
"Kak Hyun. Bisa olong keluarkan biji durian ini, aku mau rebus santan dulu." ucap Hana mengambil durian yang dikemas dalam plastik ia berikan pada Kwak Hyun.
"Hana. Pasti Kevin lagi ngidam, kamu tau tidak, dia itu paling tidak suka hal yang berbau durian, apalagi memakannya, mencium baunya saja sudah muntah." ucap Kwak Hyun.
Hana menatapnya aneh ia ragu harus melanjutkan membuat es durian.
"Kamu tidak usah khawatir. Namanya juga orang ngidam, itu wajar, bahkan hal yang paling tidak kita sukai, akan berbalik menyukainya." ucap Kwak Hyun.
Sedangkan Kevin sedari tadi diam saja ia merasa haus tapi mau mengambil air yang ada di depannya tapi badannya kaku susah untuk digerakan.
"Lee. Tolong ambilkan air, aku mau minum." pinta Kevin ia melirik ke arah Lee Tae Yeong yang sibuk dengan ponselnya bermain game.
Lee Tae Yeong tidak memperdulikan ucapan Kevin ia malah semakin asyik dengan layar Handphone nya.
"*P*elit banget. Dimintai tolong juga, telinganya tuli kali, atau digantung buat pajangan saja." batin Kevin dalam hatinya.
"BABY?" panggil Kevin membuat Hana segera menghampirinya.
"Iya. Ada apa? sebentar lagi jadi, kamu tunggu yah?" jawab Hana dari dapur
"Aku haus. Tapi dia nggak mau membantuku, malah asyik main handphone." ucap Kevin menunjuk kearah Lee Tae Yeong yang berada disampingnya hanya berjarak di ujung dalam satu kursi.
"Kak Tae Yeong. Turuti permintaan suamiku, dia kan sedang sakit." ucap Hana pada Lee Tae Yeong.
"Huft. Okey, ini kamu mau minum kan." ucap Lee Tae Yeong menarik nafasnya dalam dalam kemudian mengeluarkan kasar.
"Ikhlas nggak sih kamu. Aaaaaah, sakit." ucap Kevin menggeser sedikit tubuhnya karena dihimpit oleh Lee Tae Yeong.
Kevin menyuruh Lee Tae Yeong untuk duduk menjauh darinya tapi malah sengaja terus menghimpitnya.
"Geser sana. Kamu ngapain dekat-dekat sama aku, tuh! di sebelah sana masih ada tempat." ucap Kevin menunjuk ke arah kursi sofa yang ada di sebelahnya.
"Katanya haus. Lagi pula, aku ini kan saudara kembarmu, sudah seharusnya kita saling membantu, benar begitu." ucap Lee Tae Yeong lirih ia mendapat tatapan tajam dari Kevin.
"Kalau bukan karena keadaanku seperti ini. Sudah aku tendang dia dari hadapanku." batin Kevin dalam hatinya.
"Hei. Aku bukan saudaramu, nggak usah ngaku ngaku." ucap Kevin ia memalingkan mukanya.
"Tempo hari kan aku sudah tunjukan buktinya sama kamu. Masih nggak percaya, apa perlu aku tunjukan lagi, ahh! kebetulan disini ada Hana, dia juga berhak tau semuanya." ucap Lee Tae Yeong ia berdiri tapi tangannya dicekal oleh Kevin.
"Aku jelaskan sekali lagi sama kamu. Mama Sinta, dan Papa Fadly, mereka orang tuaku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi mengakui dia sebagai ibu kandungku." ucap Kevin menatap Lee Tae Yeong matannya sedikit berair tapi ia segera menormalkan kembali wajahnya.
Karena Hana memanggilnya menyapa mereka memastikan semua baik baik saja.
"My Prince. Kak Tae Yeong, Es durian pesananmu sudah jadi, kita ke meja makan yuk! ayo kak Tae Yeong." ajak Hana ia menempatkan es durian di atas meja makan kemudian menghampiri suaminya.
"Honey. Biar aku saja yang bantu suamimu." ucap Lee Tae Yeong disaat Hana ingin memapah Kevin tapi tangannya ditepis.
"Hyun. Bantu saya ke meja makan." panggil Kevin.
Kwak Hyun yang masih di dapur ia segera melangkahkan kakinya ke Kevin.
"Oke. Pelan pelan, tapi kamu makan bubur dulu yah! buat isi perutmu biar nggak kosong." ucap Kwak Hyun yang awalnya Kevin menolak tapi ia mendapat kode dari Hana untuk menurutinya.
Wajah Kevin yang mulanya terlihat kesal ia sangat tak sabar untuk memakan es durian tapi Hana menyuapkan bubur didepan mulutnya.
"Makan ini dulu. Cobain sedikit saja, kamu tidak menghargai aku yang sudah memasak untukmu, enak lho?! aaaaaaa." ucap Hana agar Kevin membuka mulutnya.
"Nah gitu. Enak kan, satu suap lagi, atau dua, tiga sendok lagi." ucap Hana tersenyum karena Kevin terlihat menikmatinya.
"Sudah. Nanti kekenyangan, aku mau makan ini." ucap Kevin pandangannya mengarah ke es durian yang ada di depannya.
Mau tidak mau Hana menuruti permintaan Kevin padahal Kevin baru makan dua suap buburnya.
"Hmm, seger banget. Istriku ini memang paling jago kalau urusan kuliner." puji Kevin sangat menikmatinya.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang televisi hanya untuk bersantai bercanda gurau.
Lee Tae Yeong dan Kwak Hyun bermain playstation sedangkan Kevin sedari tadi hanya menemani Hana yang sibuk dengan layar laptop nya ia merasa bosan hanya bisa berbaring tanpa melakukan apa apa karena disana ada kasur jadi ia bisa istirahat.
Main handphone saja tidak diperbolehkan oleh Hana jangankan tidur yang ada suara berisik dari Lee Tae Yeong dan Kwak Hyun.
"Perasaan yang bermain tangannya. Kenapa juga mulutnya malah lebih heboh, seperti dipasar saja, dasar tidak tau aturan, yang ada bukannya mau istirahat, malah tambah pusing saja kepalaku." gerutu Kevin kesal ia melemparkan bantal ke Lee Tae Yeong hingga mengenainya.
Alhasil Lee Tae Yeong kalah bermain game dengan Kwak Hyun membuat Kevin tersenyum puas.
"Upss. Sorry, aku tidak sengaja, ngomong- omong selamat buat kamu Hyun?" ucap Kevin dengan santainya ia menyeringai menatap Lee Tae Yeong yang kesal karena ulahnya.
"Sesuai perjanjian. Yang kalah harus berlari berkeliling rumah ini, sepuluh kali." ucap Kevin tersenyum puas.
"Curang. Honey, semuanya gara gara dia." ucap Lee Tae Yeong yang dihiraukan oleh Hana yang masih menggambar design baju.
"Lakuin aja kak? sekalian olahraga. Lumayan lho! buat bakar lemak, selama ini kamu kan tidak pernah olahraga." ucap Hana hanya melirik Lee Tae Yeong yang berdiri disampingnya.
"Dasar nyebelin, belagu, sombong, licik. Upsss sengaja, haa..haa..haa." ucap Lee Tae Yeong ia menepuk lengan Kevin yang diperban kemudian langsung berlari keluar rumah.
"Makanya jadi orang jangan usil. Sakit kan." ucap Hana merasa pusing dengan tingkah laku mereka sama sama jahil.
BERSAMBUNG