku kesana." ucap Kevin bangun dari tidurnya tapi ia tidak bisa bangun karena masih lemas.


"Boss. Jangan kemana mana dulu, sebenar lagi Hana akan dipindahkan ke ruangan ini." ucap Alfian.


"Apa aku tidak bisa melihat Hana. Kamu lupa dia Istriku." ucap Kevin keras kepala memaksa bangun tapi ditahan oleh Alfian.


"Lepas nggak. Sudah bosan kamu bekerja denganku." ucap Kevin Kesal menghempaskan tangan Alfian.


"Tenang dulu kenapa Boss?" ucap Alfian bingung.


Tak lama kemudian dokter datang bersama suster untuk memeriksa keadaan Kevin.


"Ada apa denganmu Kevin. Jangan terlalu memaksakan diri, kamu pasti sedang mencari istrimu bukan." ucap Dokter yang tak lain adalah teman dari ayahnya Kevin.


"Paman. Dimana Hana? apa dia baik baik saja, Tolong antarkan aku kesana." tanya Kevin dengan raut wajah khawatir.


"Aku ada disini." ucap seseorang dari depan pintu.


"Hana. Kenapa kamu ada di kursi roda?" tanya Kevin dari brankar.


"Ohh! Aku juga tidak tau. Tapi rasanya susah berdiri jadi dokter menyarankan agar sementara waktu aku di kursi roda ini." jawab Hana menghampiri Kevin ia didorong oleh suster.


"Kamu tidak usah khawatir Kevin. Itu efek dari Hana pinggang nya terkilir, bisa berbahaya kalau istrimu memaksakan bergerak dulu." ucap Dokter Carlos ia berparas bule tapi bisa berbahasa indonesia.


"Apa yang dilakukan istriku. Setelah dia terjatuh tadi, kamu bisa jelaskan Alfian?" tanya Kevin menatap Alfian.


"What? Kamu menyuruhnya berjalan begitu. Kamu biarkan Hana jalan sendiri." ucap Kevin marah.


"Sorry boss." ucap Alfian menunduk.


"Sudahlah Kevin. Aku juga tidak apa apa, sekarang juga baik baik saja, Ingat kesehatan kamu." ucap Hana memegang tangan Kevin lembut.


"Kak Al? Bisa tolong aku. Bantu aku naik keatas." ucap Hana berpaling menatap Alfian.


"Dengan senang hati. Maaf Boss." ucap Alfian pada Kevin yang menatap nya kesal.


Alfian sebenarnya mau memapahnya tapi Hana masih lemas tidak bisa berdiri tegak akhirnya Kevin menyuruh nya mengangkat tubuh Hana.


"Hei. Kenapa kamu tidak angkat saja?" tanya Kevin Alfian menatapnya seakan bertanya padanya.


"Baik boss. Maaf Nona." jawab Alfian kemudian langsung mengangkat nya ke brankar.


"Terima kasih Kak Al?" ucap Hana tersenyum.


"Sama sama." ucap Alfian membalas senyumannya.


Kwak Hyun yang cuma melihatnya hanya tersenyum melihat Kevin wajahnya terlihat cemburu.


"Paman. Bagaimana keadaan Hana? Apa harus melakukan operasi." tanya Kevin pada dokter Carlos.


"Istrimu hanya perlu istirahat dan jangan melakukan aktivitas yang berat takutnya nanti akan berbahaya buat Hana?" jawab Carlos menjelaskan.


"Ohh! Terima kasih Paman." ucap Kevin.


"Itu sudah tugas saya sebagai dokter. Kalo begitu paman keluar dulu, ada pasien lain yang ingin aku lihat." ucap Dokter Carlos menepuk bahu Kevin.


Kevin mengangguk dan tersenyum.


"Kalau begitu saya juga mau keluar. Ayo Al? Kita makan, apa kamu tidak lapar." ajak Kwak Hyun merangkul bahunya.


"Ahh! Iya aku juga lapar. Permisi Boss." ucap Alfian kemudian buru buru pergi.


"Tumben akur. Biasanya kalo bertemu selalu ribut." ucap Alfian melihat Hana berbaring membelakangi nya.


"BABY. Apa benar kamu tidak apa apa?" tanya Kevin.


"Hmm?" jawab Hana tidak membalikkan badannya.


"Kok. Hmm?, Aku khawatir lho sama kamu. Apa kamu tidak khawatir sama aku." tanya Kevin.


"Iya." jawab Hana singkat.


"Kamu kenapa sih! Ngantuk? atau bagaimana?" tanya Kevin lagi.


Hana tidak menjawab pertanyaan Kevin.


Kevin yang merasa penasaran turun dari brankar duduk disampingnya tidak lupa membawa selang infusnya.


Dilihatnya Hana membenamkan wajahnya ke bantal dengan menutup dengan kedua tangannya.


"Kenapa? Marah sama aku." tanya Kevin membuka tangan Hana dari wajahnya pelan.


"Kamu menangis. Maafkan aku, aku tidak bermaksud buat kamu terluka seperti ini." ucap Kevin Hana bangun dan langsung memeluk erat Kevin.


"Kalau ada masalah kamu cerita saja. Jangan dipendam sendiri " ucap Kevin membalas pelukannya dan mengusap rambut Hana.


"Aku akan selalu ada disisimu. Susah maupun senang." batin Kevin.


**BERSAMBUNG**