Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
31. Ice Cream



"Jangan bilang kamu." ucap Hana terhenti ia tak menyangka Kevin akan melakukan itu.


"Benar sekali. Kamu menyukainya kan." ucap Kevin dengan bangga nya.


"Demi apa? kamu tidak perlu menghabiskan uang untukku." ucap Hana sebenarnya di dalam hatinya senang.


"Kamu tidak mau mengucap sesuatu padaku." ucap Kevin


"Wow. Ternyata kamu kaya banget sampai harus menyewa, mall sebesar dan seluas ini buat aku." ucap Hana tak sesuai harapan Kevin.


"Thanks. Kevin, kamu selalu membuatku bahagia, mungkin ini keputusan yang tepat untuk menjadi bagian dari hidupmu." batin Hana.


"Udah gitu aja." ucap Kevin mendesah kesal.


"Yeah. Akhirnya pesanan sudah datang." ucap Hana tersenyum kepada pelayan yang mengantarkan makanan.


"Kamu itu seperti anak kecil." ucap Kevin menyerngitkan dahinya.


"Memang aku seperti ini." seru Hana yang sebenarnya ada rasa aneh dalam hatinya karena ucapan Kevin.


"Dasar bocah." umpat Kevin dan Hana tak memperdulikan nya.


"Tapi imut kan." ucap Hana percaya diri.


"Berbicara denganmu membuatku pusing kepala." ucap Kevin.


"Kevin. Foto yg waktu itu lupa aku posting." ucap Hana merogoh mengambil ponselnya dari dalam tas.


"Bukan nya makan. Malah asyik main handphone." ucap Kevin merebut benda pipih yang dipegang Hana dan menyimpannya di saku jas nya.


"Kevin." ucap Hana lesu.


"Makan. Atau handphone ini tidak akan ku kembalikan." ucap Kevin memaksa dan akhirnya Hana menuruti nya.


Ishh.... "Kamu nggak asyik." ucap Hana terpaksa memakan makanannya dengan tidak selera melihat Kevin kesal.


"Awas. Jaga mata kamu, lama lama kamu jatuh cinta padaku." ucap Kevin menatap wajah wanita di sampingnya tersenyum.


"Sok Cool." ucap Hana melihat Kevin melipat lengan jas nya dengan gaya angkuhnya.


"Terima kasih." ucap Kevin malah tersenyum senang seakan mendapatkan pujian dari Hana.


"Aku udah kenyang." ucap Hana meletakkan sendok ke meja hingga berbunyi.


"Kamu itu makan model apa? Cuma dua suap saja mana kenyang." tanya Kevin.


"Nasi. Masa makan hati." jawab Hana sewot.


"Aku tanya baik baik. Kenapa jawab nya ngegas." ucap Kevin kesal meletakkan alat makannya lebih keras dari Hana.


"Kenapa jadi dia yang marah. Seharusnya aku yang marah, tunggu! si kutup utara itu yang selalu membuatku kesal, ternyata dia menyewa tempat ini bukan karena aku tapi untuk dirinya sendiri." ucap Hana dalam hatinya memandang sekeliling Mall.


"Kamu tau sikap mu itu seperti anak kecil." ucap Kevin memarahi Hana.


"Maaf. Tapi memang aku seperti ini, kenapa kamu memarahiku." ucap Hana cemberut dan membenamkan wajahnya di meja makan dengan posisi tangan sebagai tumpuannya.


"Apa semua wanita itu sama. Menyelesaikan masalah dengan menangis." batin Kevin frustasi mengusap wajahnya kasar.


"Sudahlah. Jangan menangis." bujuk Kevin mendekati Hana.


"Siapa yang menangis. Orang aku lagi kesal." ucap Hana melihat Kevin heran.


"Ya aku kira kamu. Biasanya kalau wanita itu cengeng." ucap Kevin.


"Terkecuali aku. Kenapa kamu sama sama kan aku dengan orang lain, karena aku sudah terbiasa dimarahi" jelas Hana panjang kali lebar.


"Kalau begitu nih! dimakan makanannya." perintah Kevin mendekatkan piring berisi makanan ke Hana.


"Kamu itu memang pantas disebut anak kecil." ucap Kevin menggeleng kepalanya pelan memanggil pelayan untuk mendekat.


"Aku mau rasa. Stroberi sama coklat." ucap Hana ucap Hana kepada pelayan tersebut.


"Baik." jawab pelayan tersebut.


"Waah! Kamu tidak mau pesan ice cream." ucap Hana tak sabar untuk menyantapnya.


Hana tersenyum ke pelayan yang mengantarkan nya tanda terima kasih.


"Tidak. Aku mau liat kamu makan saja." ucap Kevin menggeleng kan kepala.


Hana mulai menikmati Ice cream kemudian senyum senyum sendiri.


"Memang harus seperti itu cara makannya." ucap Kevin menyangga tangannya ke meja melihat Hana.


"Ya. Harus dinikmati, nanti cepat habis." jawab Hana menyuapkan kembali Ice cream kedalam mulutnya.


"Bagaimana rasanya?" ucap Kevin bengong melihat cara Hana makan Ice cream sangat menggoda.


"Mau." ucap Hana menawarkan dan diangguki oleh Kevin.


"Suapin aku dong!" pinta Kevin membuka mulutnya.


"Pesen sendiri. Uang kamu kan banyak." ucap Hana menghabiskan sendiri Ice cream nya.


"Pelit. Itu kan aku yang belikan." ucap Kevin kesal.


"Bodo amat." ucap Hana acuh, selesai makannya di ujung bibirnya masih ada sisa Ice cream.


"Makan aja belepotan." ucap Kevin mengambil tisue dan mengusap bibir Hana pelan.


"Jangan bawel." ucap Kevin ketika Hana mau berbicara.


"Setelah ini kita pulang." ajak Kevin berdiri.


"Tapi kembalikan dulu handphoneku." ucap Hana menyodorkan tangannya.


"Ya udah ini." ucap Kevin menyerahkan ponselnya ke Hana.


"Aku mau lihat. Yang aku post disosmed tadi, kira kira teman teman ku pada iri nggak ya!" ucap Hana lirih.


"Ayo cepat. Kita pulang, Aku sudah capek ingin istirahat di rumah." ajak Kevin lagi menarik tangan Hana yang sedari tadi bermain Handphone.


"Eeeh. Sabar kali." ucap Hana berjalan kewalahan karena Kevin langkahnya lebih cepat darinya.


"Kamu itu lelet banget sih!" ucap Kevin tak sabar langsung mengangkat tubuh Hana dan menempatkannya di pundak Kevin seperti membawa beras


"Kevin." teriak Hana melengking tapi Kevin tak memperdulikan nya dan memasukkan Hana kedalam mobilnya.


"Tega banget. Kamu samakan aku dengan beras." ucap Hana kesal menatap Kevin.


"Sudah jangan berbicara lagi. Kalo tidak aku akan menciummu." ucap Kevin menggoda.


Hana langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Kevin melirik Hana tersenyum dalam diam.





Bersambung***