Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
41. Mencarinya



"Untung saja aku bawa uang. Tidak mungkin juga kan aku pake kartu ATM, bisa ketahuan sama Kevin, bagaimana kalau dia balik dan bertanya kepada pelayan itu." gerutu Hana kesal matanya melihat kesana kemari mencari Kevin.


"Kevin ada dimana coba. Apa dia mau mengerjaiku karena tadi aku, Ohh rupanya dia mau balas dendam, awas aja nanti kalau ketemu." ucap Hana kesal menahan amarahnya.


"Itu Kevin. Tapi dia sedang bersama siapa?, sepertinya sangat dekat." ucap Hana mau menghampiri Kevin tapi diurungkan niatnya ia memilih tempat untuk bersembunyi.


Melihat Kevin bersama seorang wanita Hana semakin marah difikirannya Kevin malah bersenang senang tak memikirkan Hana yang kini mencari nya.


"Apa dia tidak memikirkanku. Dia bahkan hampir membuatku malu, keterlaluan sekali." ucap Hana menahan tangisnya dan langsung pergi dari sana.


Hana berdiri didepan supermarket menangis dan mengambil ponselnya menghubungi seseorang untuk mengantarkan pulang.


~>> [[ Hallo? kamu jemput aku sekarang. Aku share lokasi nya, nggak pake lama ]] ucap Hana kepada seseorang disebrang sana dengan tangisannya.


Tidak lama kemudian sebuah mobil sport berhenti di samping Hana.


"Honey. Kamu kenapa?" tanya seseorang dari dalam mobil dan langsung keluar mengajak Hana masuk ke mobilnya.


"Kita pulang sekarang!" ajak seseorang itu bernama Lee Tae Yeong sahabat Hana dari SMP anak pindahan dari luar negeri dan ia selalu membantu Hana disaat ia kesusahan.


Sepanjang jalan lelaki yang ada di sampingnya itu terus bertanya tapi Hana tidak menanggapi memilih diam membisu tanpa sepatah kata pun.


"Honey? kamu sudah makan belum." ucap lelaki yang duduk di kursi stir menoleh ke Hana tapi tak ada jawaban dari Hana.


"Apa kamu lapar. Kita makan cafe kamu yuk!" ajak lelaki itu malah mendapat tatapan tajam dari Hana.


"Oke. Kita kerumah sekarang, tapi nanti kamu jelaskan kepadaku, apa yang terjadi denganmu? siapa yang berani menyakitimu dia akan berurusan denganku " ucap Lee Tae Yeong Hana masih terdiam memilih diam tak bersuara.


Hana hanya melihat Lee Tae Yeong kemudian memalingkan muka ke arah jalan.


Sesampainya di rumah Lee Tae Yeong ia sudah disambut oleh dua satpam dan langsung membuka gerbangnya


Rumah megah berlantai sepuluh halaman yang sangat luas dan disampingnya ada taman dihiasi lampu kerlap kerlip di waktu malam sehingga suasana sangat terang jadi tidak terlihat sunyi walaupun di malam hari.


"Ayo Honey?" ajak Lee Tae Yeong turun terlebih dahulu mengulurkan tangannya ke Hana.


"Gendong." rengek Hana manja.


Hana memang sudah terbiasa bersikap manja dengan Lee Tae Yeong karena ia sudah dianggap sebagai adik sendiri oleh nya dan juga sebaliknya Hana menganggap Lee Tae Yeong kakak kandungnya sendiri.


Mereka sejak SMP selalu bersama dan Hana juga sudah dianggap anak sendiri oleh ibunya Lee Tae Yeong.


Lee Tae Yeong dulu orang yang culun berkaca mata bulat dan selalu membawa buku kemana mana ia walaupun seperti itu Hana memilih berteman dengannya karena membantu nya disaat dibuly oleh teman teman nya, ia juga pernah dihukum skor beberapa hari karena menolong Lee Tae Yeong tapi ia tak mempersalahkan nya.


"Nggak mau diangkat saja. Biar cepat." tawar Lee Tae Yeong mau mengangkat tubuh Hana.


"Aku bukan beras. Gendong aja." ucap Hana berdiri di belakang Lee Tae Yeong langsung naik ke punggung nya.


"Aduh! Hana. Kamu makan apa sih berat banget?" canda Lee Tae Yeong menoleh ke samping.


"Makan hati." jawab Hana lembut.


"Hmm. Kamu bisa aja bercanda nya." ucap Lee Tae Yeong tersenyum berjalan memasuki rumahnya.


***


"Kamu sudah punya pacar. Atau masih jomblo ya!" ucap Caitlin menatap Kevin.


"Rahasia. Nanti kalau sudah aku tidak akan memberi tahumu." ucap Kevin.


"Jadi sekarang sudah main rahasia sama aku nih!" ucap Caitlin menggoda Kevin.


"Nanti kamu juga tau." ucap Kevin mengingat ingat seperti ada yang lupa.


"Kamu kenapa? Seperti kebingungan gitu." tanya Caitlin melihat Kevin memikirkan sesuatu.


"Ahhh Iya. Lupa, Caitlin? Aku pergi dulu ada urusan mendadak." jawab Kevin buru buru pergi membuat Caitlin kebingungan dengan tingkah sahabatnya.


"Hana dimana? Perasaan aku tinggal disini." ucap Kevin celingukan mencari Hana didekat kasir.


"Apa aku tanya saja? Siapa tau mereka lihat?" ucap Kevin berlari menghampiri pelayan kasir.


"Tuan Kevin?" panggil pelayan itu pelan tapi masih didengar oleh Kevin.


"Kamu lihat perempuan dia cantik, putih dan tinggi segini." tanya Kevin terburu-buru.


"Apa yang tuan maksud wanita yang belum lama pergi dari sini." ucap pelayan itu.


"Wanita ini." ucap Kevin menunjukkan foto Hana.


"Benar Tuan. Tadi dia seperti menunggu seseorang, apa yang ditunggu itu." ucap pelayan itu.


Kevin sudah menghilang entah kemana mencari Hana ke depan Supermarket dengan paniknya takut terjadi apa apa dengannya.


"Hana. Kamu dimana?" ucap Kevin memilih ke mobilnya mengambil masker dan topi hitam tidak lupa kaca mata hitam.


Kevin mencari Hana di sekitar Supermarket hingga ia kesana kemari tapi tak menemukannya.


"Apa Hana sudah pulang?" ucap Kevin berjalan sambil mengambil ponselnya.


"Kenapa tidak diangkat Hana?" ucap Kevin mengusap wajahnya kasar melangkahkan kakinya ke mobilnya.


"Apa dia kabur. Tapi rasanya tidak mungkin." ucap Kevin frustasi memasuki mobilnya dan langsung menancap gas berharap ia akan menemukan Hana.


Dirumah Lee Tae Yeong, Hana memilih istirahat di kamarnya tanpa memperdulikan Lee Tae Yeong yang memanggilnya di depan pintu kamarnya.


"Hana. Kamu sedang apa? kamu belum jelaskan semuanya sama aku." teriak Lee Tae Yeong menggedor gedor pintu dengan kerasnya.


"Berisik. Udah sana kamu pergi saja, bobok ganteng." seru Hana teriak dari dalam.


"Kebiasaan deh. Tadi apa nangis dipinggir jalan seperti orang gila, meminta tolong." gerutu Lee Tae Yeong.


***BERSAMBUNG***