Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
108. Menyembunyikan Sesuatu Darinya



"BABY. Kamu sudah selesai." ucap Kevin ketika Hana baru turun dari tangga karena letaknya tidak jauh dari dapur hanya berdampingan saja.


"My Prince. Dimana bik Yanti kenapa kamu yang masak?" tanya Hana.


"Bik Yanti kan kalau sore pulang. Apa kamu lupa?" ucap Kevin.


Hana tersenyum ia menghampiri Kevin karena dirinya lupa menepuk jidatnya sendiri.


"Kamu Masih muda sudah pelupa. Nanti kalau sudah tua cepat pikun lho!" ucap Kevin.


"Aku bukan lupa. Cuma nggak ingat saja." ucap Hana.


"Itu sama saja. Sebelas dua belas." ucap Kevin.


"Heeee. Yang penting aku tidak lupa sama suamiku yang tampan ini." ucap Hana menyenggol bahu Kevin dengan bahunya.


"Kamu bisa aja. Istriku juga cantik banget." balas Kevin ia mencubit pipi kanan kiri pipi Hana.


Kali ini Kevin memasak masakan ayam khas Korea Rolling Cheese Chicken.


Perpaduan Ayam goreng yang dibumbui saus barbeque, madu dan saus tiram sedangkan diatasnya ditaburi taburan wijen tidak.


Sebagai pelengkap Kevin menempatkan kentang goreng dan jagung dengan lelehan keju mozarella yang meleleh disaat Kevin memanaskan teflon nya diatas kompor.


"Waah baunya sangat sedap, tau aja kamu makanan yang lagi hits sekarang. Pedas tidak." ucap Hana sampai menelan ludahnya sendiri tak sabar untuk menikmatinya.


"Pedas banget. Pasti kamu suka." ucap Kevin meletakkan teflon berisi Rolling Cheese Chicken di atas meja.


"Eits. Kita cuci tangan dulu." ucap Kevin menarik tangan Hana.


"Hmm. Aku ambil yang ini yah!" ucap Hana mengambil paha ayam yang paling besar.


"Pintar banget kamu. Bagaimana enak tidak?" tanya Kevin.


Hana yang asyik mengunyah makanannya sampai belepotan di ujung kanan kiri bibirnya karena ia memilih makan dengan tangan bukan seperti Kevin yang pakai garpu sama pisau.


Kevin yang usil ia menjilat bibir Hana kemudian mereka berciuman karena ia dianggap tidak dipedulikan oleh Hana.


"Bagaimana? apa rasanya enak." tanya Kevin lagi.


"Enak banget. Top tiada duanya." jawab Hana salah tingkah sampai ayam yang ia pegang jatuh ke lantai.


"Jatuh kan. Biar aku ambilkan lagi untukmu." ucap Kevin mengambilkan ayam ditempatkan di piring Hana.


"Kenapa kamu cuma makan sedikit saja. Makan satu dari tadi nggak habis habis." tanya Hana merasa heran pada suaminya seperti tidak berselera makan.


"Aku sudah kenyang. Lagi pula makanan ini pedas, lidahku terasa terbakar saja " ucap Kevin yang hanya makan nasi dan ayamnya cuma diambil satu suap saja.


Terlihat wajah Kevin gelisah seperti menyembunyikan sesuatu dari Hana.


Tidak seperti disaat Kevin memasak tadi yang terlihat segar dan bersemangat.


"My Prince. Ada apa? apa ada masalah, kamu kan bisa cerita sama aku, perasaan aku terus yang selalu curhat, kamu tidak pernah." ucap Hana memegang tangan Kevin.


"Bukan apa apa? BABY. Cuma urusan pekerjaan saja. Kamu tidak usah khawatir, jangan lupa dihabiskan makannya." ucap Kevin pergi meninggalkan Hana.


"My Prince. Kamu mau kemana?" tanya Hana.


"Ruang kerja. Kalau sudah selesai, aku tunggu dikamar karena aku masih ada urusan denganmu." jawab Kevin ia sudah di depan lift.


"Urusan apa?" tanya Hana tak mengerti.


Hana dibuat kesal oleh Kevin ia tidak pernah memberikan cela untuk beristirahat dengan tenang.


Setelah selesai Hana tidak memasuki kamarnya ia malah ke ruang kerjanya ingin memastikan sesuatu ia menelphone Doni.


Doni: ~>>[[ Hallo Nona? ]]


ucap Doni mengangkat panggilan dari Hana


Hana:~>> [[ Doni. Bagaimana? apa tugas yang saya berikan sudah kamu lakukan. ]]


Tanya Hana sedikit berbisik


Doni menjelaskan semuanya pada Hana ekpresi nya berubah disaat ia mengetahui kalau Kevin bukan anak kandung dari Fadly dan Sinta melainkan anak dari Mi Kyong Seok ibu tirinya.


Kenyataan tidak sesuai yang ia diharapkan ternyata Hana menikah dengan anak dari pembunuh ibunya sendiri hatinya seakan teriris.


Karena Kevin tidak pernah jujur padanya memilih merahasiakan ini semua darinya.


Hana: ~>> [[ Berarti Kevin. hahh! saudara tiriku. Bagaimana bisa? aku bahkan menikah dengan anak dari pembunuh ibuku, itu tidak mungkin. ]] ucap Hana


Hana masih belum mematikan ponselnya Doni sampai mendengar ucapan Hana


Doni: ~>> [[ Nona. Apa kamu baik baik saja?]]


Tanya Doni khawatir


Hana mematikan panggilannya ia tak menjawab pertanyaan yang diajukan Doni padanya.


"BABY. BABY, dimana Hana, bukannya aku suruh dia menunggu dikamar, tapi kenapa tidak ada." ucap Kevin mencari Hana di seluruh sudut kamarnya.


Kevin mencari Hana ke ruang kerjanya kebetulan pintunya tidak terkunci hanya tertutup saja.


"BABY. Aku cari kamu ternyata disini." panggil Kevin ia mengecilkan suaranya karena Hana tertidur dengan laptop yang masih menyala.


"Ceroboh. Bagaimana kalau dia tak sengaja menghapus data pentingnya?" ucap Kevin ia mengangkat tubuh Hana ke kasur yang ada didalam ruang kerja Hana.


Kevin melihat lihat ke arah dinding yang terpasang sebuah foto perempuan muda dengan menggandeng tangan anak kecil


Wajahnya imut dan menggemaskan Kevin tersenyum sendiri ternyata itu foto Hana saat kecil ia mengusap wajah Hana waktu masih kecil.


Kemudian Kevin beralih mengambil ponsel Hana terlihat panggilan tidak terjawab dari Doni.


"Buat apa Doni menghubungi Hana. Bukannya jam segini seharusnya sudah tidak ada jam kerja lagi." ucap Kevin melihat ke arah jam tangannya ia menempatkan ponsel Hana di atas meja kerja.


Tiba tiba saja Hana mengigau menyebut nama Bunda nya berkali kali dengan keringat yang membasahi wajahnya Kevin segera menghampirinya ia meluruskan kedua kakinya dan menyangga tubuh Hana di pahanya dan mengusap keringatnya dengan saputangan.


"Bunda. Jangan tinggalkan Hana." ucap Hana sampai berkali kali dengan nafas yang terengah engah seperti sehabis berlari cepat.


"BABY, bangun. Apa yang terjadi denganmu, BABY?" panggil Kevin memegang dahi Hana yang panas ia segera berlari mengambil air wadah yang berisi air hangat dan juga handuk kecil untuk mengompres Hana agar panasnya segera turun.





BERSAMBUNG