Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
125. Manja



"Pelan pelan. Tidak ada yang memintanya, enak banget, dulu aku pernah makan itu, tapi reaksinya diluar dugaanku, karena bunda juga alergi." ucap Hana mengusap punggung suaminya.


"Setelah aku pikir. Lucu juga, kita itu pasangan suami istri, tapi seleranya berbeda, buktinya makanan favorit kita tidak sama, apa kamu juga punya alergi seperti aku?" tanya Hana dengan raut wajah imut.


Menyangga dagunya dengan kedua tangannya ia menatap ke wajah suaminya tersenyum ke arahnya.


"Hmm. Ada?" jawab Kevin sembari mengunyah makanannya.


"Apa? Alergi udang, cumi, kepiting, sayuran, daging, apalagi yah?" tanya Hana ia berpikir keras sambil mengetuk kepalanya sendiri.


"Bukan itu. Tapi alergi kamu." jawab Kevin mengusap rambut Hana sampai berantakan.


"Kenapa aku. Atau jangan jangan kalau kamu dekat dekat dengan aku, kulitmu gatal gatal, apa sih?" tanya Hana lagi Kevin memberi kode untuk mendekat ke arahnya.


"Alergi kamu jauh dariku. Nanti aku bisa sampai hilang akal, karena aku sangat mencintaimu." bisik Kevin ditelinga Hana.


"Ooooooh! itu sih bukan alergi. Tapi kecanduan, kalau aku benar benar, meninggalkanmu bagaimana?" tanya Hana ragu ragu.


Kevin menatap Hana intens ia melihat dari ekpresi istrinya terlihat bersungguh sungguh ia sampai berdiam sejenak sebelum menjawabnya.


"Apa maksud Hana bicara seperti itu. Seakan dia mau meninggalkan aku. Kalau sampai terjadi, apa aku bisa hidup tanpanya?" batin Kevin dalam hatinya ia seperti merasakan sakit dihatinya karena ucapan Hana.


"My Prince. Ada apa denganmu, aku tidak bermaksud mengatakan itu, tapi itu anehnya kata kata itu keluar begitu saja, dari mulutku." ucap Hana tak enak hati.


Sedangkan Kevin sibuk dengan pikirannya sendiri ia tak mendengarkan ucapan Hana kepadanya.


#FLASHBACK


Di Markas Lee Tae Yeong


"Aku tau alasan kamu menikahi Hana?" ucap Lee Tae Yeong mencekal tangan Kevin yang akan pergi meninggalkan markasnya.


Kevin menatapnya tajam ke arah Lee Tae Yeong ia menghempaskan tangannya yang dicekal dengan kasar sampai ia hampir jatuh karena tidak bisa menjaga keseimbangan.


"Hati hati." ucap Lee Tae Yeong memegangi lengan Kevin tapi lagi lagi tangannya dihempaskan olehnya.


"Nggak usah sok perhatian. Minggir." sentak Kevin melangkahkan kakinya keluar ia berhenti karena ucapan Lee Tae Yeong.


"Aku tau. Siapa pelaku yang mencelakai kalian, sampai Hana masuk ke rumah sakit, waktu kita Touring ke bandung, kamu mau aku bantu." tawar Lee Tae Yeong seketika Kevin mengepalkan tangannya erat ia berjalan mendekatinya.


"Katakan padaku. Siapa orangnya?" tanya Kevin.


Lee Tae Yeong membisikkan sesuatu di telinganya Kevin sampai tak percaya dengan kata katanya karena ia mengganggap itu tak mungkin.


"Jangan coba berbohong padaku. Aku tidak akan pernah percaya sama kamu, omong kosong." ucap Kevin dengan nafas yang menggebu gebu tanpa sengaja ia sampai mengeluarkan air mata.


"Aku tunjukkan buktinya. Ayo Kita masuk dulu ke dalam." ajak Lee Tae Yeong diangguki oleh Kevin.


Kevin menerima sebuah data diri pelaku yang ternyata pelakunya orang yang sangat ia kenal hatinya terasa begitu sakit.


"Kenapa kamu malah curhat. Apa kamu ada cara buat pelakunya keluar, sebenarnya apa masalahnya dengan keluargaku, didepan aku dia pura pura baik, tapi dibelakang dia menusukku dari belakang." ucap Kevin menatap ke arah Lee Tae Yeong ia mengangguk kepadanya.


Lee Tae Yeong bilang sama Kevin kalau ia harus membuat Hana benci kepadanya itu hanya untuk sementara waktu saja.


Demi keamanan Hana ia mau tidak mau harus melakukannya.


Untuk selanjutnya Lee Tae Yeong yang akan mengawasi Hana dan juga menjaganya.


"Apa tidak ada cara lain. Itu tidak mungkin, Bagaimana kalau Hana, benar benar membenciku, siapa yang akan bertanggung jawab?" tanya Kevin ia melangkah kan kakinya pergi meninggalkan Lee Tae Yeong.


"Pikiran itu baik baik. Ini semua demi Hana, terserah kamu saja, dasar keras kepala." teriak Lee Tae Yeong


Sedangkan Kevin hanya melambaikan kemudian langsung masuk ke dalam mobil Gino yang sudah menunggunya di sekitar tempat itu.


#FLASHBACK


"My Prince. Sorry, aku tidak." ucap Hana berhenti ia sudah dipeluk oleh Kevin sangat erat.


"Kamu percaya kan sama aku. Seumur hidupku, hanya kamu wanitaku." ucap Kevin membuat Hana bingung.


"Percaya. Kamu ini kenapa sih! manja banget, biasanya juga aku yang manja, tapi aku lebih suka kamu yang seperti ini, terlihat apa adanya." ucap sangat lembut.


"Aku tau kamu sekarang lagi ada masalah. Apa susahnya ceritakan keluh kesahmu sama aku, kamu malah menyimpan semuanya didalam hatimu, apa itu tidak menyakitkan, dari dulu Kevin terlalu tertutup orangnya." ucap Hana dalam hatinya.


"Kamu mau kemana?" tanya Hana ketika Kevin melepaskan pelukannya ingin pergi meninggalkan dia sendiri.


"Mandi. Gerah banget, apa kamu mau ikut! kita bisa mandi bareng." ajak Kevin mengedipkan sebelah matanya dengan genitnya.


"Nggak mau. Lagi pula cuaca hari ini kan dingin, gerah dari mananya coba, aneh banget kamu." tolak Hana melihat ke arah jendela rumahnya.


"Ya sudah. Aku mandi dulu, nggak apa apa kan aku tinggal sebentar." ucap Kevin menghampiri Hana dan mengecup bibir Hana sekilas kemudian berlari menaiki tangga.


"Tumben banget. Biasanya juga pakai lift kalau mau keatas." ucap Hana memperhatikan Kevin dari punggungnya.


Drettt Drettt Drettt


ponsel Hana bergetar, dilihatnya panggilan VC dari Lee Tae Yeong ia segera mengangkatnya.


~>> [[ Hallo kak? ada apa tumben vidio call. ]] tanya Hana.


~>> [[ Wajahmu terlihat sedih. Kenapa? kamu bertengkar sama Tuan Sombong itu.]] tanya Lee Tae Yeong.


~> [[ Hmm. Tidak, aku hanya lelah saja, badan aku terasa sakit semua. ]] jawab Hana berbohong tapi Lee Tae Yeong tau dilihat dari raut wajahnya sudah kelihatan.


Jangan lupa like yah?, sama komen nya biar author lebih semangat lagi update 👌❤❤


••• BERSAMBUNG •••