
Hana berteriak tapi tak bisa ia seperti di bungkam saja ia dikarungin didalam jaket besar bahkan hampir menutupi seluruh tubuhnya yang hanya terlihat sedikit kakinya saja.
"Siapa kamu. Lepaskan." teriak Hana ia sudah dibawa ke dalam mobil dengan tubuhnya masih tertutup jaket ia diikat menggunakan sabuk dengan eratnya sampai dirinya tidak bisa bergerak hanya menghentakan kedua kakinya.
Kemudian Hana di kaitkan dengan salt belt yang sengaja dieratkan supaya tidak bisa bergerak kemana mana.
Mobil yang ditumpanginya sangatlah kencang membuat Hana tak bisa berpegangan.
Hana berusaha melepaskan jaket yang menutupi wajahnya tapi nggak bisa.
Sedangkan Doni yang baru saja datang ia celingukan mencari Hana kesana kemari tapi tak ada malah Doni bertemu dengan Axton Bert yang baru saja keluar dari pintu keluar restoran.
"Tuan. Maaf sebelumnya saya mau bertanya, anda cuma sendiri, dimana Nona Hana, bukannya tadi bersama dengan anda." tanya Doni menundukkan kepalanya ke Axton Bert.
"Saya tidak tau. Kamu cari saja sendiri." jawab Axton Bert menyenggol bahu Doni kemudian menyelonong pergi.
Doni dibuat kesal dengan sikap Axton Bert kalau bukan dia klien Hana sudah ia lempar dengan sepatu yang sudah ia lepas.
"Orang macam apa dia. Dasar aneh, tidak ada sopan santun sama sekali." ucap Doni memakai kembali sepatunya menarik nafasnya dalam kemudian dikeluarkan dengan kasar.
"Jabatannya boleh tinggi. Tapi ahlak nya sangat rendah, sombong banget." gerutu Doni kesal.
Doni menghubungi ponsel Hana aktif tapi tidak diangkat ia mencoba menghubungi lagi tapi tidak nyambung ia mencoba berjalan menelusuri restoran tetap tidak ada juga.
*****
"Hei. Aku tanya sekali lagi. Siapa kamu?" teriak Hana memukul punggung orang yang membopongnya seperti karung beras.
Jaket yang menutupi wajahnya dibuka baru Hana ingin melihat siapa yang telah menculiknya tapi ia tiba tiba di bius dari belakang membuat Hana langsung pingsan.
"Aduh. Kepalaku kenapa pusing sekali, Aku ada dimana?" ucap Hana melihat sekelilingnya suasananya begitu asing buatnya.
Hana kembali mengingat ingat terakhir kali sebelum ia berada di sana.
"Bajuku. Siapa yang sudah melakukan ini, aaaaaaaaa." ucap Hana kemudian berteriak kencang sampai menggema di kamar itu.
Hana melempar semua barang barang yang ada di dekatnya ia seperti kesetanan saja.
Segera Hana berjalan ke arah pintu tapi tidak bisa dibuka membuatnya semakin panik menggedor pintu dengan kerasnya.
"Hei. Siapa diluar, kalau berani sini hadapi aku, jangan cuma beraninya dari belakang saja." teriak Hana dari dalam.
Tiba tiba saja pintu terbuka alangkah kagetnya ketika Hana melihat siapa orang yang ada di depannya.
"Good Morning BABY." ucap Kevin tersenyum ke arah Hana seakan tidak terjadi apa apa.
"My Prince. Jadi kamu, Crazy." ucap Hana memegang keningnya beralih memukul lengan Kevin keras.
"WOW. Ternyata istriku ini sangat kuat, hampir saja aku terjatuh, thanks kamu malah menolongku." ucap Kevin ia terdorong ke belakang kalau saja Hana tidak memegangnya.
Sikap Hana acuh tetap saja masih peduli dengan Kevin walaupun sebenarnya dihatinya sangat kesal ingin sekali memukul orang yang ada di depannya kalau saja bukan Kevin ia sudah tak terkendali.
"Tega banget Kamu. Menculik istrimu sendiri, aku mau pulang." ucap Hana.
Hana berjalan mundur Kevin terus saja maju ke arahnya.
Kevin mendorong tubuh Hana hingga jatuh ke kasur disusul dengan dirinya yang menindih tubuh Hana.
"My Prince. Jangan sekarang, kamu tau kan, a-aku lagi datang bulan." ucap Hana kaget karena Kevin melucuti piyama yang dikenakannya.
Giliran Kevin yang melepas pakaian dan celana yang ia pakai sampai terlihat dada tubuh six pack menyisakan celana boxer saja.
Hana dibuat tercengang apa yang dilakukan oleh Kevin padanya ia sekarang benar benar tidak bisa kemana mana.
Tubuhnya terkunci Hana berusaha pergi tangannya mendorong kuat dada Kevin tapi ia malah semakin susah untuk melarikan diri.
"Kamu sengaja berbohong padaku. Semalam aku mengganti bajumu, tapi ternyata kamu tidak sedang datang bulan, kamu harus bertanggung jawab." ucap Kevin.
Mulai mencium bibir Hana beralih turun ke leher tidak lupa ia meninggalkan bekas di leher dan da** Hana sampai memerah dan melepas tali bra yang digunakan Hana.
Sebelum memulai aksinya Kevin memainkan kedua benda kenyal seperti gunung kembar sampai pemiliknya merasa geli karena Kevin sengaja bermain dengan mulutnya seperti seorang bayi yang sedang menyusu pada ibunya.
Sedangkan Hana tidak bisa apa apa lagi kedua tangannya dicekal oleh Kevin begitu erat akhirnya ia lelah karena terus berontak tapi usahanya sia sia.
Kevin seperti serigala yang kelaparan sehingga Hana membuat nya kewalahan disaat junior Kevin masuk kedalam kandangnya yang masih sempit ia menahan rasa perih tapi bagaimana lagi tidak mungkin menolak keinginan suaminya.
"My Prince." ucap Hana ia menggigit bibirnya sendiri tapi ia sangat menikmati setiap sentuhan yang di berikan Kevin.
"Maaf BABY. Apa sakit?" tanya Kevin dijawab anggukan dari Hana.
"Nggak apa apa. My Prince, lanjutkan saja, Nanggung tau." jawab Hana membuat Kevin tersenyum ia melanjutkan aksinya walaupun awalnya junior miliknya sudah masuk tapi akhirnya berhasil juga.
"Sexy. Jangan salahkan aku, Kamu sendiri yang menggodaku." ucap Kevin junior miliknya sudah menyatu dengan milik Hana.
"Keluarkan saja BABY, jangan ditahan. Bersiap siaplah setelah ini aku akan menanam benih cinta kita." ucap Kevin
Mengalungkan tangan Hana ke lehernya dan mulai menghentakaan sembari tangannya meremas *********** dan yang satunya berada dibelakang bawah perut ia mengeratkan kembali persatuan mereka.
Hana mulai mendesah rasa gairah mereka semakin membara tak peduli keringat yang bercucuran.
Entah berapa ronde mereka melakukannya Kevin terus saja tidak mau berhenti sampai tubuh Hana terasa lemas baru ia menghentikannya.
"Apa Kamu capek?" tanya Kevin kemudian mengecup dahi Hana.
"Tidak. Capeklah, aku mau ke kamar mandi dulu." ucap Hana bergegas pergi ia menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
Kevin tersenyum puas tapi ia juga kasihan melihat Hana yang terlihat lemas sampai jalan saja sangat pelan.
•
•
•
BERSAMBUNG