Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
144. Sebuah Rencana



Di Ruang Makan


Suasana begitu hening tanpa ada suara karena Hana masih merasa malu dan juga kesal dengan Kevin.


Lee Tae Yeong sedari tadi hanya melihat mereka yang diam satu sama lain.


Biasanya dimanapun mereka berada selalu heboh itu karena Kevin yang senang sekali menggoda istrinya sampai kesal.


"Kalian kenapa?" tanya Lee Tae Yeong sembari mengunyah makanannya.


Bukannya jawab tapi malah Kevin dan Hana pergi meninggalkan nya sendiri.


"Hei. Honey, Tuan Sombong?" panggil nya mengejar mereka yang ada di halaman rumah Kevin.


"Sial. Apa mereka marah sama aku, main pergi saja, terus aku disini sendirian gitu, nggak asyik banget." gerutu Lee Tae Yeong kesal ia sudah pergi meninggalkan rumahnya.


Didalam mobil


*****


"My Prince. Kasian juga kak Tae Yeong, dia kelihatan sangat kesal." ucap Hana.


"Sudah. Biarkan saja, kita diamkan dia sampai kata maaf keluar dari mulutnya langsung." ucap Kevin tersenyum.


"Tapi kan kak Tae Yeong tidak sengaja. Walaupun begitu aku juga masih kesal dengannya." ucap Hana cemberut.


Kevin tidak pernah tau apa Hana punya kantor sendiri karena tak pernah bercerita dengannya, mau bertanya tapi selalu lupa.


"BABY, kamu selalu berangkat bekerja. Tapi aku tidak pernah tau kantor mu dimana? tidak mungkin kan nggak punya." tanya Kevin penasaran setiap kali Hana meeting selalu di Cafe atau restoran.


"Ada. Tapi di luar." jawab Hana menggantung.


"Ya diluar. Ya masa di dalam rumah, biar aku antar kamu kesana, sekalian mau lihat sebagus apa kantormu." ucap Kevin bersemangat padahal dirinya sendiri ada meeting.


Hana menggeleng tak mau ia minta Kevin mengantarkannya ke Cafe miliknya.


"Kamu antarkan aku ke Cafe saja. Lagi pula kantorku jauh, bukan disini, butuh waktu untuk pergi kesana, Doni yang mengurusnya selama ini." pinta Hana tapi Kevin masih penasaran ingin tau dimana sebenarnya kantornya Hana.


"Jauh dimana? luar kota. Itu bisa diatur, ayo kita kesana, aku akan membatalkan meeting bersama Klien, biar Al saja yang handle." ajak Kevin lagi Hana tetap tidak mau.


"My Prince. Kantorku bukan di luar kota, tapi luar negeri, ada di korea dan jepang." jelas Hana tersenyum kaku menatap suaminya yang terlihat tak percaya.


Mobil berhenti tepat di depan Cafe. Hana ingin turun tapi tangannya dicekal olehnya.


"Kalau boleh tahu. Nama perusahaan kamu apa?" tanya Kevin masih penasaran.


"HSY GROUP. Ada yang ingin kamu tanyakan lagi." jawab Hana.


Kevin menggeleng tapi masih mencekal tangan Hana ia kemudian menariknya dalam dekapannya mencium bibir istrinya dengan pintu mobil sedikit terbuka sehingga ada karyawan Cafe Hana tak sengaja melihatnya.


Apalagi yang ada bersamanya adalah seorang aktor yang terkenal tapi sudah tidak beraktifitas syuting lagi.


Kebetulan disana juga ada pelanggan Cafe yang sengaja memotret dari arah samping dan langsung kemudian memposting di sosial medianya.


"Aku masuk dulu. Good Morning?" ucap Hana buru buru keluar ia sebenarnya ingin mencari orang yang baru saja mengambil gambar tanpa seizinnya.


"BABY, buru buru sekali. Lima menit lagi, aku harus sampai ke kantor." panggil Kevin belum juga sempat membalas lambaian tangan dari Hana ia sudah harus bergegas pergi dari sana.


Para karyawan melihat bossnya datang memberi hormat dengan menundukkan kepalanya dan tersenyum ramah, Hana sangat senang hati membalasnya karena ia murah senyum tidak membedakan siapa dan siapa.


"Nona Hana. Anda cari siapa?" tanya Tomi manajer Cafe melihatnya celingukan mencari sesuatu.


"Kamu lihat tidak. Perempuan yang tadi duduk disini, memakai baju putih dan celana jeans dan topi baret dikepala nya warna hitam." ucap Hana masih celingukan.


"Perempuan yang mana Nona. Itu bukan." tunjuk Tomi ke arah pintu keluar Cafe dengan langkah yang tergesa gesa.


Hana melihatnya ingin mengejar tapi keburu Doni datang bersamaan dengan klien yang berjalan ke arahnya.


"Nona Hana. Kenapa tidak masuk, udaranya dingin, anginnya juga kencang." sapa Doni berkata pelan disamping Hana.


"Iya. Aku baru saja sampai, sā kite kudāi." ucap Hana beralih ke klien dengan bahasa jepang mempersilahkan masuk ke dalam Cafe dijawab anggukan olehnya.


Doni merasa heran kenapa tiba tiba Hana bisa berbahasa jepang, padahal sebelumnya belajar saja tidak mau apalagi memperdalam.


"Sejak kapan Nona bisa bahasa jepang." tanya Doni ketika Hana fasih berbahasa asing karena itu tidak terbiasa.


Mereka sudah selesai dan menjabat tangan masing masing tanda persetujuan dari pihak keduanya.


"Arigatogozaimasu. Glad to word with you." ucapnya berterima kasih karena sudah mau bekerja sama dengannya.


"Onaji sā?, I will take you to the front." jawab Hana membungkukkan badannya.


Doni masih tak percaya apa yang sudah ia dengar, biasanya juga ia yang menerjemahkan ke Hana, tapi kali ini berbeda.


"Doni. Antarkan aku ke kantor suamiku sekarang. Kamu tidak ada pekerjaan kan setelah ini." titah Hana diangguki Doni.


"Tidak ada Nona. Saya akan siapkan mobil dulu, tadi parkinya agak jauh soalnya, Cafe anda penuh sekalim" jawab Doni bergegas ke parkiran.


*****


Hana berniat membawakan suaminya makan siang tapi Kevin tidak ada diruangan nya ia ditemani Doni yang selalu menjaganya kemanapun melangkah.


"My Prince. Lho! kok tidak ada, kata sekertaris nya dia berada di ruang kerjanya, pergi kemana?" gumam Hana melirik ke Doni menatapnya bingung.


Setelah masuk terlebih dalam lagi Hana mendengar ada suara di balik balkon terdengar dari dalam dan ternyata Kevin berada di sana bersama seseorang ntah siapa hanya terlihat punggungnya saja.


"Rencanamu berhasil. Menghancurkan perusahaan milik Lee Yoo Joon, keluarga mereka benar benar hancur, dan sekarang jatuh miskin, bagaimana dengan nasib Hana, apa kamu cinta sama dia, sepertinya cintanya sangat dalam kepadamu" ucap seseorang itu sedangkan Kevin tersenyum puas.


"Cinta. Aku tidak pernah mencintainya, semua itu kulakukan hanya pura pura saja, tidak lebih, tinggal hitungan jari hidupnya akan benar benar menderita, karena laki laki yang dicintainya pergi bersama wanita lain, Haa...Haa...Haa." ucap Kevin tertawa puas ia tidak tau kalau Hana berada disana mendengarnya.


Meninggalkan makanan yang akan diberikan ke Kevin di atas meja kerjanya.


.............................


BERSAMBUNG***