Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
112. Malam Tahun Baru



Setibanya di hotel Burj View Suite, Manzil Downtown Dubai bersuasana kemegahan nuansa Arab, dengan pemandangan Burj khalifa gedung tertinggi di dunia indah dan sangat mempesona.


Ketika mereka masuk Hana langsung membuka tirai teras kamar ia melihat pemandangan Burj seperti sangat dekat gedung megah dan tinggi.


Hana merentangkan kedua tangannya ia malah dipeluk dari belakang oleh Kevin dengan mesranya.


"Kamu senang. Sebentar lagi malam pergantian tahun, harapan kamu apa? untuk hubungan kita, apa yang kamu minta dariku?" tanya Kevin menatap wajah Hana beralih mencium pipinya.


"Hmm. Cinta dan kesetiaan." jawab Hana tersenyum menatap wajah Kevin dari dekat.


"Kenapa kamu memilih itu?" tanya Kevin lagi.


"Aku tidak mau. Kalau apa yang menimpa ibuku terjadi padaku." jawab Hana dengan nada sendu.


Kevin melepas pelukannya ia memutar tubuh Hana menghadap ke arahnya.


"Kamu tenang saja. Cintaku hanya untukmu seorang dan juga kedua orang tuaku." ucap Kevin memegang kedua bahu Hana membawanya dalam dekapannya.


"Tapi aku tanya satu hal padamu." ucap Hana mendongak ke atas menatap Kevin.


"Hmm. Apa itu?" tanya Kevin lembut.


"Atas dasar apa kamu menikah denganku. Bukan karena dendam pribadi." ucap Hana.


Deg, jantung Kevin seketika berdetak lebih cepat ekspresinya seakan berubah ia tersenyum tapi seakan terasa sakit mendengarnya.


Memang benar tujuan awal Kevin menikah dengan Hana memang ingin membalas dendam karena ayahnya yang merebut ibu kandungnya sendiri tapi berbeda setelah ia mengetahui semuanya.


Hana adalah teman di masa sekolah dasar saat itu wajahnya masih imut imut dan


Kalau ibu kandungnya dari ia kecil tak pernah menyayanginya.


Dulu Kevin bersifat dingin, tidak peduli dengan orang disekitarnya dan sifatnya sangat tertutup terhadap orang lain, membenci semua wanita kecuali Sinta ibu angkatnya.


Tapi setelah ia bertemu dengan Hana hidupnya lebih bewarna walaupun selalu berdebat tapi sekarang Kevin sangat mencintainya tak ingin kehilangan istri tercintanya.


"Bercanda. Serius banget." ucap Hana tiba tiba tersenyum.


Wajah Kevin seketika berubah begitu pula hatinya yang tadinya khawatir menjadi lebih tenang.


"Beraninya. Kamu mengerjai suamimu sendiri, iseng banget sih!" ucap Kevin mengangkat tubuh Hana ia membawanya ke atas kasur.


"My Prince. Jangan sekarang deh!" ucap Hana berhenti tiba tiba saja mulutnya dibungkam oleh bibir Kevin sehingga ia tidak bisa melanjutkan ucapannya.


Cukup lama Kevin bermain bibir dengan Hana ia baru melepaskannya setelah merasa puas.


Kevin melucuti pakaian istrinya tanpa menyisakan sehelai benang pun.


"Apa kamu tidak lelah. Delapan jam lho! kita berada di dalam pesawat. Apa tidak capek?" tanya Hana menahan tangan Kevin yang mulai kemana mana bibirnya mencium setiap inci bagian tubuh Hana.


"Tentu tidak. Kamu sendiri tidak menolaknya bukan." ucap Kevin membuat suasana kamar semakin panas membara.


Setelah hasratnya terpenuhi mereka istirahat sebentar setelah itu mandi bersama.


Kevin selalu saja membuat Hana tak bisa menolaknya.


"My Prince. Kamu mau apa?" tanya Hana pada Kevin yang mengikutinya ke dalam kamar mandi.


"Apa semua laki laki seperti Kevin. tidak mungkin aku menolaknya, dia memang selalu buat aku tak bisa apa apa." ucap Hana dalam hatinya.


"BABY. Apa yang kamu pikirkan, kamu mau bagian mana dulu, biar aku pijat, kamu tidak akan merasa capek setelah ini." ucap Kevin.


Hana tau maksud dari perkataan Kevin ia mengalungkan tangannya ke leher Kevin dengan kepala sedikit terangkat dari bathup mulai mengimbangi permainan suaminya.


"Pilih saja mana yang kamu suka." ucap Hana menggoda dengan menggigit bibirnya dan mengedipkan sebelah matanya.


Kevin tersenyum melihat reaksi istrinya baginya sangat menggoda dan sexy.


"Aku bisa ganti baju sendiri. Kamu mau apa? aku sudah mandi lho!" ucap Hana pada Kevin yang menggantikan baju untuknya.


"Iya aku tau. Aku cuma membantu kamu saja biar cepat selesai." ucap Kevin.


"Lebih baik kamu ganti saja bajumu. Aku mau ke teras, sebentar lagi tahun baru, tinggal beberapa menit saja, aku tunggu kamu disana." ucap Hana melihat Kevin dengan tubuh polosnnya tanpa memakai apapun bahkan handuknya ia sampirkan di pundaknya saja.


Hana keluar dari kamar mandi ia berjalan ke arah balkon pemandangan Burj yang menampilkan pertunjukan cahaya warna warni dengan latar Dubai Fountain yang spektakuler.


"WOW. Indahnya." ucap Hana menutup mulutnya agar tidak berteriak itu baru permulaan dari pertunjukan belum menuju puncaknya di tahun baru.


"My Prince. Dimana sih dia, nggak keluar keluar juga dari tadi, My Prince?" panggil Hana ia menoleh ke arah belakang tak ada suaminya padahal malam pergantian tahun tinggal sepuluh detik lagi.


"Aku disini. Kamu aku tinggal sebentar saja sudah kangen." ucap Kevin memeluk Hana dari belakang yang membuat Hana bingung dari mana munculnya tiba tiba muncul di belakangnya.


"My Prince, dari tadi aku cariin. Ngagetin aja deh! seperti hantu saja, aku kira siapa? kamu bersembunyi dimana?" tanya Hana ia sangat deg degan jantungnya berdebar kencang.


"Kamu melupakan ini." ucap Kevin memberikan ponsel Hana.


Untuk mengabadikan momen tahun baru di Dubai dengan pesta kembang api yang begitu meriahnya.


Sedangkan Kevin memilih memakai kameranya dibandingkan ponselnya sendiri.


"Hmm, lupa. Kita hitung mundur dari sekarang, tiga dua, satu." ucap Hana bersama sama menghitung malam pergantian tahun.


Pemandangan sangat menawan bertabur meriahnya pesta kembang api Hana mengajak Kevin foto bersama ia melepaskan pelukan mereka berjalan maju.


"Kita selfie dulu. Tunjukan senyuman kamu yang manis." ajak Hana membalikkan badanya untuk berselfi bersama.


Hana berselfi dengan Kevin entah sampai berapa banyak setelah puas ia menyuruh suaminya mengambil foto dengan kamera Kevin.


"Suamiku ini memang tampan. Bisa tolong fotoin aku dengan kameramu itu, yang bagus yah!" ucap Hana mulai bergaya layaknya model sedangkan Kevin memundurkan kakinya agar bisa memotretnya lebih leluasa.


Setelah puas Hana mengambil alih posisi Kevin sekarang ia bergantian mengambil foto suaminya dengan kamera.


"Ganti gaya. Kamu ini model kan, masa kalah sama aku, ayo cepat." ucap Hana Kevin sudah merasa bosan entah sudah beberapa kali Hana memotretnya tak ada hentinya menyuruh suaminya berganti gaya.





BERSAMBUNG