
Satu minggu kemudian
Kevin selalu bersikap romantis dengan Hana ia juga setiap mereka berada di kamar Kevin selalu melakukan morning kiss
Kalau belum mendapatkannya Kevin tidak akan melepaskan Hana dan membiarkan pergi kemana mana.
"Kamu pikir aku guling. Kamu nggak ada kerjaan apa gitu, pergi kekantor atau apalah, betah banget dikamar." ucap Hana kesal.
"Aku kan bossnya. Jadi biar Alfian saja yang pergi kekantor." ucap Kevin santai.
"Terserah kamu, aku mau mandi. Cepat lepaskan." ucap Hana.
"Ada syaratnya." ucap Kevin.
Hana sudah mengerti maunya ia mencium bibir Kevin.
Sedangkan Kevin mendadak seperti terkena sengatan listrik semakin memperdalam ciuman mereka tak lupa tangannya mulai bergerilya kemana mana masuk kedalam baju membuat Hana seperti merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya.
Hampir lima belas menit Kevin melakukannya bahkan sampai membuat pakaian yang melekat pada tubuh Hana terlepas hanya meninggalkan kain yang menutupi mahkota Hana saja.
Mereka saling membalas satu sama lain tapi Kevin tidak berani melakukan yang lebih dari itu tanpa seizin Hana.
Hana mengambil selimut untuk menutupi tubuh nya kemudian langsung berlari ke kamar mandi meninggalkan Kevin yang masih berbaring di sana.
"Kenapa rasanya masih panas. Padahal sudah berendam bathup." ucap Hana ia malah terbayang bayang wajah Kevin yang selalu ada dipikirkannya saat ia bersamanya di kamar pagi ini.
"Hana. Buang pikiran kotormu, Kevin melakukan itu bukan karena dia cinta sama kamu tapi nafsunya." ucap Hana merutuki dirinya.
Tiga puluh menit Hana berendam di bathup kalau bukan Kevin yang memanggilnya ia tak akan keluar dari kamar mandi.
"BABY. lama banget, kamu ngapain didalam, tidur atau mandi." teriak Kevin dari luar kamar mandi menggedor pintu tak henti hentinya.
"Dua duanya." jawab Hana kesal karena aktivitasnya terganggu.
"Berapa lama lagi kamu didalam. Aku saja sudah selesai mandi." ucap Kevin.
"Satu jam lagi." ucap Hana asal.
"Kamu bercanda ya!Nanti kalau masuk angin siapa yang repot, kalau dalam waktu lima menit kamu nggak keluar juga aku akan dobrak pintu ini." ucap Kevin.
"Ishh?, Nyebelin banget sih! Biasanya juga cewek kalau mandi lebih dari tiga puluh menit." gerutu Hana bergegas membilas tubuhnya.
"Dua menit lagi kamu harus keluar kalau tidak." ucap Kevin berhenti karena Hana sudah membuka pintu kamar mandi.
Dengan santainya Hana keluar yang hanya mililitkan handuk sebatas paha memperlihatkan tubuh mulusnya.
Sementara itu Kevin menelan ludahnya kasar menatap Hana dari atas sampai bawah sampai tak berkedip.
"My Prince?" panggil Hana mengibas ngibaskan tangan di depan wajah Kevin.
"Ahhh! selesai juga kamu." ucap Kevin menormalkan kembali ekpresi nya.
"Memang kenapa?" tanya Hana.
"Apa hari ini kamu ada meeting?" tanya Kevin balik.
"Hmm! Nggak tau. Sepertinya tidak ada, mungkin besok." jawab Hana terlihat berfikir.
"Kita jalan jalan yuk?" ajak Kevin.
"Sepertinya asyik. Ayo! tapi kita mau kemana?" tanya Hana antusias.
"Nanti aku pikirkan. Kamu cepat ganti bajumu." titah Kevin.
"Baiklah." ucap Hana menatap Kevin seakan ingin menyuruhnya keluar kamar.
"Oke. Aku keluar, tapi jangan lama lama." ucap Kevin berjalan keluar kamar.
"Siap?" jawab Hana.
Tak lama kemudian Kevin mengetuk pintu kamar Hana untuk segera keluar.
TOK TOK TOK
"BABY. Sudah selesai belum." ucap Kevin berhenti.
Melihat Hana yang memakai tanktop rajut tali kecil memperlihatkan pinggang rampingnya dipadu celana loose jeans panjang berpadu belahan kecil yang terlihat robek robek dibagian pahanya.
"Kenapa? nggak bagus ya?" tanya Hana melihat dirinya di cermin.
"Bagus kok. Kamu juga kan outfitnya serba berbahan jeans, jadi biar terlihat pasangan Couple gitu." ucap Hana tersenyum.
"Terus kamu pergi hanya pakai itu saja." ucap Kevin menunjuk dengan menempelkan telunjuknya di belahan da** Hana.
"Tanganmu. Jangan sembarangan." ucap Hana menyingkirkan tangan Kevin darinya.
"Bukannya tadi kita berdua." ucap Kevin berjalan memutari Hana dan merangkulnya dari belakang menempatkan kepalanya di bahu Hana.
"Apa kamu tidak lihat. Itu juga aku mau pakai." ucap Hana menunjuk kearah kasur.
"Ooh! Aku kira kamu cuma pakai ini saja." ucap Kevin melepaskan rangkulannya.
Hana memadukan style nya dengan jaket jeans sepinggang berukuran sedikit besar.
"Sudah. Ayo kita jalan." ajak Hana antusias merangkul lengan Kevin yang kekar.
Kevin memilih memakai motor sport berwarna hitam sebagai kendaraannya dan memakai kaca mata hitam menghampiri Hana yang menunggu di depan halaman rumah.
"Kenapa kita naik motor. Dimana mobilmu?" tanya Hana.
"Pengen aja. Ayo naik, jadi nggak kita jalan jalan." jawab Kevin menarik tangan Hana kebelakang.
Hana menuruti perkataan Kevin ia sendiri dari dulu tidak bisa naik motor.
Jadi Hana pertama kali naik motor bersama Kevin terakhir naik sepeda pun ia tak pernah diajarkan ayahnya.
Sebelumnya Hana terakhir kali belajar naik sepeda bersama ibunya sebelum tiada.
"Pegangan dong! Nanti jatuh. Helm kamu kenapa tidak dipakai?" ucap Kevin sedangkan Hana masih bingung ia hanya berpegangan di bagian belakang motor.
Hana hanya bingung harus ngapain sebelumnya ia memang tak pernah menaiki motor.
"Sini. Aku bantuin, apa kamu tidak pernah naik motor." ucap Kevin disela sela memakaikan helm Hana.
"Belum pernah. Kalau naik mobil aku bisa." ucap Hana dengan wajah polos.
"Pegangan disini. Kalo seperti itu kamu bisa jatuh nanti." ucap Kevin mengarahkan tangan Hana untuk berpegangan di pinggang nya merangkulnya dari belakang.
"Memang harus seperti ini. Apa ini tidak terlalu berlebihan?" ucap Hana.
"Tidak. Kita mau jalan jalan atau ngobrol." ucap Kevin.
"Kita berangkat sekarang. Sepertinya asyik naik motor." ucap Hana antusias mengeratkan tangannya.
Kevin tersenyum langsung menancap gas segera berangkat ke tempat tujuan.
Di perjalanan Kevin ia tidak langsung ketempat tujuan tapi berhenti di sebuah Cafe.
"Kita sudah sampai. Aku kira mau jalan jalan kemana gitu?" ucap Hana bingung.
Tak lama kemudian sekumpulan orang berdatangan menghampiri Kevin yang baru saja sampai.
"Mereka ikut juga." ucap Hana melihat Doni,Alfian, Kwak Hyun, bahkan dokter Carlos dan Lee Tae Yeong juga ada disana.
"Kita Touring bersama." ucap Kevin.
•
•
•
BERSAMBUNG