
"Kamu yang dari mana? aku menunggu kamu disana. Hah! katanya mau bayarin aku, balas dendam padaku." ucap Hana tak mau kalah.
"A- aku pergi sebentar tadi. Kamu malah pergi, asal kamu tau aku mencarimu." ucap Kevin.
"Mencari. Bukannya tadi aku lihat laki laki lagi bercanda ria di Cafe supermarket itu, dia lupa kalau ada orang lain yang menunggunya." ucap Hana.
"Dan dia hampir mempermalukan aku didepan pelayan kasir. Untung aja aku bawa uang, kalau tidak apa yang terjadi nanti." ucap Hana meletakkan jari telunjuk ke dagunya dengan wajah diangkat keatas.
"Stop! Kalian ini kenapa? katanya saling kenal. Tapi kenapa bertengkar disini, ini rumahku." ucap Lee Tae Yeong yang dari tadi diam angkat bicara.
"Kamu siapa?" tanya Kevin menatap Lee Tae Yeong tajam.
"Perkenalan. Namaku Lee Tae Yeong sahabat Hana." ucap Lee Tae Yeong mengulurkan tangannya ke Kevin.
"Sudah tau." ucap Kevin dingin.
"Darimana kamu tau namaku?" ucap Lee Tae Yeong.
Lee Tae Yeong merasa kesal membalas tatapan tajam dari Kevin.
"Kamu sendiri yang menyebutkan namamu." ucap Kevin santai.
"Orang ini. Benar-benar, pergi sana, dasar sombong." ucap Lee Tae Yeong emosi.
"Emangnya siapa kamu. Beraninya." ucap Kevin.
Hana kini menutup mulut Kevin dengan satu tangannya.
"Sudah jangan diteruskan. Lama lama aku bisa gila, bicara sama kamu, enggak ada batasnya, ibaratnya kita berjalan tak tau arah." ucap Hana.
"Hey! Asal kamu tau. Hana yang menolong kamu dari mobil sampai dibela belain kehujanan, tidak lihat baju Hana basah kuyup gara gara menolong kamu." ucap Lee Tae Yeong kemudian pergi.
Kevin terdiam dan Hana melepaskan tangannya kemudian pergi.
"Hana. Kamu mau ninggalin aku sendiri disini." ucap Kevin tak dipedulikan Hana.
"Aku mau ganti baju." teriak Hana menaiki tangga.
"Sebenarnya lelaki itu siapa? dia terlihat sangat akrab dengan Hana. Apa mungkin hanya sebatas teman atau sahabat." gumam Kevin melihat sekeliling rumah Lee Tae Yeong.
Rumah bernuansa Eropa yang didalam nya terdapat barang antik yang terbilang langka bahkan harganya sangat fantastis.
"Klasik juga rumahnya. Ternyata dia orang kaya, dari mana dia bisa mendapat barang barang antik ini, lelaki itu terlihat seperti orang korea tapi kenapa rumahnya bernuansa Eropa." ucap Kevin merasa heran.
Setelah lima belas menit kemudian Hana datang membawa nampan berisi sup hangat dan air teh yang dicampur dengan jahe tidak lupa disampingnya ada buah buahan kesukaan Kevin.
"Aku kira kamu tidur." ucap Kevin melirik Hana yang kini duduk disebelah Kevin.
"Aku tidak bisa tidur. Udah kamu makan sup ayam ini, minuman ini jangan lupa diminum " ucap Hana duduk disebelah Kevin.
"Kita pulang saja. Aku tidak nyaman berada disini." ucap Kevin.
"Kamu makan atau aku tidak akan pulang bareng denganmu." ucap Hana malas menyenderkan kepalanya ke Sofa.
"Di makan. Bukan cuma dilihat saja, apa kamu tidak bisa menghargaiku ,aku masak kan spesial buatmu." ucap Hana.
"Baiklah. Terserah kamu saja." ucap Hana memejamkan mata langsung tertidur di Sofa dengan mulut sedikit menganga.
"Apa kamu tidak mau makan bersamaku?" ucap Kevin tapi tak ada jawaban dari Hana.
"Ini minuman apa? enak juga rasanya seperti jahe. Tubuhku langsung hangat, sering sering ya! buatin minuman seperti ini." ucap Kevin berulang ulang tapi tetap tak ada jawaban dari Hana.
"Hana. Apa kamu tidak." ucap Kevin menggantung karena melihat perempuan yang ada di sampingnya ternyata tertidur dengan pulasnya.
"Hmm. Pantas saja dari tadi aku ajak bicara diam saja, ternyata dia tidur, bilangnya tadi apa tidak bisa tidur." ucap Kevin bergegas merapikan semuanya dan diletakkan di dapur yang letaknya tidak jauh darinya.
"Ternyata dapurnya disini. Kenapa aku tidak melihat Hana turun tadi, dapur nya aja kedap suara, pantas aku tak mendengar Hana memasak." ucap Kevin kemudian pergi.
Kevin membenarkan posisi tidur Hana dengan membaringkan pelan pelan di paha Kevin karena sofanya bisa diperbesar jadi ia menyelonjorkan kakinya agar Hana bisa nyaman saat tidur.
"Kebiasaan tidur di sembarang tempat. Nggak di mobil, nggak di Sofa." ucap Kevin menempatkan rambut Hana yang menghalangi wajahnya ke telinganya.
"Good Night Cantik. Mimpi indah." ucap Kevin kemudian mengecup pipi Hana dengan lembut.
🌱🌱🌱
Pagi Harinya Kevin dan Hana sama sama tidur di Sofa dengan posisi seperti sepasang kekasih.
"Hana. Apa kamu sudah bangun?" panggil Lee Tae Yeong mengetuk pintu kamar Hana.
Tiba tiba saja Lee Tae Yeong dikejutkan oleh kedatangan pembantu nya yang sudah berada disampingnya.
"Maaf Tuan. Saya melihat Nona Hana tidur di sofa dipangkuan laki laki." ucap pelayan membuat Lee Tae Yeong terkejut.
"Apa bibik tidak salah lihat?" tanya Lee Tae Yeong memastikan.
"Benar Tuan." jawabnya.
Lee Tae Yeong membuka pintu kamar Hana ternyata kosong tidak ada siapa siapa.
"Kosong." ucap Lee Tae Yeong melangkahkan kaki menuruni tangga dengan setengah berlari.
"Honey. Kenapa kamu tidur disini bersama lelaki ini?" teriak Lee Tae Yeong membuat Hana dan Kevin terkejut langsung terbangun.
"Ganggu aja. Bisa diam tidak." ucap Hana masih mengumpulkan kesadarannya ia belum sadar sepenuhnya malah semakin nyaman tidur dipangkuanya Kevin.
"Nyaman sekali. Tapi kenapa rasanya berbeda dari biasanya." ucap Hana masih betah memejamkan kedua matanya.
"*L*elaki itu memanggil Hana dengan sebutan Honey? sebenarnya ada hubungan apa antara mereka." batin Kevin bertanya tanya.
"Honey?" panggil Lee Tae Yeong keras Hana langsung membuka matanya terkejut ketika ia bisa tertidur dipangkuan Kevin.
Aaaaaaaa...... teriak Hana sebenarnya Kevin sudah terbangun saat Lee Tae Yeong datang tapi ia pura pura masih tertidur.
"Kevin. Sejak kapan aku." ucap Hana kaget mau bangun tapi ditahan oleh Kevin sehingga ia tak bisa bergerak tubuhnya seperti dikunci.
"Hey! Lepaskan Hana. Kenapa kamu belum pergi, sepertinya kamu tidak punya rumah ya!" ucap Lee Tae Yeong berusaha melepaskan tangan Kevin dari Hana.
^^BERSAMBUNG^^