Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
27. Terpesona



"Coba aku mau lihat. Apa kamu bisa merayuku, nanti ku izinkan kamu ikut denganku, tapi ingat jangan ganggu aku lagi meeting, awas aja kamu." ucap Kevin menunjukkan telunjuk jari nya kearah Hana.


"Kevin. Boleh aku ikut denganmu, janji tidak akan merepotkanmu." ucap Hana tersenyum lembut menunjukkan aura kecantikannya.


Kevin melihatnya tanpa berkedip hanya menatap Hana.


"Kevin. Kamu mendengarkan ku." ucap Hana mendekatkan wajahnya melambai lambai tangannya ke wajah Kevin.


"Oke. Aku akan mengajakmu, kamu ganti baju sana masa bajumu." ucap Kevin tersadar dari laumunan nya dan menunjuk baju yang Hana kenakan dari atas sampai bawah.


"Ada apa dengan bajuku." ucap Hana merasa heran dan melihatnya ternyata ia masih menggunakan tang top dan celana pendek diatas lutut ia segera berlari kedalam kamarnya.


"Kenapa aku tidak menyadarinya. Malu kan jadinya, dia pasti mengira aku sengaja merayunya, bodoh sekali kamu Hana." ucap Hana merutuki kebodohannya dan segera memilih baju yang akan dikenakan.


Setelah selesai berganti baju Hana mencari keberadaan Kevin di kamarnya tidak ada, ia kemudian ke ruang kerjanya, ke dapur juga tidak ada juga, Hana lelah ia memejamkan matanya bersandar di tembok dekat lantai dua ia terkejut ketika membuka matanya Kevin sudah duduk di tangga dengan santai nya.


"*S*ejak kapan Kevin disitu. Perasaan aku tidak melihatnya tadi." ucap Hana dalam hatinya.


Sedangkan Kevin duduk dilantai memandang Hana tanpa berkedip satu tangannya menyangga ke bawah dengan santai.


"Cantik." tak sengaja Kevin mengatakannya kalimat itu keluar begitu saja, sedangkan Hana yang mendengarnya tersipu malu pipinya kini merah seperti tomat.


"Thanks you. Dari dulu aku memang cantik." ucap Hana salah tingkah.


Kevin melihatnya tersenyum dan turun mendekati Hana yang berdiri disana.


"Kenapa kamu berpakaian rapi. Seperti mau ke kantor saja." tanya Kevin mengamati Hana dari atas sampai bawah.


"Ya. Biar terlihat cantik." ucap Hana santai menggerakkan bahunya dan matanya sesana kemari.


"Ayo berangkat. Nanti telat cuma gara gara nungguin kamu." Ajak Kevin menggandeng tangan Hana.


"Aku tidak lama. Cuma lima belas menit saja, itu sebentar bukan." ucap Hana didalam mobil karena Kevin memilih mengendarainya sendiri karena Alfian ditugaskan keluar kota oleh Kevin.


"Pasang sabuk pengamanmu." perintah Kevin kepada Hana.


"Ini. Tapi bagaimana cara memasangnya." ucap Hana menunjuk ke Seat belt kesulitan untuk memasangkannya.


"Sini. Biar aku saja." ucap Kevin memasangkan Seat belt wajahnya hanya beberapa centi saja dengan Hana.


Hana sengaja menahan nafasnya agar tidak terlihat oleh Kevin kalau ia merasa gugup ketika berdekatan dengannya.


"Kenapa tahan nafas. Tenang, aku tidak akan menciummu." ucap Kevin memang sengaja mendekatkan wajahnya ke Hana.


"Kalau begitu jauhkan wajahmu dariku." ucap memalingkan muka tak mau menatap Kevin terlalu dekat.


"Kenapa? kamu takut jatuh cinta sama aku ya! mereka yang pernah syuting film bareng aku. Dia tidak menolak, malah mereka sendiri yang memintanya kepadaku." ucap Kevin tetap mendekatkan wajahnya ke wajah Hana.


"Dasar pria mesum. Mereka pasti melihatmu dengan mata tertutup, kalau jadi aku, sudah ku tampar keras wajahnya." ucap Hana mendorong tubuh Kevin agar menjauh darinya.


"Sungguh. Tapi waktu itu aku pernah, kamu tidak menolak, malah membalasnya." ucap Kevin menggigit bibirnya menatap Hana menggoda.


"Kevin." teriak Hana kencang.


"Makanya jadi cewek. Yang anggun sedikit kenapa?" ucap Kevin sudah sampai di parkiran Cafe xxx.


"Orang kamu sendiri juga bawel seperti ibu ibu arisan." ucap Hana kesal.


"Kamu mau turun atau masih ingin disini." ucap Kevin yang sudah keluar dari mobilnya.


"Aku mau disini saja. Kalau kamu mau meeting ya udah sana." ucap Hana melirik Kevin tajam.


"Baiklah. Yaudah nih! kuncinya. Kamu tekan tombol ini dari dalam, jangan buka kan pintu selain aku." ucap Kevin memperingati.


"Oke. Aku mengerti, udah sana nanti telat." ucap Hana yang sudah mencucinya dari dalam mengibas ngibaskan tangan.


"Perasaan aku pemilik mobilnya. Kenapa jadi aku yang terusir, untung aja perempuan, kalau laki laki udah aku tendang kamu dari mobil ku." gerutu Kevin setengah berlari memasuki Cafe.


Didalam Cafe xxx


"Maaf pak? Saya sedikit terlambat." ucap Kevin buru buru menundukkan kepalanya hormat.


"Tidak masalah. Anda tepat waktu hanya kurang lima menit saja, jika telat sedikit saja terlambat, saya sudah pergi dari sini." ucap orang tersebut bernama pak Farhan pemilik perusahaan terbesar di indonesia.


"Sekali lagi saya minta maaf pak?" ucap Kevin menundukkan kepalanya.


"Hemm. Kita mulai meeting nya sekarang, saya tidak punya banyak waktu, setelah ini saya masih ada janji sama seseorang." ucap Pak Farhan.


"Baiklah pak?" ucap Kevin membuka laptop nya dan mulai menjelaskan, Farhan merasa tertarik dengan penawaran Kevin berikan.


"Saya memutuskan untuk berkerja sama dengan perusahaan anda. Saya tertarik dengan apa yang anda tawarkan." ucap Farhan menjabat tangan Kevin.


"Terima kasih pak. Atas kerjasamanya, saya akan berusaha terbaik untuk memajukan perusahaan." tersenyum membalas jabatan tangan Pak Farhan.


"Kalo begitu. Saya permisi dulu." ucap Farhan merapikan jas nya setelah itu pergi meninggalkan Cafe.


"Baik pak?" balas Kevin merapikan kembali berkas berkas berkasnya dan laptop dimasukan ke dalam tasnya.


Farhan Wijaya adalah pengusaha kaya raya se Asia bisnisnya sudah menyebar di dalam maupun luar negeri dan yang dijalankan Kevin perusahaan properti di indonesia dan korea ini pertama kalinya Kevin mendapat Klien nya sendiri, milik perusahaan yang didirikan oleh Kevin bukan dari milik orang tua nya.


"Hana. Dia belum makan tadi, sebaiknya aku belikan makanan favorit untuknya." ucap Kevin kemudian memesan dua porsi bubur ayam dan juga ada sate ayam buat Hana juga untuknya.


"Terima kasih Tuan. Anda bukannya Kevin Sanjaya Pratama artis yang terkenal itu kan, dari yang ku dengar berita anda sedang dekat dengan seorang wanita berfoto di pantai." ucap pelayan tersebut kegirangan dan menyerahkan ponselnya untuk meminta foto.


"Maaf. Tapi itu bukan saya." ucap Kevin melangkahkan kakinya cepat menuju ke parkiran mobilnya karena disekitarnya menatapnya kagum dan mengejarnya tapi dengan segera Kevin pergi.


"Itu Kevin. Kenapa terburu-buru seperti itu." ucap Hana memencet tombol nya, agar Kevin langsung masuk ke mobil, ia melihat Kevin sedang dikejar kejar oleh fansnya menahan tawanya.





Bersambung....**