Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
155. Durian



Keributan sudah berhasil dibubarkan Kevin dan juga Lee Tae Yeong terlambat datang. Mereka hanya ingin tau ada apa sebenarnya sampai semua orang kaluar untuk melihatnya.


"Ishh...! Ini semua gara gara kau. Lelet seperti siput." desah Kevin kesal.


Kevin sempat menunggu Lee Tae Yeong balik lagi ke mobil untuk mengambil berkas. Terpaksa ia harus ikut juga takutnya ada yang curiga tentang penyamaran nya.


"Hussttt...! bawel. Diam dulu, dengar kan itu." ucap Lee mendengar beberapa karyawan membicarakan hal buruk soal perusahaan.


Mereka bilang kalau peraturan aneh entah Kevin sendiri tak mengetahui nya.


"Ku rasa akhir akhir ini sifat wakil presedir kita berubah. Dia kasar sekali, apalagi terhadap wanita, beda sekali dengan Tuan Kevin, sebenarnya dia pergi kemana sih! kalian tau tidak." tanya karyawan pria ke sesama teman kantor nya.


"Setahu ku dia itu Siska mantan sekertaris Tuan Kevin dulu. Entah kenapa keluar dari perusahaan, padahal kerjanya bagus, baik baik saja." jawab salah satu dari mereka.


"Padahal dulu cantik banget lho! sekarang penampilannya aneh, tak terurus setelah hamil, seperti depresi atau mungkin gila, iya nggak." timpal nya serius.


"Lebih parah lagi setiap pelayan wanita melamar kerja disini mereka harus melakukan hubungan **** sebagai syarat utama, kalau tidak akan ditolak." bisik nya pelan.


"Gila. Ada gitu peraturan aneh sekali, dengan siapa mereka melayani?" tidak ada jawaban lagi pembicaraan mereka berhenti setelah ada atasan nya datang.


Kevin dan Lee saling pandang duduk di Cafe yang ada disana sembari memakan makanan.


"Peraturan macam apa?" gumam Lee.


"Hey! itu bukan aku pembuat nya." ujar Kevin mendapat tatapan penuh arti dari Lee.


Lee membuka topik pembicaraan lain untuk mencairkan suasana karena dari tadi Kevin diam saja tanpa menyentuh makanan sedikitpun.


"Tuan Sombong. Kenapa tidak dimakan?" tanya Lee.


"Kenyang. Buat kau saja." jawab Kevin mendorong makanan miliknya ke Lee.


"Lalu buat apa pesan makanan sebanyak ini. Buang buang uang saja, lagi pula dari semalam kau kan belum makan sama sekali." ujar Lee.


Kevin senyum senyum. "Ciee...! perhatian nih ceritanya." ujarnya.


"Percaya diri sekali kau. Ini semua juga amanah Hana dia menyuruhku menjaga bayi gede sepertimu." ucap Lee memutar bola matanya malas.


Dari arah lain seseorang melambaikan tangan ke Lee.


"Tuan Lee?" sapa nya menghampirinya.


"Hey? Al. Apa kabar?" Lee menyapa balik.


"Baik. Anda sendiri." ucap Alfian.


Kedua bahu Lee diangkat ia menunjukkan kalau dirinya juga baik.


Penampilan Kevin jauh berbeda rambut berwarna silver menyeluruh, topi coboy senada dengan setelan jas kemeja berwarna hitam, kaca mata perpaduan silver bercampur kehitaman bagian atas, dan lensa mata silver yang menambah kesan dingin di wajahnya sangat jauh dari biasanya.


"Ooh iya. Sampai lupa, dia Alex Roberto, teman sekaligus rekan bisnisku dari Amerika." ujar Lee memperkenalkan.


Kevin tak mau membalas uluran tangan nya ia hanya meliriknya saja. "Lee? kapan meeting nya akan dimulai. Saya tidak ada waktu untuk itu, perusahaan macam apa ini." tanya nya.


Alfian orangnya sangat teliti terhadap seseorang baru saja ditemuinya walaupun baru satu kali.


"Maaf Tuan. Tadi ada sedikit masalah dikantor ini, jadi terpaksa semua meeting diundur, saya akan atur jadwal lebih awal buat kalian." ujar Alfian diam diam mengamati wajah Kevin tapi selalu menghindar dari tatapan matanya.


Setelah asistennya pergi perasaan hati Kevin merasa lega ia harus bisa berakting lebih bagus lagi agar semua orang percaya padanya tanpa ada kecurigaan sedikitpun.


"Very good. Ternyata kau hebat juga, sehabis ini kita jalankan misi kita selanjutnya, sanggup kan." ujar Lee dan Kevin selesai meeting.


"Serahkan semuanya padaku. Anggap saja ini drama didunia nyata, tapi tujuan bekerja sama itu apa?" tanya Kevin penasaran.


"Tentunya untuk menipu daya mereka." jawab Lee santai memasuki mobilnya disusul oleh Kevin terlihat sedikit berpikir.


"Maksudmu aku menipu di perusahaan ku sendiri begitu." ujar Kevin diangguki nya.


"Yes. Kau jadi penipu sekarang, kita akan menarik dana dana perusahaan mu secara perlahan tapi pasti." ucap Lee menyeringai.


"Ooh. Sekarang aku tau, apa ini cara mu mendapatkan uang instan, sehingga kau bisa cepat jadi orang kaya, hmm...! liciknya, kenapa Hana berteman denganmu? aneh kelebihan nya apa coba." ujar Kevin tiba tiba mobil berhenti mendadak.


Chitttttt....


"Aduh! kau ini bisa hati hati tidak. Kalau mau balas dendam jangan begini caranya." keluh Kevin kepalanya menghantam dashboard mobil.


"Sorry. Tadi ada kucing hitam lewat, bawel lagi, lain kali salt belt nya dipakai." celetuk Lee.


Kevin mengerti apa maksud dari perkataannya ia hanya menggerutu didalam hati kesal.


"Menyebalkan. Dia pasti sengaja, dasar muka dingin, datar, es balok." batin Kevin mengumpat.


"Stop!" ucap Kevin.


Lee menepikan mobilnya di pinggir jalan sesuai permintaan nya. "Tuan Sombong. Kau mau kemana? berbahaya jika ada yang melihatmu nanti." teriak pada Kevin terburu buru keluar dari mobil.


Restoran....


"Astaga. Ternyata kau ada disini, ayo kita pulang sekarang, saya capek mau istirahat" Lee mengejar Kevin hingga ke dalam restoran serba menu durian.


"Bersantailah dulu. Susah lho! untuk kebagian kursi di tempat ini, biasanya juga antri." ucap Kevin mendorong tubuh Lee kemudian duduk disebelah nya.


Tak butuh waktu lama semua pesanan datang terhidang di meja mereka. "Lagi lagi kau pesan sebanyak ini. Masih pagi sudah makan makanan manis." ujar Lee.


"Kenapa? kau takut diabetes. Ya ampun, sekali kali nggak apa apa kan, cobain sedikit, dijamin ketagihan, tenang saja, manisnya alami kok! seperti aku." tanya Kevin sebelum makan tak lupa ia berselfi bersama saudara kembarnya kemudian dikirimkan ke istrinya.


"Norak. Pakai acara foto, dasar pansos." Lee mencicipi sedikit demi sedikit setelah dinikmati ia seakan ketagihan menghabiskan nya dalam waktu singkat.


Korea♡♡♡


"My Prince. Tumben dia kirim foto, eeh! ada vidio juga" gumam Hana membuka isi pesan suaminya.