
"Hana. Dia bersama siapa?" gumam Kevin lirih.
"Ada apa Vin?" tanya Alfian menepuk pundak Kevin yang melihat ke arah seorang wanita yang didalam ruangan VIP.
"Bukan apa apa." jawab Kevin.
"Oh iya Kevin. Sekarang kamu tinggal dimana, sekali kali lah ajak aku kerumahmu." ucap Caitlin pada Kevin.
"Apa yang ingin kamu bicarakan. Kata Al? ada hal penting." tanya Kevin.
"Clara? kamu tau dia kan. Adik kelas kita, yang setiap hari mengejar ngejar cinta kamu waktu kita kuliah di london." jawab Caitlin.
"Ooh! maksudmu si Alay itu. Mau apa dia?" tanya Kevin.
"Dia ingin bertemu denganmu lagi." jawab Caitlin.
"Buat apa? nggak mau. Kamu aja sana, atau Al? dia kan jomblo." ucap Kevin menatap Alfian.
"Biarpun didunia ini hanya ada satu wanita seperti Clara, aku lebih baik jomblo. Daripada harus sama dia cewek manja sok cantik." ucap Alfian.
"Itu kamu tau. Wanita aneh, sudah beberapa kali cintanya aku tolak, tetap saja mau ngejar ngejar aku, dan sekarang ngapain dia mencariku lagi." ucap Kevin.
"Lho! kenapa bukannya kamu juga jomblo Kevin, terima aja cintanya. Kamu tau nggak dia itu salah satu anak dari pengusaha sukses di Eropa?" ucap Caitlin.
"Hei. Apa kamu tidak lihat berita di TV, kalo aku sudah menikah, kamu mau sahabatmu ini di cap sebagai pria tidak setia." tanya Kevin membuat Caitlin menganga tak percaya.
"Are you serious. Aku sungguh tidak tau soal itu, sorry sorry, kalo begitu aku doakan semoga pernikahan kamu langgeng sampai Kakek Nenek." ucap Caitlin berdiri kemudian memeluk Kevin erat.
Sedangkan Kevin ingin melepaskan pelukannya tapi Caitlin malah mengeratkan pelukannya.
Caitlin menatap ke depan ia melihat ada wanita yang menatap kearah nya dengan tajam seperti ingin membunuh saja.
Kebetulan Hana keluar ruangan melihat ke arah Caitlin dan Kevin begitu akrab bahkan berpelukan dan berpegangan tangan.
"Siapa wanita itu. Sepertinya dia suka sama kamu, Cieee! diam diam ada yang naksir nih! memang sahabatku ini sangatlah tampan." ucap Caitlin melepas pelukannya.
"Perasaan kamu aja kali. Ayo kita makan, itu makanannya dari tadi cuma dilihat saja." ucap Kevin ia memulai menyantap makanannya.
Tak terasa hari mulai siang kini sudah jam satu siang akan tetapi Hana masih belum selesai meeting juga membuat Kevin terus merasa gelisah.
Kevin sendiri juga belum selesai ngobrol bersama Caitlin akan tetapi Alfian kembali ke kantor karena ada meeting ia mewakilkan sahabatnya.
Sengaja karena ingin menunggu Hana keluar dari sana.
Bossnya sendiri malah tidak bekerja ia menyerahkan semua pekerjaan ke asistennya.
"Kevin. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan, ini hampir siang lho! apa orang orang didalam sana sedang meeting atau bagaimana? tapi kenapa nggak keluar juga." ucap Caitlin.
Kevin mengangkat kedua bahunya dan tangannya ia sebenarnya penasaran apa saja yang dibahas oleh Hana sampai meeting begitu lama.
Apalagi bersama laki laki lain itu sama tampannya dengan Kevin.
"Oh Iya. Hari ini aku ada janji sama pacarku, pasti dia sekarang menungguku di sana, Kevin, aku pergi dulu yah! kamu mau pulang atau masih ingin disini." ucap Caitlin menepuk jidatnya sendiri.
"Oke. Aku pergi dulu, sekali lagi selamat yah! buat kalian, kapan kapan kenalin istrimu padaku, pasti dia secantik wanita yang ada didalam sana." ucap Caitlin menunjuk ke arah depan.
"Memang dia istriku. Hah! Apa yang mereka bicarakan, meeting atau modus sih! jam segini belum selesai juga, perasaan aku kalau meeting tidak selama ini." batin Kevin melihat ke jam yang ada pergelangan tangannya.
Didalam ruangan Hana sudah merasa lelah karena terus ditanyai ini itu tidak selesai juga mungkin karena memang sengaja ingin berlama lama dengan Hana.
"Maaf Tuan. Kalau ada pertanyaan lagi, silahkan tanyakan saja pada asistenku, dia akan menjelaskan semuanya, bukan begitu Doni?" ucap Hana kepada orang didepanya.
Siapa lagi kalau bukan klien sekaligus mantan pacarnya dulu.
"Baiklah. Kita berbicara empat mata, kalau anda ingin meeting kita cepat selesai." ucap laki laki didepan Hana.
"Sengaja banget dia memperlambat pertemuan ini. Dia pasti tau siapa aku, sia sia aku sudah bersusah payah menyamar, ujung ujungnya ketahuan juga, dia pasti mau menanyakan alasan aku meninggalkan dia begitu saja, aku jawab saja yang sejujurnya, kalau aku sudah menikah, jadi dia tidak bisa gangguin aku lagi." ucap Hana dalam hatinya.
"Baiklah. Doni, tinggalkan kami berdua." ucap Hana mengarahkan kepalanya ke arah pintu keluar.
"Tapi Nona. Oke, tapi nanti kalo dia macam macam hubungi aku." ucap Doni berbisik ditelinga Hana.
"Oke. Kamu tunggu diluar saja. Nanti aku nyusul." ucap Hana lirih.
Doni meninggalkan Hana berdua dengan Axton Bert klien sekaligus mantan Hana.
"Hana Seo Yeon. Lama kita tak berjumpa, apa kamu tidak kangen sama aku?" tanya Axton Bert.
"Apa maumu sebenarnya?" tanya Hana datar.
"Ternyata kamu dari dulu masih sama. Cantik tapi galak, aku suka itu." ucap Axton Bert membelai kedua pundak Hana karena ia berada di belakangnya.
"Anda jangan coba coba macam macam. Atau saya teriak." ucap Hana dengan nada penuh penekanan menahan rasa amarahnya ia berdiri menjauh dari Axton.
"Kamu tau kan. Akibat orang yang mempermainkan keluargaku apa?" tanya Axton mendekati Hana.
Hana berusaha tenang ia tidak boleh terlihat takut apalagi berbuat kasar pada Axton Bert ia tau kalau orang yang ada di hadapannya bukan orang sembarangan Hana tidak ingin mencari masalah dikemudian hari.
"Tuan Axton Bert yang terhormat. Kurasa pembicaraan kita sudah selesai, tidak ada yang perlu kita bahas lagi." ucap Hana berjalan keluar dari ruangan.
Sedangkan Kevin sedari tadi menunggu Hana melihat orang yang ia tunggu sudah muncul dengan segera ia mengejarnya.
Diparkiran Hana celingukan tidak ada Doni ataupun mobil yang ia gunakan bersamanya.
Tapi tiba tiba saja tubuh Hana disergap dari belakang dengan jaket yang besar menutupi kepalanya.
•
•
•
BERSAMBUNG