
"Sudah yah! capek tau. Sini kameranya." ucap Kevin mengambil kamera yang dipegang Hana.
"Hmm. Kamu tau kenapa aku mengambil gambarmu di kamera?" tanya Hana.
"Tidak. Bagus juga hasil fotonya." jawab Kevin melihat lihat hasil foto Hana ia tak mendengar apa yang ditanyakan istrinya.
Hana menatap Kevin kesal ia merasa di cuekin memilih duduk di kursi yang ada disana.
"Kamu dengerin aku ngomong nggak sih!" ucap Hana.
Kevin baru menoleh ia menghampiri Hana yang menatap kearah nya cemberut.
"Dengar. Memang tadi kamu bilang apa? bisa diulangi lagi nggak." ucap Kevin malah bertanya.
"Tuh! kan. Nyebelin banget deh kamu." ucap Hana memalingkan mukanya.
"Aku tau. Kamu mau dibuatkan Album foto berisi, dari awal pertemuan kita sampai rambut memutih, gigi tinggal dua, berjalan bungkuk, kulit keriput." ucap Kevin.
Memperagakan badannya mulai dari mengusap rambutnya hingga berjalan membungkuk layaknya orang yang sudah tua.
"Haa...Haa...Haa. Sudah sudah, jangan diteruskan, kamu nggak cocok jadi pelawak, mukanya terlalu datar kaku banget, Haa...Haa...Haa." ucap Hana di sela sela tawanya ia sampai berjongkok sampai saking nggak kuatnya.
Yang Hana lihat bukan cara Kevin memperagakan nya tapi karena ekpresi wajahnya yang datar juga terlalu keren dan terlihat imut.
"Menurutmu apa ada yang lucu?" tanya Kevin melihat Hana yang masih tertawa lepas sampai tak terdengar suaranya.
Hana tertawa sampai dadanya sakit dan perutnya tegang karena terlau lama.
"Oke. Perut aku sakit nih! jadinya, My Prince bantuin aku dong!" ucap Hana memegangi perutnya dengan kedua tangannya.
"Apa kamu nggak tau. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik." ucap Kevin.
Karena kesal Kevin awalnya ia ingin masuk ke dalam kamar tapi ia mengurungkan niatnya kembali lagi menghampiri Hana dan berjongkok di depan Hana.
"Dimana yang sakit. apa disini?" tanya Kevin memegang perut Hana.
"Bukan. Tapi di sini." jawab Hana beralih memegang ke bagian dadanya.
"Sejak kapan perut berada di atas. Sekarang kamu tarik nafas kamu pelan pelan keluarkan." ucap Kevin.
Hana mengikuti apa yang di ucapkan oleh Kevin ia melakukannya secara cepat seperti orang yang mau melahirkan.
"Hei. Bukan seperti itu, kamu mau lahiran, nggak begitu caranya, sini biar aku contohkan, tarik nafas pelan pelan lalu keluarkan, lakukan berapa kali." ucap Kevin memperagakan nya.
"Anak pintar. Jangan sampai di ulangi lagi, untung saja masih ada suara kembang api, kalau tidak kamu bisa dianggap mengganggu privasi orang yang sedang beristirahat." ucap Kevin.
"Iya. Aku tidak akan mengulangi lagi, ini sudah mendingan, tapi perutku masih masih sakit, sepertinya maag aku kambuh deh!" keluhnya Hana.
"Sejak kapan kamu punya maag. Kenapa aku baru tau, kita ke rumah sakit sekarang." ajak Kevin ia mengangkat tubuh Hana ke atas kasur.
Hana menolak ia hanya perlu beristirahat dan minum obat.
Sebenarnya ia sudah merasa sakit waktu berada di pesawat tapi ia tak memberi tahu Kevin.
Takutnya akan mengganggu perjalanan mereka dan membuat Kevin khawatir juga mertuanya.
"Nggak mau. Aku hanya perlu istirahat saja dan minum obat." ucap Hana menolak ajakan Kevin.
"Kamu yakin. Nanti kalau semakin bertambah parah bagaimana?" ucap Kevin ia mengambil tas salempang miliknya.
Sesuai permintaan Hana Kevin mengajaknya ke Mall untuk berjalan jalan sekaligus makan.
Karena jaraknya dekat hanya berjalan kaki sekitar sepuluh menit mereka sampai di sebuah Mall yang salah satu terbesar di dunia.
Awalnya Kevin ingin menggendong Hana tapi menolaknya memilih untuk berjalan kaki saja karena jaraknya dekat.
"Kamu mau makan di Restoran atau Cafe?" tanya Kevin mereka sudah berada di dalam Mall.
"Hmm. Restoran saja." jawab Hana melihat sekelilingnya terlihat ramai ia melihat wanita yang memakai hijab dengan gamis.
Hana ingin membelinya karena semua yang ia pakai kebanyakan terbuka.
Kalaupun tertutup cuma bagian bawahnya saja atasnya tetap terbuka.
"Kenapa BABY. Apa kamu ingin membeli pakaian yang digunakan wanita itu." tanya Kevin dijawab anggukan oleh Hana.
"Nanti setelah kita makan. Kamu boleh belanja sepuasnya." ucap Kevin.
"Baiklah." ucap Hana tersenyum mereka sudah memasuki restoran.
Makan malam sudah selesai Kevin menemani Hana berbelanja disana mereka malah bertemu dengan Caitlin teman Kevin.
"Itu bukannya teman Kevin. buat apa dia ada disini, Mereka sudah janjian mau kesini bareng bareng." batin Hana menatap dari kejauhan.
Walaupun jauh Hana tetap bisa mengenali wajah seseorang sekalipun menyamar ia tau.
"Ada apa BABY?" tanya Kevin ia melihat ke arah mana Hana memandang.
"Caitlin, kamu tunggu sebentar. Aku mau kesana, pilih saja apa yang kamu mau." ucap Kevin ingin menghampiri Caitlin tapi di tahan oleh Hana dengan mencekal tangannya.
"Disini aja. Jangan pergi kemana mana, nanti kalau aku tersesat disini bagaimana? kamu tega meninggalkan aku sendiri disini." ucap Hana.
"Tapi BABY?" ucap Kevin ia melanjutkan perkataannya karena Hana menatapnya tajam.
Ketika Kevin menoleh kembali ke arah orang yang ia kenali sudah tidak ada lagi entah kemana perginya, padahal ia cuma ingin memperkenalkan dengan Hana karena Kevin sudah berjanji padanya.
"My Prince. Kita beli ini ya!" ucap Hana memberikan Kevin sebuah Hoodie yang sama dengan yang ia pegang.
"Couple. Tapi kenapa warnanya purple, apa nggak ada warna lain?" tanya Kevin.
Hana memberikan Hoodie berwarna merah bertulisan I Love You tapi terpisah.
Punya Kevin bertuliskan I Love, sedangkan punya Hana bertuliskan You sebelahnya ada gambar berbentuk love bewarna merah.
"Pink. Muka aku mau taruh dimana, bisa turun harga diri aku didepan perempuan." ucap Kevin.
"Tapi buat aku. Kamu mau pakai apa saja tetap tampan." ucap Hana mencoba merayu Kevin agar mau membelinya.
"Hmm, baiklah. Karena kamu memujiku kita ambil dua duanya." ucap Kevin membuat Hana tersenyum senang.
•
•
•
BERSAMBUNG