Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
117. Suami Yang Baik



"Lee. Sedang apa kamu disini?" tanya Kevin menatap Lee Tae Yeong tajam.


"Menjenguk kalian lah! ternyata. Kebetulan aku juga dari bandara, ehh! ketemu sama Papa Fadly, dan Mama Sinta diluar dan juga kalian." jawab Lee Tae Yeong santai ia duduk di ujung kasur.


Sedangkan Hana ia sibuk merapikan bajunya kembali karena sangat berantakan tapi masih berada di pangkuan Kevin.


"Honey. Sampai kapan kamu berada di posisi itu, Ayo turun! betah banget disana." ucap Lee Tae Yeong ingin menghampiri mereka tapi Hana menahannya.


"Kak Tae Yeong. Bisa minta tolong keluar dulu nggak." pinta Hana langkah kaki Lee Tae Yeong berhenti.


"Hei. eApa kamu nggak dengar, istriku bilang apa? sana keluar. Ganggu aja deh! lagian siapa lagi yang mengizinkan kamu masuk." ucap Kevin teramat kesal.


"Mama Sinta, oke. Aku keluar, galak banget dasar Tuan Sombong?" ucap Lee Tae Yeong melangkah keluar tapi ia balik lagi.


"Upss. Maaf ganggu yah! aku cuma mau ambil ini." ucap Lee Tae Yeong memperhatikan handphone yang sengaja ia tinggal di kasur.


Rasanya Kevin ingin sekali memukulnya dari belakangnya tapi ia ditahan oleh Hana.


"Sudahlah. Tidak usah diladeni, kalian ini apa nggak capek bertengkar terus, ayo kita keluar, Mama sama Papa pasti sudah nungguin dibawah." ajak Hana berjalan sambil merangkul pinggang suaminya mesra.


Sesampainya di bawah mereka sudah di sambut oleh Lee Tae Yeong yang sudah berada di pinggir mobil Kevin melihat ke arah mereka dengan senyumannya.


"Lama banget. Kalian ngapain aja didalam." ucap Lee Tae Yeong ia melihat ke arah leher Hana yang memakai kalung sampai berkilau di matanya.


"Kalung baru yah! pasti harganya mahal, sampai silau mataku. Cantik banget apalagi kalau yang pakai kamu, aura nya semakin bersinar." ucap Lee Tae Yeong tersenyum ke arah Hana ia mengedipkan sebelah matanya genit.


Membuat Kevin yang melihatnya sampai menutupinya dengan satu tangannya kemudian di tekan ke belakang.


"Apaan sih! kasar banget suamimu Honey, kalau aku jatuh bagaimana? apa dia mau bertanggung jawab. Atau wajahku yang tampan ini bisa lecet karena ulahnya." ucap Lee Tae Yeong mengadu ke Hana dengan wajah memelas.


"Dasar lebay. Matamu kenapa? cacingan atau kurang gizi." ucap Kevin menyeringai.


"My Prince. Kamu masuk ke mobil dulu, aku masih ada urusan sebentar sama kak Tae Yeong?" ucap Hana.


Sedangkan Kevin mengiyakan ucapan istrinya ia berjalan sambil menyenggol bahu Lee Tae Yeong keras sampai si pemilik tubuhnya bergeser tempat.


"Sebentar aja yah! ingat jangan lama lama. Kamu tau sendiri akibatnya, lima menit saja nggak lebih." bisik Kevin kemudian beralih menatap Lee Tae Yeong dari atas sampai bawah.


Sementara Sinta dan Fadly sedari tadi menunggu anak dan menantunya tak kunjung datang.


"Lho Kevin. Simana Hana, kamu tinggalin sendiri, tega banget jadi suami." tanya Sinta pada Kevin yang baru saja datang.


Kevin mengarahkan kepalanya ke arah Hana dan Lee Tae Yeong yang tak jauh dari mobil yang mereka tumpangi.


"Papa lihat Hana sangat dekat dengan Lee, tapi hubungan mereka seperti kakak beradik. Dilihat dari sikap Hana dia sangat menghormatinya, apa kamu cemburu dengannya?" ucap Fadly.


Sedangkan Kevin ia mendengarkan ucapan Papanya tapi tatapan nya masih melihat ke arah istrinya dan Lee Tae Yeong.


"Bukan begitu Pah? tapi sebenarnya apa yang mereka bicarakan. Sampai harus menyuruh Kevin menjauh." ucap Kevin masih fokus dengan tatapan nya itu.


Kevin melihat Lee Tae Yeong terlebih dahulu memeluk Hana seperti ingin pergi kemana aja pelukannya sangat erat bahkan terkesan lama begitu juga Hana membalas pelukannya ia memilih memalingkan muka dan melihat ke pergelangan tangannya sudah lima menit berlalu.


"BABY. Apakah sudah selesai?" tanya Kevin Lee Tae Yeong belum melepaskan pelukannya.


"Kak Tae Yeong?" ucap Hana mendorong tubuh Lee Tae Yeong karena terlalu nyaman jadi ia enggan melepaskan pelukannya.


Kevin menarik tangan Hana membawanya ke dalam dekapannya agar sedikit lebih jauh dari Lee Tae Yeong menatapnya tak suka.


"Good bye Honey. Tuan Sombong, tolong jagain adikku, kita akan berjumpa lagi nanti." ucap Lee Tae Yeong melambaikan tangan kearah mereka tidak lupa ia mengedipkan sebelah matanya.


"Sekarang kamu bisa senang." ucap Hana membuat Kevin menyerngitkan dahinya tak mengerti.


"Kak Tae Yeong mau pergi. Kamu ingin tau kemana? mungkin untuk sementara waktu kita tidak bertemu dengannya." ucap Hana.


"Baguslah. Kalau begitu, jadi tidak ada yang gangguin kita lagi." ucap Kevin tersenyum senang.


"Hmm, kamu ini. Nggak ada simpatinya sama sekali." ucap Hana berjalan terlebih dahulu di depan Kevin ia langsung masuk ke dalam mobil.


Sedangkan Kevin berjalan dibelakangnya ia tersenyum senang menganggap tidak ada lagi yang mengganggunya.


Mereka langsung melajukan mobilnya ke rumah Kevin.


"Akhirnya sampai juga. Pah? kalian menginap di sini dulu yah! kasihan Mama sampai ketiduran, pasti sangat kecapekan." ucap Kevin diangguki oleh Fadly ia segera keluar dan mengangkat tubuh istrinya.


"Kevin. Kamu juga bawa Hana langsung masuk ke kamar, dia juga kelelahan." ucap Fadly sembari mengangkat tubuh istrinya.


"Papa nggak tau aja. Ini sih sudah kebiasaan Hana, kalau habis jalan jalan langsung tidur, sepertinya ia sengaja deh! biar aku yang membopong tubuhnya, sekalipun nggak tidur Hana tetap minta digendong, gak apa apa lah, ini namanya suami yang baik." batin Kevin ia bergegas membawa Hana ke kamar mereka.


"Capek banget. Aku mandi dulu kali yah?" ucap Kevin berjalan ke kamar mandi berendam di bathup untuk merilekskan tubuhnya yang terasa sangat lelah.


Setelah selesai Kevin memilih membuka laptop miliknya ia ingin mengecek keuangan di perusahaan milik keluarganya alangkah terkejutnya ia mendapati data data keluar masuk dengan jumlah yang begitu besar entah kemana hilangnya karena sengaja disembunyikan jadi Kevin tak bisa meretasnya sendiri dan memilih bantuan dari orang lain.


~>> [[ Hallo? saya ada tugas buatmu.]] ucap Kevin menghubungi orang yang ada di dalam ponselnya





BERSAMBUNG