
"Kamu nggak perlu merapikan rambutku." ucap Kevin melihat wajah Hana dekat karena Hana harus berjinjit agar tingginya sepadan dengan Kevin.
"Nggak apa apa. Nah! ini kan ganteng." ucap Hana tersenyum.
"Selamat Siang Tuan." ucap Satpam itu ramah.
"Annyeonghaseyo." ucap Hana dalam bahasa korea membungkukkan kepalanya.
"Kamu bisa bahasa korea?" ucap Kevin melihat Hana.
"Apa aku terlihat seperti bukan orang Korea. Lihat wajahku cantik, imut, kulitku putih glowing mirip kan sama artis korea." ucap Hana menyangga tangannya kedagunya memasang wajah imutnya.
"Mirip dari mana?" ucap Kevin berjalan mendahului Hana.
"Puji sedikit kenapa. Pelit banget jadi orang." teriak Hana menyusul Kevin mengekor dari belakangnya.
"Kevin. Tunggu, langkah kamu terlalu panjang, seperti jerapah." panggil Hana berjalan kewalahan karena Kevin langkahnya sangat cepat.
"Jangan bawel." ucap Kevin berhenti terus mencubit pipi Hana hingga memerah setelah itu kembali melanjutkan langkahnya.
"Kevin. Sakit." teriak Hana melengking membuat Kevin segera menutup telinganya.
"Kecilkan volume suaramu. Telingaku sakit karena teriakan kamu." seru Kevin kesal.
"Salahmu sendiri." ucap Hana jutek melipat kedua tangannya.
"Kamu itu kalau ada orang ngomong selalu membahas." ucap Kevin memegang keningnya pusing berbicara dengan Hana.
"Ya. Itulah aku." ucap Hana tersenyum cantik.
"Ayo ikut!" ajak Kevin menarik tangan Hana.
"Kita beneran kesini. Aaaaaaa." ucap Hana menjerit takjub melihat Ice Skating didalam Mall.
"Hana. Saya bilang jangan berteriak, norak tau nggak " ucap Kevin menatap tajam Hana.
"Biarin aja. Yang penting bahagia." ucap Hana melompat lompat kesenangan.
"Ayo kita ganti baju dulu. Nanti kedinginan didalam sana." ajak Kevin kepada Hana untuk berganti baju.
"Ganti baju. Sama siapa?" tanya Hana bingung.
"Sama siapa lagi kalau bukan aku." jawab Kevin membuat Hana kaget.
"What? Kita itu berbeda. Kamu laki laki aku perempuan." ucap Hana menolak.
"Mbak. Tolong antarkan wanita cerewet ini ke ruang ganti." ucap Kevin kepada salah satu pelayan wanita di Mall tersebut.
"Baik Tuan." jawab pelayan tersebut menunduk dan kemudian mengantar Hana untuk ikut dengannya.
"Aneh sekali cara berpikirnya. Negatif terus sama aku, heran." ucap Kevin berjalan memasuki ruang ganti pria.
Setelah beberapa menit kemudian Hana dan Kevin keluar dari ruang ganti masing masing.
"Kevin. Bagaimana? aku sudah cocok belum menjadi pemain Ice Skating handal." ucap Hana menggerakkan badannya menyenggol bahu Kevin.
"Cocok." ucap Kevin mengiyakan agar tidak ada pertanyaan lain yang dilontarkan oleh Hana.
"Serius." ucap Hana memastikan.
"Hmmm." jawab Kevin malas.
"Kalau begitu. Ayo kita masuk." ajak Hana menarik tangan Kevin.
"Kamu mau kesana menggunakan itu." ucap Kevin menujuk ke arah kaki Hana yang memakai heels.
"Aah! ya lupa. Kenapa tidak bilang dari tadi." ucap Hana menepuk jidatnya Kevin hanya menggeleng pelan atas perilaku Hana.
"Sudah siap" ucap Kevin.
"Sudah. Ayo! kita masuk." ajak Hana tidak sabaran.
"Huah. Akhirnya bisa kesini lagi." ucap Hana kegirangan.
"Apa sih! yang aku tidak bisa." ucap Hana langsung meluncur membuat Kevin takjub dibuatnya.
"Aku kira dia tidak bisa." gumam Kevin menyusul Hana.
"Kemarilah. Tangkap aku kalau bisa." ajak Hana menantang Kevin mempercepat gerakan kedepan Kevin dari belakang mengejarnya tapi Hana lebih gesit.
"Rupanya kamu jago juga." ucap Kevin memegang tangan Hana dengan susah payah, itupun karena gerakan nya di perlambat Hana sengaja melakukannya.
"Bagaimana? permainanku profesional bukan." ucap Hana berputar putar mengelilingi Kevin berdiri.
"Beautiful." gumam Kevin lirih tapi masih terdengar oleh Hana.
"Terima kasih." ucap Hana tersenyum dan meraih tangan Kevin agar bermain bersama.
Kevin mulai memutar tangan Hana seperti sedang menari bersama.
Kini Kevin merentangkan tangan Hana kemudian menariknya jatuh dalam pelukannya.
Mereka saling berpandangan dan melempar senyum satu sama lain.
Kevin melepas pelukannya kemudian melepaskan kembali dan memutar tubuh Hana sehingga mengelilingi nya.
Setelah itu Kevin melepaskan tangan Hana perlahan mundur, kemudian melepaskan pegangan tangannya dan mereka sama sama berputar, Kevin kembali mengulurkan tangannya Hana berputar mendekatinya dengan satu tangannya ke atas yang satunya meraih tangan Kevin.
Mereka melakukan gerakan itu secara berulang ulang sehingga membuatnya kelelahan.
"Sudahlah. Aku capek." ucap Hana dalam pelukan Kevin tangannya saling memegang satu sama lain dan mereka matanya tak berkedip saling memandang.
"Tidak berasa. Kita sudah terlalu lama bermain Ice skating, aku merasa lelah." ucap Kevin menarik tangan Hana untuk berganti pakaian.
Hana di buat terkejut ketika ia kuar dari ruang ganti tiba tiba tangannya di tarik begitu saja oleh Kevin ia di ajak ke restoran.
"Sejak kapan kamu bisa bermain permainan ice skating." tanya Kevin ketika mereka tiba di sana.
"Hmm. Smp, dulu temanku selalu mengajakku bermain Ice Skating." ucap Hana mengingat momen bersama temannya dulu.
"Laki laki atau perempuan" ucap Kevin menarik tangan Hana untuk duduk bersebelahan dengan nya.
"Laki laki." ujar Hana.
Kevin semakin di buat penasaran. "Pasti dia cinta monyet kamu." tebaknya benar adanya.
Haa...Haa...Haa. "Kamu bisa tau." ujar Hana terkekeh.
"Terus. Dimana dia sekarang." ucap Kevin menatap Hana serius.
"Entahlah. Aku lupa wajahnya, di dalam ingatanku hanya ada bayangan tidak jelas, ingatanku begitu buruk semenjak kecelakaan yang menimpaku." ucap Hana mengangkat kedua bahunya.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu?" tanya Hana ia sedikit curiga sama Kevin.
"Cuma ingin tau. Sebentar lagi kamu akan menjadi istriku." jawab Kevin dengan entengnya.
"Kamu terlalu berharap. Belum tentu aku mau menikah denganmu." ucap Hana tertawa memalingkan muka.
Kevin memanggil pelayan untuk membawakan menu makanan.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Kevin.
"Nasi goreng. Sama jus stroberi." jawab Hana tanpa melihat menu.
"Itu saja. Nggak mau nambah lagi." tawar Kevin, Hana menggeleng pelan.
"Oke. Mba? punyaku samakan saja dengannya." ucap Kevin memberikan menu ke pelayan wanita itu.
"Apa kamu tidak bisa duduk tenang?" tanya Kevin bingung karena Hana celingukan kesana kemari entah apa yang dilihatnya.
"Mall sebesar ini tidak ada pengunjung. Kecuali kita berdua." jawab Hana terheran heran.
"Seharusnya kamu tau alasannya apa?" ujar Kevin membuat Hana menganga tak percaya.
BERSAMBUNG