Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
143. Kepergok



"Ooh! aku kira kamu." ucap Hana menggantung ucapannya.


"Apa? wanita lain. Jangan berfikiran yang aneh aneh, seharusnya suami istri itu, harus bisa percaya satu sama lain, tidak boleh saling curiga, kamu tau apa alasan aku menikah denganmu." ucap Kevin membalikkan badannya memeluk Hana erat dan menatap dalam istrinya.


Hana menggeleng ia menatap Kevin agar dapat jawaban dari pertanyaannya sendiri.


"Biar aku jelaskan. Apa kamu masih ingat, sahabat masa sekolah, di waktu sekolah dasar dulu." ucap Kevin.


"Hmm. Aku tidak ingat, itu sih sudah terlalu lama, paling juga teman, waktu kuliah di London, itupun ada yang ingat, ada yang tidak, ingatanku itu buruk setelah kecelakaan itu, kamu tau kan." ucap Hana.


Kevin berjalan mengambil sesuatu dari lemari dan memberikan Hana album foto padanya.


"Apa ini." ucap Hana membuka satu persatu mengamatinya yang ada cuma bayangan samar samar tak bisa melihat jelas wajahnya.


"Bagaimana? apa kamu sudah mengingatnya." tanya Kevin.


"Belum. Yang ada bayangan semata, tapi ini mirip sepertiku, laki laki ini siapa? mirip sekali sama kamu, wajahnya itu lho! tampan sih! tapi angkuh, sok keren banget, pasti nyebelin, iya nggak sih!" ucap Hana menunjuk ke arah foto dua anak perempuan dan laki laki merangkul satu sama lain.


Ingin rasanya Kevin menjitak kepala istrinya dia malah menjelek jelekan dirinya di waktu kecil dulu.


"Hmm. Itu kamu, dan laki laki ini aku." ucap Kevin meraih tangan Hana menempatkan di dadanya.


Alangkah terkejutnya saat ia tau kalau itu suaminya sendiri sangat tidak menyangka dan tidak percaya.


"Serius. Mirip, gelang ini, kamu juga punya, tapi sayang sekali, punyaku hilang, tidak tau dimana?" ucap Hana menunjuk ke arah foto yang sama sama menggunakan gelang yang sama.


Kembali Hana membuka kotak hitam yang diberikan suaminya.


"Woaah. Gelang ini, aaaaaa." ucap Hana berteriak kencang sampai menggema seisi kamar mereka.


"BABY, suaramu. Kencang sekali, seperti mikrofon." ucap Kevin kesal ia sampai menjauh dari Hana.


"Sorry. Itu belum seberapa My Prince, aku bisa teriak lebih keras lagi, maaf bercanda, biasa saja dong jangan marah marah, nanti cepat tua lho!" ucap Hana mengusap punggung suaminya tersenyum menahan tawanya.


"Kualat kamu. Suami sendiri terus meledek, nggak lucu, bisa pecah nanti gendang telingaku, sudah ku bilang jangan berteriak, kamu itu perempuan baik baik, ngerti nggak sih!" ucap Kevin berjalan kearah sofa dan tidur diatasnya.


Hana mengambil selimut dan bantal ditempatkan diatas lantai untuk tidur dibawah.


Melihatnya Kevin merasa aneh dengan tingkat laku istrinya malah yang awalnya kesal tidak jadi karena tingkah Hana seperti anak kecil bahkan melebihi dirinya sendiri.


"BABY, kembali kesana. Jangan tidur dibawah, kamu kan sedang hamil, nanti kalau masuk angin bagaimana?" pinta Kevin pada Hana yang memilih tidur dibawah dan tak mau mendengarkan apa katanya.


"Terserah aku. Kamu tidur di sofa, aku di lantai, agar kita saling melengkapi." ucap Hana menempatkan tubuhnya di dalam selimut yang tebal.


Tujuan Kevin awalnya hanya ingin tau bagaimana caranya Hana membujuk nya ketika sedang kesal.


Malah dirinya yang harus mengalah mungkin perasaan wanita hamil yang peka melihat suaminya sendiri tidur di sofa.


"Ayo! kembali ke atasm" ajak Kevin mengangkat tubuh Hana ke ranjang bersama dirinya.


*****


Esok harinya


"My Prince. Hari ini kamu tidak kerja, bangun kenapa? ini sudah siang, lihat saja itu, matahari lebih dulu terbangun." panggil Hana menggoyang tubuh suaminya yang masih betah dengan selimutnya.


"Hmm. Sebentar lagi BABY, masih ngantuk, lagi pula ini sudah jam berapa, kantorku belum di buka." tanya Kevin memejamkan matanya tanpa mau membukanya.


"Jam se" jawab Hana sampai membuat Kevin berbegas bangun beranjak turun lalu pergi ke kamar mandi dengan terburu-buru.


Seperti mandi bebek saja Kevin keluar segera mengganti bajunya padahal baru lima menit ia masuk ke kamar mandi.


"Ada apa? tergesa gesa sekali." tanya Hana membantu memakaikan dasi suaminya dan kemeja yang berantakan tak tertata.


"Kamu bangunin aku telat. Jam sembilan aku ada meeting, jadi telat deh!" ucap Kevin sembari menyisir rambutnya.


Hana tersenyum mendengarnya ternyata suaminya salah dengar.


"Masih ada waktu kan. Ini masih jam setengah sembilan." ucap Hana mengarahkan jam tangannya ke arah Kevin.


"BABY. Ternyata aku salah lihat." ucap Kevin menepuk jidatnya sendiri.


"Kenapa? kok bengong." tanya Hana pada Kevin yang terlihat seperti memikirkan sesuatu.


Bukannya jawab malah senyum sendiri tak tau apa sebabnya.


"Hei. My Prince, kemasukan, jangan dong! aku tidak bisa mengeluarkannya nanti." sapa Hana sedangkan Kevin menatapnya aneh.


"Apaan sih! ini punya mulut dijaga. Jangan asal nyeplos saja, lama lama aku makan kamu." ucap Kevin memeluk Hana mencium bibirnya yang merah karena lipstick.


Sontak Hana terkejut melihat reaksi suaminya diluar dugaannya malah membuat penampilan yang sudah rapih kembali berantakan.


"Hmm. Kendalikan tanganmu." pinta Hana ketika Kevin tangannya menyelusup masuk ke dalam bajunya sengaja membuka tali ikatan yang menutupi bagian da**nya sampai terlepas.


"Jangan berteriak. Atau aku akan melepas semuanya." bisik Kevin ditelinga Hana ketika ingin membuka mulutnya akan teriak agar mengikuti permainan tangannya.


Kebetulan kamar mereka tidak dikunci dan Lee Tae Yeong yang melihatnya tersenyum menyilangkan tangannya di dada.


Awalnya diam saja, tapi setelah lima menit ia menunggu menyelonong masuk dengan santainya seakan tidak melihat apa apa disana.


"Pantas saja Hana tergila gila denganmu. Ternyata bisa membuat dia puas, panas banget, pagi ini." ucap Lee Tae Yeong menghampiri mereka.


Hana yang merasa malu ia segera melepaskan diri dari Kevin yang sedari tadi menempel di tubuhnya.


"Kak Tae Yeong. A-apa yang kamu lakukan, tidak sopan sekali." tanya Hana membelakangi Kevin dan Lee Tae Yeong ia merapikan penampilannya kembali ia bahkan berjongkok di samping tempat tidur agar tidak bisa kelihatan mereka berdua.


BERSAMBUNG