Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
122. Perasaan Aneh



"Hmm! nggak kok. Aku cuma kaget." ucap Hana tersenyum kaku.


"Itu sama saja. BABY, satu detik saja aku tidak melihatmu bagaikan satu tahun lamanya tak bertemu. Berjanjilah kamu tidak akan meninggalkanku." ucap Kevin mengecup pipi Hana.


"Lebay banget sih kamu. Lagi pula kita kan suami istri, mana mungkin aku akan meninggalkan kamu, kalaupun pergi kita harus bersama sama." ucap Hana tersenyum menoleh ke arah wajah Kevin yang berada di pundaknya.


"Janji dulu." ucap Kevin menunjukan jari kelingking ke depan wajah Hana.


"Ada ada saja kamu. Iya janji, apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu." ucap Hana menyatukan jari kelingking nya dengan Kevin.


Kemudian mereka beralih duduk di sofa agar lebih santai.


"Nah gitu dong! Aku pegang janjimu." ucap Kevin ponselnya bergetar.


Kevin segera mengangkat panggilan dari Fadly dan Sinta mereka sudah pulang kerumah Kevin karena sudah mendapat pesan wa dari anaknya.


~>> [[ Sinta: Hallo Kevin, apa benar Hana sudah pulang, kamu sekarang ada dimana? ]]


tanya Sinta ia berada di ruang tamu bersama suaminya mereka baru saja pulang mencari Hana.


~>> [[ Kevin: Hana sudah pulang Mah? sekarang kita ada di ruang kerja Kevin?]]


~>> [[ Sinta: Kalian cepat kesini. Kita makan malam bareng, ada yang ingin Mama tanyakan sama kalian. ]]


~>> [[ Kevin: Iya Mah?, tunggu sebentar. ]]


Kevin dan Hana keluar dari ruang kerja kemudian langsung menghampiri Sinta dan juga Fadly yang baru saja pulang untuk mencari menantunya.


"Hana, sini nak. Ada yang ingin Papa tanyakan sama kamu dan Kevin." titah Fadly meraih tangan Hana juga Kevin untuk duduk disebelah nya.


"Ternyata memang Benar Mah? apa yang dikatakan mereka?" ucap Fadly menatap istrinya penuh arti.


"Maaf Pah? sebelumnya Hana sudah membuat kalian khawatir. Aku enggak bermaksud kok Mah? Pah? sekali lagi Hana minta maaf." ucap Hana tak enak hati.


Hana merasa bersalah karena dia membuat suaminya dan mertuanya merasa khawatir bahkan ia pergi tidak berpamitan dengan suaminya ia baru pulang sore hari.


"Tidak apa apa. Kamu kan tadi sudah pamit sama Mama, tapi nggak bilang mau kemana? lain kali jangan diulangi lagi ya sayang, dari tadi Kevin tidak mau makan, kelakuannya seperti anak kecil saja." ucap Sinta.


"Serius. My Prince, kamu." ucap Hana sebenarnya ia sendiri belum makan sama seperti Kevin ia benar benar tidak berselera hanya minum air putih saja waktu di mobilnya.


Hana sudah memesan makanan dari Cafe miliknya buat mereka makan malam bersama karena tidak sempat untuk memasak.


"Maaf Tuan. Nona, diluar ada kurir pengantar makanan, katanya mencari Nona Hana?" ucap kepala penjaga di rumah Kevin.


"Suruh masuk saja pak? bawa makanannya kesini." titah Hana kepada kepala penjaga itu.


"BABY, kamu pesan makanan. Kita kan bisa memasak sendiri, nanti kalau ada apa apa didalam makanan itu bagaimana?" tanya Kevin.


Hana juga memberikan tips untuknya, kebetulan kurir makanan itu orang yang paling dipercaya oleh Hana karena sudah bekerja dengannya dari pertama kali Cafe nya didirikan sampai ia sukses dan membuat cabang cabang di luar kota bahkan ke luar negeri.


"Wah! enak sekali makanan ini. Rasanya persis seperti Cafe langganan kita sayang, dan yang paling mengesankan setiap hari jumat, mereka membagi bagikan makanan ke orang yang membutuhkan." ucap Sinta melihat ke arah suaminya.


"Iya benar sekali. Papa penasaran sekali, sebenarnya siapa pemilik Cafe itu, dari dulu masih disembunyikan identitasnya, padahal Papa ingin ketemu sama orangnya, katanya pemiliknya masih muda dan cantik." ucap Fadly ia mendapatkan cubitan dari Sinta.


"Kalian sudah bertemu dengannya. Bahkan sangat mengenalnya dekat." seru Kevin ia melirik ke arah istrinya.


"Apa kamu tau siapa pemilik Cafe HSY itu. siapa? dari kabar yang Mama dengar dia juga memiliki sebuah perusahaan di luar negeri." tanya Sinta pada Kevin penasaran.


"Tau. Orang itu ada disini juga, menantu kalian, perkenalan Hana Seo Yeon, inilah orangnya." ucap Kevin melirik ke arah istrinya lagi.


Sedangkan Sinta dan Fadly melihat ke arah Hana seakan sedang bertanya kepada menantunya.


"Hmm! makanan ini memang dari Cafe Hana. HSY itu initial nama Hana Seo Yeon, sama seperti nama perusahaan itu, memang aku sengaja merahasiakan semuanya pada semua orang termasuk Mama, sama Papa, semakin seseorang itu meraih kesuksesan, semakin berat juga ujiannya, takutnya Hana bisa tinggi hati, kalau terlalu banyak orang yang memuji." jelas Hana panjang kali lebar.


"Kevin. Dengarkan itu apa kata Hana, jangan jadi orang yang sombong, pada awalnya kalau jadi orang sukses, semuanya dimulai dari nol, bukan begitu sayang?" ucap Sinta menyenggol lengan Fadly.


"Kenapa jadi aku yang kena?" gerutu Kevin kesal ia melihat ke arah Hana.


Mereka semuanya tertawa pasalnya Kevin sedari kecil memang sudah mempunyai sifat sombong.


Satu Minggu Kemudian


"BABY. Apa kamu sudah hamil?" tanya Kevin kepada Hana yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Belum. Kenapa kamu bertanya seperti itu, nanti kalau sudah rezekinya pasti kita dikasih sama yang diatas, sabar dulu, jangan terlalu terburu-buru, apa kamu sudah siap jadi ayah?" ucap Hana duduk di kursi rias untuk memoles wajahnya.


"Orang hamil kan juga ngidam. Apa kamu mau menggantikanku, mual mual, pusing dan masih banyak yang lainnya." ucap Hana sembari melihat ke arah Kevin.


"Tidak. Kamu hari ini jangan pergi dulu yah! perasaan aku nggak enak, takutnya terjadi apa apa sama kamu, semalam juga aku mimpi kamu pergi meninggalkanku." ucap Kevin dengan raut wajah suram.


"Itu hanya mimpi. Tidak usah dikhawatirkan, aku cuma keluar sebentar, karena klien ingin bertemu denganku, selama ini cuma diwakilkan oleh Doni, nanti aku pulang, kamu juga kan harus ke kantor." ucap Hana kini ia penampilanya sudah rapih.


Perasaan hati Kevin masih terasa tak enak seperti ada yang mengganjal tak tau itu apa.





BERSAMBUNG***