Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
16. Kembali ke sifat semula



"Ayo! sayang." ajak Kevin merangkul pinggang Hana erat sehingga mengagetkan Hana yang sedang melamun.


"Aah! Kita pamit Mah, Pah?" ucap Hana tersenyum kepada kedua orang tua Kevin lalu berjalan karena Kevin menarik pinggang Hana agar cepat masuk kedalam mobilnya.


"Kevin. Hati hati, ingat Hana sedang sakit." ucap Sinta memperingati putranya.


"Iya Mah.Tenang saja Kevin hati hati kok!" seru Kevin dari dalam mobil dan melambaikan tangannya ketika ingin pergi.


"Dasar anak itu. Buru buru banget pergi nya." gerutu Fadly dengan wajah kesalnya.


"Sudahlah Pah. Ayo kita masuk." ajak Sinta kepada suaminya.


"Masuk kemana?" goda Fadly kepada istrinya dengan memincingkan kedua matanya.


"Papa?" ucap Sinta mencubit pinggang suaminya lalu masuk begitu saja Fadly hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya.


☆☆☆


Di dalam Mobil Kevin


"Kita mau kemana?" tanya Hana melihat Kevin.


"Ya menurut kamu." ucap Kevin dingin.


"Kenapa dia kembali kesifat semula sih? ketika keluar dari rumah orang tuanya." ucap Hana dalam hatinya.


"Jalan jalan." ucap Hana senang tak peduli dengan sikap Kevin kembali dingin padanya.


"Oke." ucap Kevin singkat.


"Benarkah." ucap Hana memastikan dan dijawab anggukan pelan dari Kevin.


"Terima kasih." ucap Hana reflek merentangkan kedua tangannya memeluk Kevin dari samping dengan erat.


"Biasa aja kali." ucap Kevin melepas pelukan Hana darinya.


"Issh. Ku peluk aja langsung dilepas, sebentar lagi aku kan mau jadi istrinya." gerutu Hana kesal didalam hatinya.


"Kenapa muka kamu cemberut?" tanya Kevin melihat Hana menjauhkan tubuhnya dekat jendela melirik Kevin lalu memalingkan wajahnya.


"Tidak apa apa?" ucap Hana tanpa melihat kearah Kevin pandangan nya hanya ke jendela.


"Ooh!" ucap Kevin singkat dan melihat kearah layar handphone nya.


"Kenapa aku jadi kesal karena sikap dingin dia. Aku bukan siapa siapa dia, jadi buat apa aku merasa kesal." ucap Hana dalam hatinya dan menormalkan kembali wajahnya.


"Kak Alfian kita ke monas ya aku ingin sekali melihatnya." ucap Hana kepada Alfian.


"Kok jadi kamu yang merintah." ucap Kevin ketika Alfian mau menjawab sudah didahului oleh bossnya melirik Hana dan masih focus dengan layar Handphone nya.


"Katanya kamu mau nemenin aku jalan jalan. Berarti aku yang berhak menentukan tempatnya." ucap Hana santai.


"Shutttttt" tahan Hana meletakkan telunjuk jari nya kearah bibir Kevin.


"Bisa tidak. Kamu bersikap manis kepadaku sehari aja, kali ini aja ya! aku mohon." ucap Hana melembutkan suara nya lalu mengatupkan kedua tangannya dengan muka imutnya dan tersenyum manis didepan Kevin.


"Kenapa dia sangat imut sekali kalau sedang tersenyum." batin Kevin tanpa sadar ia menyunggingkan senyuman nya kepada Hana.


"Nah! begitu kan lebih tampan kalau kamu tersenyum." puji Hana tersenyum kembali.


Alfian melihat bossnya tersenyum ia ikut senang sebab Kevin jarang sekali tersenyum didepan wanita apalagi sewaktu masih bersama dengan pacarnya dulu, karena itu pacarnya memutuskan untuk meninggalkan Kevin dan memilih bersama lelaki lain yang lebih baik darinya.


"Bagaimana boss. Kita mau kemana?" tanya Alfian kepada Kevin.


"Turuti saja kemana dia mau pergi." ucap Kevin memasukkan Handphone ke dalam sakunya.


"Siap boss?" ucap Alfian hormat.


Sesampainya di Monas Hana langsung turun mengambil tasnya ingin berlari akan tetapi tangannya ditahan oleh Kevin.


"Jangan lari lari nanti jatuh." ucap Kevin memperingati sedangkan is mengambil topi dan masker tidak lupa kaca mata hitam untuk menutupi identitas nya.


"Kamu sedang apa?" tanya Hana bingung apa yang dilakukan oleh Kevin.


"Memangnya harus begitu. Ribet banget sih! Inikan cuacanya panas walaupun belum belum siang." ucap Hana masih melihat Kevin dengan heran.


"Kamu nggak tau kalau aku ini artis papan atas Makanya harus seperti ini supaya tidak dikenali orang lain." ucap Kevin membanggakan diri Hana hanya mengangguk mengerti.


"Ayo!" ajak Kevin kepada Hana dengan merangkul lengan Hana.


"Alfian kamu tetap disini jangan kemana mana?" perintah Kevin tegas lalu pergi begitu saja.


"OKE." ucap Alfian malas.


"Boss ini keterlaluan sekali. Masa aku disuruh tunggu disini sendiri, sedangkan dia enak enakan jalan jalan." gerutu Alfian kesal menendang roda mobil Kevin.


"Hey! kamu sedang apa?" tanya Kevin tiba tiba kembali entah dari mana.


"Eeeh! Boss. Kenapa balik lagi Hana mana?" ucap Alfian salting mengusap usap ban mobil Kevin.


"Aku cuma mau mengambil kameraku." ucap Kevin membuka mobilnya lalu mengambil benda yang ia cari.


"Ooh!" ucap Alfian masih salting.


Kevin pura pura tidak tahu apa yang dilakukan oleh asistennya dan pergi tanpa basa basi.


"Selamat aku kira dia melihat nya tadi." ucap Alfian mengusap dadanya.


Sementara Hana masih sibuk dengan foto selfinya dan memotret pemandangan disekitar Monas.


Kevin melihatnya hanya tersenyum lalu memotretnya dengan kamera nya.


"Kamu tidak lelah dari tadi kesana kemari untuk mengambil gambar." ucap Kevin mengusap keringat Hana dengan tangannya.


Hana terdiam menatap dalam wajah Kevin tanpa berkedip.


"Aku tanya kamu malah diam saja." ucap Kevin masih sibuk mengusap keringat Hana.


"Emmm, Iya. Maksud Aku tidak, aku malah senang bisa kesini lagi." ucap Hana gugup melirik kesana kemari.


"Sudah. Ayo kita kesana!" ajak Kevin berkeliling ke sekitar Monas.


Hana hanya tersenyum mengikuti kemana Kevin melangkah dengan berjalan kaki.


"Sebelumnya kamu pernah kesini." tanya Hana kepada Kevin.


"Aku sering kesini bareng kedua orang tuaku. Waktu hari libur mereka selalu mengajak ku kesini." ucap Kevin membayangkan setiap kali bersama keluarganya.


"Hmm. Terakhir kesini waktu aku masih kecil, jadi saat bersama kedua orang tuaku dulu." ucap Hana dengan muka sedih.


Kevin mengerti apa yang dipikirkan oleh Hana ia mempunyai cara agar Hana tidak terlihat sedih lagi.


"Tunggu sebentar. Kamu disini aja jangan kemana mana." ucap Kevin berlari entah apa yang akan dilakukannya.


"Dimana sih Kevin? lama banget nggak datang datang." ucap Hana clingak clinguk tapi tidak ada tanda tanda kedatangan Kevin akhirnya ia memutuskan untuk duduk karena sudah lelah berjalan.


Setelah lima belas menit kemudian Kevin datang dari arah belakang Hana.


"Hana?" panggil Kevin dibelakang Hana.


"Kevin kemana saja kamu lama banget." ucap Hana lalu cemberut.


"Ayo ikut. Aku ada sesuatu buat kamu." ajak Kevin mengulurkan tangannya.


"Kemana?" tanya Hana bingung dan menerima uluran tangan Kevin.


"Udah ikut saja pasti kamu senang nantinya." ucap Kevin tersenyum.





Bersambung...