Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
135. Check Up



Satu Bulan Berlalu


Kevin masih mual mual tapi tidak sesering sebelumnya ia juga sudah bisa mulai beraktivitas kembali.


Hari ini jadwal check up kandungan Hana mereka bersiap siap untuk ke rumah sakit bersama dengan Lee Tae Yeong yang sudah tinggal satu bulan dirumah mereka.


"Kamu mau apa?" tanya Kevin ia menahan dada Lee Tae Yeong ketika ingin masuk mobil.


"Masuk lah. Ikut kalian, boleh kan Honey?" jawabnya Lee Tae Yeong yang berada di samping Hana dan Kevin.


"Suka banget. Kemana mana kamu selalu ikut, apa kamu tidak ada pekerjaan lain, atau jangan jangan memang sudah pengangguran, alias nggak ada kerjaan." ucap Kevin masih di posisi yang sama.


Hana sudah terlebih dahulu masuk ke mobil ia sampai menunggunya sepuluh menit ia selalu dibuat pusing mendengarkan perdebatan mereka setiap hari tak ada hentinya sampai ia sendiri yang melerainya.


"Hei, kalian. Berhenti, aku sendiri saja aku yang ke rumah sakit, sepuluh menit lho! aku nungguin didalam mobil ini." teriak Hana di ia turun keluar dari mobil menarik tangan suaminya membawanya ke mobil.


Lee Tae Yeong ikut masuk ia duduk di jok belakang mobil dengan santainya menyilangkan kaki dan tangannya menyuruh Kevin langsung jalan.


"Jalan Pak?" ucap Lee Tae Yeong membuat Hana tertawa.


"Maaf pak? saya bukan supirmu, keluar nggak." ucap Kevin ia mendapat tatapan tajam dari Hana mengarah ke stir mobil.


"Tapi BABY. Dia." ucap Kevin pasrah menuruti perkataan Hana.


"Biarkan saja kak Tae Yeong ikut. Oke?" ucap Hana memotong ucapan suaminya.


Lima belas menit kemudian mereka sampai di rumah sakit keluarga Pratama.


Penjagaan disana sangat ketat Kevin tak ingin ada lagu penyerangan lagi terhadapnya dan seluruh pasien yang ada disana.


"My Prince. Mereka siapa? kenapa banyak sekali penjaga, tidak biasanya." tanya Hana bingung ketika keluar dari mobil.


"Buat jaga-jaga. Takutnya ada penyerangan lagi, seperti yang terjadi beberapa hari sebelumnya." jawab Kevin.


Hana sudah mengerti apa arti ucapan suaminya di rumah sakit milik keluarga Pratama.


Salah satu perawat yang bekerja disana mengalami penusukan sampai terluka parah.


Dan untungnya korban masih bisa diselamatkan walaupun harus dirawat lama dirumah sakit karena kritis.


"Terus bagaimana keadaan perawat itu, apa dia sudah sadar?" tanya Hana.


"Sudah. Walaupun dia sempat koma, tapi sudah sadar." jawab Kevin.


Hana mengajaknya untuk menjenguk korban itu Kevin awalnya menolaknya pada akhirnya ia menuruti permintaan istrinya yang terus memaksanya.


"My Prince. Sebelum memeriksa kandungan, kita jenguk dulu ya dia, kasian kan sendirian, tidak punya keluarga, ayah ataupun ibu." ajak Hana tidak ada jawaban dari Kevin.


"Ditanya diam saja. Ya sudah biar aku bisa sendiri." ucap Hana ia menyelonong pergi tapi hoodie yang ia pakai ditarik oleh Kevin.


"Iya. Tapi setelah ini kita jenguk dia." pinta Hana ia sudah didorong masuk ke dalam oleh Kevin.


Sedangkan Lee Tae Yeong sadari tadi hanya diam melihat perilaku sepasang suami istri yang ada didepanya.


Dihatinya ada rasa sedikit cemburu karena Hana yang sedari dulu orangnya susah diatur ketika sudah menikah dia sangat penurut dengan suaminya.


"Kamu tunggu diluar saja. Yang tidak berkepentingan silahkan keluar, atau pulang sleep handsome in your house, oke." ketus Kevin dengan nada halus ia mendorong pelan tubuh Lee Tae Yeong yang ingin masuk dengannya.


"Aku tidak akan pergi. Lagi pula kamu terlau lemah, menjaga diri sendiri saja tidak bisa, apalagi Hana, dia lebih tangguh darimu." ucap Lee Tae Yeong lebih pedas dari Kevin


"My Prince. Sedang apa kamu disana, kamu bertengkar lagi ya sama kak Tae Yeong" tanya Hana ia melihat setengah badan suaminya saja karena pintunya tidak terbuka sepenuhnya.


"Tidak. Ini Lee, katanya mau ke toilet, dia meminta izin padaku, sudah sana pergi." jawab Kevin menoleh ke arah Hana yang sudah berbaring di atas tempat tidur untuk diperiksa kandungannya.


"Ooh! kak Tae Yeong pergi saja. Nggak apa apa, kita bisa jaga diri, My Prince cepat kesini." ucap Hana diangguki Kevin.


Lee Tae Yeong rasanya ingin sekali memukul orang yang ada di depannya tapi ia hanya bisa menahan kesalnya.


"Bye? hati hati. Di toilet, jangan sampai jatuh." ucap Kevin melambaikan tangannya ke Lee Tae Yeong tersenyum kearahya sebelum masuk dan menutup pintunya.


"Dasar bermuka dua. Awas saja kamu." umpat Lee Tae Yeong kesal ia sampai menendang kursi tunggu RS.


Selesai memeriksa kandungannya mereka langsung menjenguk korban tersebut karena desakan dari Hana pada awalnya Kevin tak mau.


Kevin didalam menanyakan banyak hal ia juga memaksa dokter untuk tes pemeriksaan kehamilan Hana ia hanya ingin tau kalau anaknya laki laki atau perempuan tapi belum bisa karena usia kandungnya masih terbilang muda.


"Sabar. Kita kan tinggal nunggu empat belas minggu lagi, nanti kamu akan tau jenis kelamin anak kita, oke." ucap Hana ia menghibur suaminya yang terlihat tak bersemangat mungkin efek kehamilan yang dirasakan oleh Kevin.


Mood nya berubah ubah kadang suaminya terlihat sangat senang kadang pula wajahnya murung bahkan pernah sampai menangis gara gara hal sepele karena keinginannya tidak terpenuhi.


Berbanding balik dengan Hana ia tak merasakan apapun padahal dirinya yang sedang hamil.


"Hmm. Kita langsung pulang saja, aku capek banget." ucap Kevin.


"Nggak. Kalau aku sih! mau jenguk korban dulu, terserah kamu mau ikut atau tidak." tolak Hana ia mengajak Suaminya ke ruang rawat inap.


Disana sudah ada Lee Tae Yeong yang menunggunya ia melihat wajah Kevin yang terlihat tak bersemangat rasanya ingin tertawa.


Karena biasanya Kevin akan menyembunyikan ekpresi wajahnya didepan orang lain.


"Suamimu kenapa? sepertinya sedang senang." tanya Lee Tae Yeong melirik Kevin sedangkan Hana malah tersenyum saja dengan kode matanya sudah dimengerti olehnya.


"Apa kamu bilang. Senang katamu, tidak lihat wajahku seperti apa sekarang." ucap Kevin dengan menggetatkan giginya agar tak terdengar orang lain.


BERSAMBUNG♡♡♡