Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
72. Milikku Seutuhnya



Hana panik dan menggulungkan gorden penutup kamar mandi yang masih menggantung untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Sedang apa kamu disini." ucap Hana masih deg degan sedangkan Kevin malah tersenyum menatap Hana dari atas sampai bawah yang tertutup gorden.


"Cuci baju. Ya mandi lah!" ucap Kevin malah menyenderkan kepalanya ke bathup.


"Maksudku. Ini kan kamar mandi, kenapa ruangannya berbeda." ucap Hana berhenti melihat sekelilingnya.


"Kamu sengaja ya. Mau mandi bersamaku, kenapa kamu tutupi, buka aja nggak apa apa? sini bareng sama aku." ucap Kevin membuat Hana ingin keluar tapi malu.


"Memang kamu siapa? dasar mesum." umpat Hana kesal.


"Apa kamu lupa. Baru beberapa hari yang lalu kita menikah, kamu mau kita melakukannya disini, atau yang lebih nyaman lagi kita ke kasur aja yuk?" ucap Kevin.


Hana hanya diam saja ia sendiri bingung harus kemana selagi Kevin masih disana bersamanya.


"Kamu mau kita melakukannya disini." ucap Kevin hendak berdiri tapi Hana melarangnya.


"Mau apa kamu. Diam disitu." ucap Hana panik.


"Kenapa? kamu ingin aku disini terus bersamamu." ucap Kevin menggoda Hana.


"Bu Bukan itu maksudku. Aduh apa yah! Susah banget ngomongnya." ucap Hana gugup.


"Ternyata tubuhmu wow banget. Wajah cantik, kulit putih mulus lagi, Perfect Sexy." ucap Kevin memperagakan tubuh Hana dengan mengambarkan dengan tangannya.


"Buang pikiran kotormu. Sampai kapan kamu ada disini, sana keluar." usir Hana.


"Oke. Tapi aku bilas dulu, Kamu nggak lihat badanku penuh busa." ucap Kevin.


"Jangan disini." ucap Hana.


"Ya terus dimana? kamu yakin nggak mau keluar dulu." ucap Kevin menaik turunkan alisnya.


Kevin sengaja mengerjai Hana karena hal yang membuat Kevin bahagia.


Sedangkan Hana hanya memalingkan mukanya tak ingin melihat Kevin mandi disampingnya.


"Sudah belum sih! Mandinya lama banget. Sengaja ya kamu, mau buat aku mati berdiri disini." ucap Hana kesal karena ia sudah lelah berdiri disana menunggu Kevin selesai mandi.


"Sebentar lagi. Sabar dong! lagi pakai handuk ini sama pakaian juga." ucap Kevin sebenarnya sudah selesai.


"Sexy. Cantik lagi." ucap Kevin secara tiba tiba memeluk Hana dari belakang.


"Apa yang kamu lakukan. Lepasin nggak." ucap Hana merasa geli.


Kevin sengaja meraba raba bagian dari ujung kaki sampai ke seluruh tubuh Hana sehingga merasa ada sensasi aneh ditubuh nya tanpa ia sadari tapi Hana menikmatinya.


"Bagaimana? Enak bukan. Aku bisa lakukan lebih dari ini, rasanya lebih WOW." bisik Kevin ke telinga Hana.


"Jangan macam macam kamu. Kita hanya pura pura menikah, bukan pernikahan sesungguhnya." ucap Hana berusaha melepaskan tangan Kevin nakal.


"Sebelumnya kan pernah bilang. Aku nggak macam macam hanya satu macam dan itu bersama kamu." ucap Kevin tak mau melepaskan pelukannya.


"Kenapa? Kamu menikmatinya bukan. Itu hukuman karena kamu salah memanggilku." ucap Kevin malah meremas da**Hana.


"Aduh! sepertinya Kevin sengaja menjebakku deh! Cari kesempatan dalam kesempitan. Tapi kenapa aku tidak bisa menolaknya." ucap Hana dalam hatinya ia tak bisa berbuat apa apa selain pasrah apa yang akan dilakukan Kevin terhadapnya.


"Kamu akan jadi milikku seutuhnya Hana. Aku nggak tahan lagi kamu sendiri yang memancing juniorku Hana, jadi jangan salahkan aku, sabar Kevin, tunggu sampai Hana yang memulainya terlebih dahulu." batin Kevin berusaha menenangkan joniornya agar tidak menegang lagi.


"Sexy. Aku nggak akan melakukannya sebelum kamu sendiri yang menginginkannya." bisik Kevin ke telinga Hana dan membuatnya merinding kemudian Kevin melepaskan pelukannya.


Hana tak menjawab apa apa ia bagaikan patung yang tak bergerak sedikitpun mulutnya terasa kaku ketika ingin berbicara dengan Kevin.


"Aku tunggu di kamar. Ahh! Bukan maksudku di ruang makan, kita makan siang bareng." ucap Kevin sebelum membuka pintu kamar mandi.


"Upss. Sebelumnya aku pernah melihat kamu seperti ini, sangat Sexy, Bahkan tanpa kamu tutupi dengan itu." ucap Kevin kembali lagi memasukkan kepalanya ke dalam kamar mandi.


"What? Sebelumnya. Maksudmu apa?" tanya Hana kaget ia sekarang berada di belakang pintu kamar mandi mendorong pintu agar Kevin tak bisa masuk.


"Ohh? Iya. Satu lagi, jangan lupa kunci pintunya, apa kamu sengaja ya mancing aku masuk kedalam lagi." ucap Kevin kemudian tersenyum memasukkan sedikit kepalanya tapi tak bisa melihat Hana karena terhalang pintu.


"Sudah sana keluar. Dasar mesum." umpat Hana kemudian ia tak sengaja terpeleset hingga terjatuh karena ia mendorong pintunya terlalu keras.


"BABY. Kamu baik baik saja kan." panggil Kevin dari luar pintu mendengar suara benda jatuh.


"Ssssttt...?, Kenapa harus jatuh segala sih! Nggak beruntung banget kamu Hana." lirih Hana mengaduh kesakitan memegangi pinggang nya.


Sedangkan Hana segera mengganti bajunya takut kalau Kevin mendobrak pintu secara tiba tiba.


"BABY. Buka pintunya, kamu kenapa sih! jatuh yah!" teriak Kevin menggedor gedor pintu kamar mandi.


"Nggak apa apa. Kamu pergi aja sana." usir Hana.


"Kenapa aku diam saja tadi. Seharusnya berontak atau apa gitu, jadi malu kan, mungkin dia sengaja tidak mengunci pintunya." gumam Hana mengingat kejadian saat ia terjebak di dalam kamar mandi bersama Kevin.


Sudah sepuluh menit Kevin menunggu Hana belum juga keluar.


"Sebenarnya apa yang dilakukan dia di kamar mandi. Katanya cuma ganti baju aja, kenapa lama banget." ucap Kevin menunggu Hana di ujung kasur sesekali melirik ke arah pintu kamar mandi.


"BABY?" panggil Kevin keras tapi ternyata yang ditunggu ada dibelakangnya.


"Ngapain aja kamu disana. Nonton TV atau mencuci baju, aku tunggu dari tadi, wajah kamu kenapa kelihatan pucat, Apa kamu sakit." berondong Kevin melihat wajah Hana seperti tidak bersemangat.


"Tidak. Ayo kita turun!" ajak Hana berjalan mendahului Kevin.


"Sini aku bantu." tawar Kevin tanpa aba aba langsung mengangkat tubuh Hana berjalan menuju lift.





BERSAMBUNG