Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
107. Kabar Tak Mengenakkan



Tak terasa selama empat hari Kevin dan Hana liburan sekaligus bulan madu kini mereka sudah berada di bandara menuju kepulangannya.


Sesampainya di bandara mereka sudah disambut oleh Lee Tae Yeong yang menatap ke arah Kevin dengan tajam.


"My Prince, itu bukannya. Kak Tae Yeong." ucap Hana kemudian beralih memanggil Lee Tae Yeong berlari menghampirinya.


"BABY. Jangan lari." teriak Kevin mengikutinya dibelakangnya menarik tangan Hana dalam dekapannya.


"Honey?" panggil Lee Tae Yeong menarik tangan Hana ia memeluknya menjauhkan dari Kevin.


Kevin ingin meraih tangan Hana tapi dengan segera Lee Tae Yeong menyembunyikan di belakangnya.


"Apa yang kamu lakukan. Kembalikan istriku." ucap Kevin dengan nada tinggi.


"Honey. Aku ingin bicara berdua dengan Tuan Sombong ini, kamu masuk ke mobil dulu." ucap Lee Tae Yeong membukakan pintu mobilnya.


"Baiklah. Tapi kalian jangan bertengkar." ucap Hana sebelum memasuki mobil ia menatap Lee Tae Yeong seperti sedang menahan amarah.


"Yordan. Kamu antarkan Hana ke rumahku." titah Lee Tae Yeong pada asistennya.


Kevin ingin menghampiri Hana tapi tangannya dicekal oleh Lee Tae Yeong.


"Hai Lee, maksudmu apa? dia istriku. Apa yang akan kamu lakukan padanya." tanya Kevin ia menghempaskan tangan Lee Tae Yeong.


Menoleh ke samping tapi mobil yang ditumpangi Hana sudah tidak ada.


"Ikut denganku sekarang." ucap Lee Tae Yeong


Mendorong tubuh Kevin ke dalam mobil bersama dirinya kemudian ia menyuruh anak buahnya memukul tengkuk punggung Kevin keras sampai tak sadarkan diri.


Karena didalam mobil Kevin terus memberontak dan ingin keluar dari mobilnya.


"Kerja bagus. Kita ke markas sekarang." titah Lee Tae Yeong pada anak buahnya yang sudah berada di dalam mobil.


Sedangkan Hana ia terus menghubungi Lee Tae Yeong beberapa kali tapi ponselnya tidak aktif.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa harus menahan Kevin coba, ini juga handphone Tae Yeong dan Kevin tidak aktif. Aneh banget." gerutu Hana ia sangat khawatir dengan Kevin takutnya Lee Tae Yeong melakukan hal yang tidak diinginkan.


Karena Kevin dan Lee Tae Yeong keduanya sangat emosional ia sampai mondar mandir di depan pintu rumah Kevin.


*****


Di dalam ruangan kosong dan gelap Kevin samar samar membuka matanya ia memegang punggungnya yang sakit akibat pukulan yang didaratkan padanya.


Lee Tae Yeong membuka pintu ia menghampiri Kevin kemudian ia mengeluarkan sebuah foto dua orang perempuan sangat mirip seperti ibu dan anak melemparkan pada Kevin.


Kevin menatap Lee Tae Yeong tajam setelah melihat foto yang diberikan kepadanya.


"Apa kamu kenal dengan mereka?" tanya Lee Tae Yeong.


Kevin terdiam tak bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh Lee Tae Yeong padanya.


"Apa tujuanmu menikah dengan Hana." tanya Lee Tae Yeong membuat Kevin menoleh kerahnya ia kembali menatap Lee Tae Yeong tajam.


"Siapa yang sudi punya adik sepertimu.Tuan sombong, kenapa aku dilahirkan di rahim yang sama denganmu oleh wanita kejam itu." ucap Lee Tae Yeong


Sedangkan Kevin menatapnya heran apa arti ucapan Lee Tae Yeong padanya.


"Apa maksud perkataanmu barusan. Aku dilahirkan di rahim yang sama denganmu." tanya Kevin meraih kera baju Lee Tae Yeong.


Akhirnya Lee Tae Yeong menjelaskan bahwa dia itu saudara kembar Kevin yang dulu di jual pada seorang ketua mafia ternama di Eropa ditukar hanya demi uang waktu ia masih bayi.


Lee Tae Yeong mengetahui itu semua dari almarhum ayah angkatnya yang dulu dibunuh oleh musuhnya sendiri yang awalnya bersahabat tapi menusukkan dari belakang demi kekuasaan.


Berbeda dengan Kevin dia dibesarkan oleh ibu kandungnya walaupun di sia siakan dan akhirnya ditinggalkan setelah ayahnya meninggal dan Mi Kyong Seok berselingkuh dengan Ayah kandung Hana.


Kevin sangat terkejut mendengar apa yang dijelaskan oleh Lee Tae Yeong ia tidak percaya dan tidak mengaku kalau Kevin bukan anak dari Fadly dan Sinta pengusaha sukses di negara Asia.


"Omong kosong. Kamu pikir aku percaya denganmu, mana ada kembar tapi wajah kita tak sama. Hah!nggak lucu, ooh! aku tau kamu pasti salah satu fans aku dan sangat berharap bisa bersaudara denganku, jangan bermimpi, itu tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun." ucap Kevin penuh penekanan berlalu pergi dengan mata berkaca kaca.


Lee Tae Yeong mengejarnya ia mencekal tangan Kevin.


"Lepaskan. Biarkan aku pergi, aku bukan saudara kembarmu, sudah jelas kamu dilahirkan di keluarga dari seorang mafia yang kejam." ucap Kevin menghempaskan tangan Lee Tae Yeong kasar.


"Kembalikan tasku. Jauhi Hana, jangan dekat pernah dengannya lagi." ucap Kevin menghampiri Lee Tae Yeong ia mengambil tasnya yang ada padanya.


"Kevin, dengarkan aku. Sekarang memang tidak ada buktinya tapi nanti aku buktikan padamu." ucap Lee Tae Yeong.


Kevin menghubungi Gino untuk segera menjemputnya ia juga sudah share location padanya.


Sepuluh menit kemudian Gino datang langsung menghampiri Kevin yang menunggunya disana tepatnya di pinggir jalan.


"Tuan. Apakah anda menunggu lama?" tanya Gino Abraham asisten Kevin yang lain.


"Tidak. Kita jalan langsung saja, kamu antar saya ke rumahku." jawab Kevin.


Sesampainya di rumah Kevin sudah disambut oleh Hana yang menunggunya didepan pintu rumah langsung menghampiri Kevin yang berjalan ke arahnya.


"My Prince. Kamu sudah pulang, apa yang kamu bicarakan pada kak Tae Yeong, sepertinya serius, apa ada hal yang penting?" tanya Hana ia memeluk suaminya dari depan dan kepalanya mendongak ke atas menatap Kevin dalam.


"Kenapa kamu tidak masuk. Angin sore begini tidak baik untukmu, Ayo!" ajak Kevin merangkul bahu Hana.


Sampai di dalam Kevin langsung menyuruh Hana mandi sedangkan dia mandi di ruangan kerjanya karena disana juga ada kamar mandi dan juga baju ganti.


"My Prince. dimana dia?" panggil Hana ia mencari suaminya dan ternyata berada di dapur sedang memasak makan malam untuk mereka.





BERSAMBUNG