
Pagi Harinya...
Kevin terlebih dahulu bangun bahkan masih terbilang pagi buta karena matahari belum menunjukkan sinarnya.
"BABY. Ayo bangun, kamu mau ikut nggak." ajak Kevin menggoyangkan lengan istrinya beberapa kali.
"Hmm...! ini jam berapa? perasaan masih gelap. Lagipula aku lelah, kamu sendiri aja, atau ajak kak Tae Yeong saja, dia pasti jam segini udah bangun." ujar Hana masih dalam posisi mata terpejam.
"Kamu yakin. Jalan jalan lho! BABY? yah! dia malah tidur lagi." ajaknya lagi tak ada reaksi apapun dari istrinya.
Terpaksa Kevin keluar sendiri untuk jogging tanpa ditemani istri tercinta ia sudah bersiap siap untuk pergi sembari melihat ke istrinya akan bangun dan menemaninya tapi malah semakin terlelap.
Cup... "Good Morning BABY" ucap Kevin mengecup bibir mungil istrinya sebelum pergi.
Hana tersenyum setelah suaminya menutup pintu kamarnya dengan hati hati takutnya ia terbangun padahal ia hanya pura pura tertidur saja karena memang terasa lelah.
"Good Morning My Prince." gumam Hana melirik kemudian memejamkan kembali matanya yang masih teramat mengantuk.
Benar saja di depan rumah Lee berada disana ketika Kevin membuka pintu ia sampai terkejut melihatnya tiba tiba berada tepat saat ia melangkahkan kakinya hampir terpeleset karenanya kalau tidak segera di tolong oleh Lee.
"Selain kaki. Mata juga harus dipakai, aku gak mau disalahkan gara gara kau terjatuh." ujar Lee posisi mereka seakan sedang berpelukan.
Para penjaga disana sampai menahan tawanya melihat hal itu.
Sedangkan Kevin langsung berdiri ia malah membalasnya dengan lirikan mata menusuk apalagi waktu itu Lee pernah menggodanya mengingatnya membuat dirinya geli akan itu.
"Kau mau kemana?" tanya Lee.
Kevin memperlihatkan pakaian ia kenakan dari atas sampai bawah menunjuknya dengan gerakan bola matanya.
"Ooh! pagi pagi begini. Okay! aku temani kau." ujar Lee mengejarnya ke gerbang rumah.
"Up to you!" ujar Kevin menatapnya datar.
Merdeka berdua jogging bersama sesekali ngobrol merasa lelah Lee berhenti karena haus apalagi ia tak membawa air mau gak mau harus meminta kepada Kevin.
"Tuan Sombong? cepat sini." panggil Lee ngos ngosan.
"Apa sih?" tanya Kevin menghampiri nya.
Tanpa basa basi Lee langsung mengambil botol berisi air mineral lalu ia menghabiskannya.
"Woy! kau ini rakus sekali. Setidaknya sisakan sedikit untukku." ujar Kevin kesal menendang kaki Lee pelan.
"Emm...! sorry. Lega rasanya tenggorokan ku, thanks yah! ayo...!" ajak Lee mengusap lehernya kemudian menarik tangan saudara kembarnya.
"Kemana? sebaiknya kita pulang. Hana pasti..." ucap Kevin belum selesai tangannya sudah ditarik begitu saja.
Lee menyadari kalau mereka di buntuti oleh beberapa orang yang menyamar sebagai warga Paris.
"Ada apa denganmu?" pinta Kevin berlarian mengikutinya dan bersembunyi di balik gang kosong tidak ada jalan keluar disana.
"Sial. Kita terjebak" umpat Lee mengacak acak rambutnya.
Kevin bingung menatap aneh saudara kembarnya dan tiba tiba saja ada peluru mengarah padanya ia segera menghindar sembari mendorong tubuh Lee hingga terjatuh bersama siku lengannya sampai terpentak ke tembok hingga terasa nyeri seketika.
"Bajingan bajingan itu masih saja berani mengganggu ketenangan orang. Tanganku terasa gatal ingin segera menghajar." ucap Kevin geram mengepalkan tangannya erat pandangan matanya menatap tajam.
"Dasar pengecut. Kau laki laki kan, kita hadapi mereka sekarang, tanganku semakin terasa gatal." ujar Kevin.
Lee menepuk jidatnya sendiri saudara kembarnya memang sangat keras kepala ia mencari cara agar berhasil membujuknya.
"Honey?" gumam Lee.
"Kau yakin ingin melawan orang sebanyak itu sendiri. Kalau aku sih! no, Hana kirim pesan kalau dia perutnya sakit." ujar Lee lagi.
"Hah! apa dia mau melahirkan." gumam Kevin panik apalagi menyangkut keluarganya.
"Mungkin. Sakit sekali katanya." seru Lee semakin memanaskan suasana.
Kevin dengan segera menaiki punggung yang sudah diselenggarakan tanpa izin dari sang pemilik terlebih dahulu ia sekarang berada diatas bersiap siap untuk melompat ke bawah disusul oleh Lee.
"Kau punya sopan santun nggak sih! dikira punggungku pijakan tangga." gerutu Lee kesal memegangi kedua bahunya.
"Banyak bicara. Ayo pergi sekarang, kita tak ada waktu untuk mengobrol." ajak Kevin berlari terlebih dahulu meninggalkan nya ia berhenti karena bingung harus pergi kemana kanan atau kiri.
"Hey! mau apa kau kesana? bertemu mereka lagi." panggil Lee menarik cindung hoodie Kevin sehingga berjalan agak miring.
Disisi lain Hana mondar mandir menggigit kuku jarinya menunggu kedatangan suaminya hingga siang hari belum pulang juga.
"BABY. Kamu kok malah disini, ayo kerumah sakit sekarang." tiba tiba saja Kevin datang menuntun istrinya untuk masuk kedalam mobil.
"Siapa yang sakit? kamu atau kak Lee?" tanya Hana tak mengerti.
"Bukannya bayi kita akan segera keluar." ujar Kevin.
"Maksudmu melahirkan. Air ketuban nya aja belum ada, bagaimana bisa? tenangkan dirimu, sebenarnya ada apa? hemm...! ini pasti ulah kak Lee?" ucap Hana melirik tajam ke arahnya ucapannya.
Diruang makan...
Semua orang tertawa mendengar cerita dari Lee akan ketakutan Kevin ketika satu mobil dengannya.
"My Prince. Ada apa denganmu? kita gak bermaksud kok! jangan marah yah!" bujuk Hana disaat suaminya menatapnya sendu.
Wajah Kevin berubah setelah menerima sebuah pesan singkat dari seseorang.
"Tuan Sombong. Kau kenapa? wajahmu terlihat pucat." seru Lee ikut terkejut ketika ia diperlihatkan oleh Kevin.
Hana kebingungan ia penasaran segera mengambil ponsel suaminya, seketika air matanya mengalir deras membasahi kedua pipinya, perasaan nya bercampur aduk jadi satu.
"Ayah. Apa yang terjadi denganmu, pasti ini karena ulah perempuan itu." ucap Hana merasa geram.
"BABY. Tunggu dulu, kamu mau kemana?" panggil Kevin mengejar istrinya ke kamarnya.
"Nak Lee? sebenarnya ini ada apa? kamu bisa jelaskan semuanya pada kami." tanya Fadly menatap istrinya menunggu jawaban darinya.
Hiks...Hiks...Hiks...
"Tenang lah. Semuanya akan baik baik saja, ingat baby junior kita juga ikut sedih." ucap Kevin menghibur istrinya ia mengusap air mata yang terus menerus mengalir.
Bersambung...