
Doni bercerita jika dirinya sudah menikah di karena ke tidak kesengajaan, tak pernah terpikir olehnya itu bisa terjadi di luar dugaannya.
"You're serious." ujar Hana menutup mulutnya dengan satu tangannya.
"Bagaimana kejadiannya?" tanya Hana masih penasaran.
Drettt Drettt Drettt....
"Sebentar. Aku angkat dulu, bisa tolong jagain anak anak." pinta Hana sedikit menjauh.
"Siap Nona? dengan senang hati." ucap Doni menundukkan badannya.
~>> Hana: [[ Hallo. Kamu ada di depan, serius mau kesini ]]
"Caitlin. How are you?" panggil Hana belum juga di persilakan dia sudah masuk ke dalam rumahnya.
"Baik. Sangat baik, dimana dia?" jawab berbalik bertanya Caitlin sembari berjalan melihat lihat isi rumahnya.
"Sebenarnya dia mau apa? sok akrab lagi sama aku, pasti orang pertama di cari suamiku, apa tidak ada yang lain." batin Hana menahan rasa kesalnya.
"Kevin. Dia sedang istirahat di dalam." ujar Hana berjalan di belakangnya.
"Bisa minta tolong panggikan dia. Aku kangen sekali dengan nya, kamu jangan salah paham, kita berdua cuma berteman tidak lebih." Caitlin duduk bersila di sofa.
"Wah! dia menyuruhku. Hello? ini rumahku bukan rumahmu, kau hanyalah tamu tak di undang." batin Hana tambah kesal.
"Sorry. Tapi suamiku, kenapa kamu keluar?" ucap Hana kemudian berbisik ke melihat suaminya keluar dari kamarnya.
"BABY. Bisa tinggalkan kita berdua, sebentar saja." pinta Kevin.
Terpaksa Hana pergi meninggalkan mereka berdua dengan hati yang terbakar.
"Ooh iya. BABY, buatkan kita minuman, jangan lupa cemilan nya, okey!" panggil Kevin menghentikan langkah Hana ia menatapnya tajam mengacungkan jari telunjuk dan tengah di arahkan ke mata nya.
Di dapur...
"Nona. Biar bibik aja yang membuatnya." ujar Bik Yanti melihat wajah majikan nya kurang bersahabat.
"Nggak apa apa bik! Hana bisa sendiri. Bibik lanjutkan saja pekerjaan." ujar Hana menolaknya.
"Kalau begitu saya permisi dulu. Hati hati menaruh gula Nona." ujar Bik Yanti.
"Aah! iya. Suamiku kan suka manis, bibik tenang saja." ucap Hana tersenyum ia sendiri kaget.
"Nona lupa yah! Tuan kan sedang sakit. Nanti kalau sampai kenapa kenapa bagaimana?" seru BikYanti kemudian pergi.
Hana menepuk jidatnya sendiri. "Ooh iya. Ini semua gara gara perempuan itu." gumam nya, ia tak sengaja menyenggol air panas yang baru masak.
Pyarrr...
Seketika itu membuat Kevin dan Caitlin terkejut, mereka segera menghampiri nya.
"Kalian duduk saja disana. Nanti akan ku antarkan, ini hanya masalah kecil, tidak perlu cemas." ucap Hana menyembunyikan satu tangan nya ke belakang.
Kevin tak percaya ucapan Hana ia bisa saja berbohong dengan orang lain tapi tidak dirinya.
"Coba perlihatkan tanganmu." pinta Kevin.
Hana menuruti apa kata suaminya tapi ia masih tetap menyembunyikan luka nya.
Kevin langsung bertindak ia mendinginkan luka di telapak tangan istrinya di bawah air yang mengalir.
Arghhh... "Pelan pelan. Sakit tau." pekik Hana meniup nya berkali kali.
"Sorry. Karena kedatangan ku membuatmu tak nyaman, saya cuma mau memberikan." seru Caitlin menempatkan nya di atas meja.
"Undangan. Caitlin and Lee Tae Yeong." ucap Hana membuka nya membulatkan mata.
"*Lee mau menikah. Apa mereka sungguh saling mencintai?" batin Kevin bertanya tanya, ada rasa lega di dalam hatinya.
"Ooh! jadi Caitlin calon istrinya kak Tae Yeong. Syukurlah, aku kira dia menyukai Kevin." batin Hana ia senyum senyum sendiri*.
"BABY. Kamu baik baik saja kan, apa kamu sakit?" tanya Kevin sengaja menekan luka istrinya.
Sontak Hana terkejut ia memukul paha suaminya keras karena refleks.
"Rasain tuh! ikhlas nggak sih! mengobatiku, bukannya sembuh malah semakin parah." gerutu Hana mengibaskan tangannya sembari meniup niup.
"Kamu mau kemana? cepat kembali. Itu lukamu belum di perban." tanya Kevin setengah berteriak.
"Nggak perlu. Nanti juga sembuh sendiri." teriak Hana bergegas pergi ia sampai melupakan sesuatu.
"Wajahnya tambah cantik saat marah." batin Kevin terkekeh di dalam hatinya.
*****
"Itu ibumu. Ayo kita tanya kenapa dia lama sekali? ini lebih dari sebentar." ujar Doni menunjukkan ke Yoora dan Jung Hwa ke Hana yang berjalan kearahya.
"Sorry. Tadi ada tamu, kamu bisa juga mengurus mereka." ucap Hana menepuk pundak Doni.
"Luka kecil. Biasalah, ibu rumah tangga." lanjutnya sang asisten terus menerus mengamati tangannya.
"Kamu yakin. Tapi itu terlihat parah, apa tidak sebaiknya ke rumah sakit." saran Doni.
"BABY?" panggil Kevin terdengar nyaring.
Hana menoleh ke sumber suara. "My Prince." gumam nya.
"Caitlin sudah pergi." ujar Kevin pasalnya Hana celingukan.
"Ooh! syukurlah." ceplos Hana.
"Doni. Kau pasti lelah kan, sebaiknya kau pulang, istirahat." usir Kevin secara halus.
"Baiklah. Saya permisi, Nona? berkas yang kamu minta ada di ruang kerjamu. " ujar Doni tak berani menatap Kevin ia berbicara pada Hana menunduk.
"Bisa minta tolong. Tanganku masih sakit, kamu bawa mereka ke dalam." pinta Hana pergi meninggalkannya.
"T-tapi. BABY? Apa kamu marah padaku?" seru nya Kevin menarik nafasnya dalam dalam mengeluarkan nya kasar.
*****
Ruang kerja Hana...
"Aku cari cari ternyata kamu ada disini." ucap Kevin memasuki ruang kerja istrinya.
Ternyata Hana terlelap di bersandar di meja kerjanya ia menyangga dengan satu tangannya.
Kevin merapikan meja kerja yang berantakan kemudian memindahkan istrinya ke ranjang.
Semenjak Kevin koma semua pekerjaan kantor nya ia yang mengurusnya, di tambah lagi ia harus mengurus kedua anak anaknya, walaupun tak hadir langsung di kantor hanya mengerjakan dari rumah.
Perusahaan Kevin sempat merosot bahkan hampir bangkrut, akan tetapi Hana berusaha tetap mempertahankan nya.
"Kamu kelihatan lelah sekali. Seharusnya itu tugas seorang suami." ujar Kevin membelai rambut istrinya.
Laptop milik Hana masih menyala Kevin membuka galery berisi foto foto anak anak nya sewaktu bayi, keduanya begitu menggemaskan.
"Mereka sungguh manis. Mata Yoora sangat mirip dengan ibunya, dia begitu mirip denganku, wajah tampan nya akan membawa keberuntungan di kemudian hari." gumam Kevin senyum senyum sendiri melihat foto Jung Hwa putranya.
BERSAMBUNG...