Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
59. BABY and My Prince



"Sepuluh menit. Serius boss." teriak Alfian tapi Kevin tak memperdulikan nya.


"Ini semua gara gara kamu." ucap Kwak Hyun pergi keluar Villa.


"Hey! Mau kemana? jangan kabur kamu." ucap Alfian menyusul Kwak Hyun.


"Cepat. Kamu mau dipecat boss." ucap Kwak Hyun.


Sedangkan Kevin kembali turun tangga untuk memasak makanan karena perutnya sangat lapar.


"Apa disini tidak ada pembantu gitu?" gumam Kevin menggaruk kepala.


"Oh iya. Aku baru sadar, kenapa tempat ini cepat sekali bersih." ucap Kevin bingung pasalnya sebelum ia ke kamar masih ada meja dan kursi.


Kevin mengambil bahan bahan untuk membuat Spaghetti dan juga membuat jus jeruk.


Sepuluh menit kemudian Kevin selesai memasak meletakkan makanan yang ia buat diatas meja.


"Boss. Ini obatnya." ucap Alfian ngos ngosan.


"Kalian kenapa?" tanya Kevin seakan tidak ada apa apa.


"Kita cari obat untuk Hana. Untung masih ada yang buka malam malam begini." ucap Kwak Hyun.


"Ooh!" ucap Kevin memakan makanannya.


"Enak juga. Makanan buatan sendiri." ucap Kevin mengunyah makanannya dengan sangat menggiurkan bagi yang melihatnya.


Alfian dan juga Kwak Hyun melihatnya menahan ludahnya karena perutnya sangat lapar.


"Apa yang kalian lihat?" tanya Kevin.


"Bagi dikit boleh." ucap Kwak Hyun.


"Eits. Ini punyaku, sembarangan." ucap Kevin mencekal tangan Kwak Hyun yang ingin mengambil piring berisi Spaghetti.


"Itu punya kalian ada disitu." ucap Kevin menunjuk dengan dagunya kearah meja sebelah kanan Kevin.


Karena disana ada dua meja kaca bundar ukuran yang sama.


"Wahh. Serius boss, kamu baik sekali." ucap Alfian tak percaya karena mau membuatkan makanan buat mereka.


"Iya. Ingat, jangan berantem, nanti saya akan ambil lagi." ucap Kevin.


"Siap boss?" ucap Alfian langsung menyantap makanan yang dibuat oleh bossnya.


"Boleh gabung Kevin?" tanya Kwak Hyun berdiri disampingnya.


"Kamu bareng saja sama Al? saya tidak terbiasa makan berdua dengan lelaki " ucap Kevin datar.


"Pelit banget. Ini kursi masih kosong." ucap Kwak Hyun.


"Sudah sana. Sekalian biar akur sama Al?" ucap Kevin.


Dengan sangat terpaksa Kwak Hyun makan bersama Alfian.


Selesai makan Kevin langsung mencuci piring nya dan merapikan kembali dapur nya.


"Biar saya aja boss." ucap Alfian ingin mengambil alih kerjaan bossnya.


"Kalian duduk saja. Ini cuma buat malam ini." ucap Kevin.


Setelah selesai Kevin langsung ke kamarnya karena sudah mengantuk.


"Aku pergi dulu. Mau tidur ngantuk, sebaiknya kalian obati wajah kalian, seperti anak kecil saja berantem di Villa orang lagi, memalukan." ucap Kevin kemudian langsung pergi.


"Huah. Ngantuk bangetz hari ini sangat melelahkan." ucap Kevin merebahkan diri disamping Hana yang masih belum bangun.


"Kalau aku amati dia mirip banget sama Ana? Temanku SMP dulu, atau cuma mirip saja." ucap Kevin karena sudah mengantuk ia langsung tertidur dengan tangan memeluk Hana erat bagai bantal guling.


🌿🌿🌿


Pagi Harinya Hana menggerakkan tubuhnya yang terasa berat kemudian ia membuka matanya kaget.


"Kevin. Apa yang dia lakukan?" ucap Hana pelan berusaha lepas dari Kevin.


"Susah banget. Gerak sedikit aja nggak bisa." ucap Hana pasrah menunggu Kevin bangun.


"Kapan dia bangun?" ucap Hana, Kevin bergerak wajahnya sangat dekat.


"Aduh. Kenapa dia malah semakin mendekat." gumam Hana.


Kevin sebenarnya sudah bangun tapi ia sengaja ingin menggoda Hana.


"Morning BABY?" ucap Kevin mencium bibir Hana sekilas.


Hana membulatkan matanya kaget tiba tiba Kevin menciumnya walaupun tidak dalam.


"Kamu mulai sekarang panggil aku My Prince. Dan aku BABY, agar orang orang nggak curiga kita." ucap Kevin.


"Tapi Kevin." ucap Hana.


"My prince." ucap Kevin menutup mulut Hana dengan jari telunjuk nya.


"Oke. My Prince, bisa lepaskan aku nggak." ucap Hana selembut mungkin.


"Nggak. Kamu janji dulu." ucap Kevin.


"Iya aku janji." ucap Hana menunjukkan jari kelingking ke Kevin.


"Aku pegang janjimu. Kalau salah satu diantara kita melanggar ada hukumannya." ucap Kevin melingkarkan kari kelingking ke Hana.


"Emang harus. Kalau tidak sengaja bagaimana?" tanya Hana.


"Sengaja tidak sengaja ada hukumannya." jawab Kevin.


"Hukuman apa?" tanya Hana lagi.


"Itu tergantung kita yang akan menentukan. Dan nggak boleh menolak atau membantah saat terkena hukuman." ucap Kevin.


"Oke. Siapa takut?" ucap Hana.


Kevin melepaskan pelukannya kemudian Hana beranjak turun dari tempat tidur.


Hana baru tersadar kalau ia memakai piyama bewarna pink muda.


"Siapa yang menggantikan bajuku?" tanya Hana melihat ke arah Kevin.


"Menurutmu siapa?" jawab Kevin.


"Mamah ya?" ucap Hana menebak.


"Apa jangan jangan kamu lagi." ucap Hana curiga.


"Aku. Tidak mungkinlah, kamu nggak mau aku sentuh kan, jadi bukan aku." ucap Kevin.


"Bagus kalau begitu. Kita hanya pura pura, kamu nggak berhak melihat apa yang aku punya." ucap Hana.


"Punyamu bagus juga." ucap Kevin mengerti apa yang Hana maksud.


"Kamu bilang apa?" tanya Hana tidak mendengar ucapan Kevin karena ia sudah masuk kedalam kamar mandi.


"Tidak. Aku hanya bicara sama handphone." ucap Kevin.


"Ooh! Aku kira apa?" ucap Hana dari dalam kamar mandi.


"Syukurlah. Aman, bisa marah dia kalau tau, seperti singa lapar." ucap Kevin mengusap dadanya.


"BABY. Cepat dong mandinya, gerah ini mau mandi." teriak Kevin dari luar kamar mandi.


"Iya. Sebentar lagi, sabar." ucap Hana.


"Jangan lama lama. Atau aku susul kamu kedalam." teriak Kevin.


"Gila apa Dia." ucap Hana buru buru memakai pakaian nya ia sengaja membawanya agar bisa ganti baju dikamar mandi.


Hana keluar dari kamar mandi Kevin langsung menerobos masuk.


"Lama banget." ucap Kevin.


"Namanya juga perempuan." ucap Hana.


Hana menyisir rambutnya dan memoles sedikit wajahnya dan memakai aksesoris cepet mutiara di kanan kiri dengan menggerai rambutnya.


"Biasanya seorang istri memilih baju untuk suaminya." ucap Hana membuka almari mengambil sweater bewarna putih sama dengan yang ia kenakan.


"Ini cocok. Walaupun pura pura, harus kelihatan romantis." ucap Hana tersenyum.


•


•


•


*Bersambung*