
"BABY?" ucap Kevin memeluk Hana seperti bantal guling.
"Hmm, aku mengantuk. Apa kamu tidak ngantuk atau capek gitu, nanti sore aja makannya, sekalian makan malam yah!" ucap Hana masih memejamkan mata.
"Kok gitu bicaranya. Buka matamu, apa kamu marah sama aku, aku tidak akan membuatmu seperti ini lagi." ucap Kevin.
"Tidak. Hanya kesal saja." ucap Hana masih tidak mau membuka matanya.
"Sama aja. Apa bedanya marah sama kesal coba, perasaan sama saja." ujar Kevin.
"Hmm. Tentu ada." ucap Hana.
Kevin terus bertanya tujuannya agar Hana tidak tidur tapi seperti dongeng buat dirinya malah Kevin yang lelah sendiri akhirnya tertidur juga.
Hana baru membuka matanya karena ia tak mendengar suara Kevin lagi.
"Perasaan Kevin yang ngoceh. Dia juga yang tertidur lelap, emang dasar kalau ngantuk itu tidur aja, pakai drama aku ngambek lah! marahlah, kesal lah! kebiasaan banget kalau mau tidur gangguin orang dulu." ucap Hana dalam hatinya ia membalas pelukan Kevin padanya.
Kebiasaan Kevin kalau lagi capek atau ngantuk selalu gangguin istrinya yang sudah terlelap terlebih dulu entah tangannya yang nakal ataupun selalu bertanya pada Hana sampai ia sendiri tidak bisa tidur karena suaminya.
Sore harinya Hana sudah terlebih dahulu bangun ia menyingkirkan tangan Kevin yang masih melingkar pada dirinya dengan sangat hati hati takutnya Kevin terbangun karena ia ingin mandi nggak mau suaminya datang mengganggu aktivitas mandinya.
"My Prince. Jangan bangun dulu yah! sebelum aku selesai mandi, Bye?" ucap Hana lirih di telinga Kevin.
Hana berjalan sangat pelan ke kamar mandi tak ingin menimbulkan suara sekecil apapun.
Selesai mandi Hana membangunkan Kevin yang masih terlelap dalam mimpinya.
"My Prince. Bangun." ucap Hana menggoyangkan tubuh Kevin pelan tapi tak ada reaksi malah semakin membenamkan wajahnya ke bantal.
"Aku tau caranya. My Prince, bangun yuk!" ucap Hana memasukkan tangannya ke dalam baju suaminya ia mengusap dada Kevin sampai ke perutnya.
Terbukti Kevin langsung bangun ia meraih pinggang Hana dalam pelukannya.
"Kamu sengaja menggodaku. Tubuhmu harum sekali." ucap Kevin yang berada dekat dengan wajah Hana yang hanya satu centi saja ia tidak menyia nyiakan kesempatan langsung mencium bibir manis itu.
Kevin memperdalam ciuman mereka dengan membalikkan posisinya yang awalnya di bawah menjadi di atas tubuh Hana.
Cukup lama mereka berciuman sampai Hana seperti kehabisan nafas kalau saja Kevin tidak melepaskannya.
"Sudah puas. Sana kamu mandi dulu, kamu tidak lihat ini penampilanku jadi berantakan karena ulahmu, aku sudah mandi tau." ucap Hana ia berdiri merapikan pakaian yang ia kenakan.
"Baiklah. Aku akan mandi, tapi bersamamu." goda Kevin mendekati Hana ia mengendus di tengkuk leher Hana malah kembali membuat baju Hana semakin berantakan.
Dengan membuka kancing baju Hana tangannya menyelusup ke dalam meraga benda kenyal yang dimiliki istrinya.
"My Prince. Tanganmu, kamar ini kaca lho! nanti kalau ada yang lihat bagaimana?" ucap Hana menahan tangan Kevin yang meremas payudara miliknya.
"Biarkan saja. Kita kan suami istri, jadi bebas melakukan apa saja." ucap Kevin membuat Hana semakin pusing dibuatnya.
Kelakuan suaminya benar benar sangat tak semakin terkendali.
"My Prince, hentikan. Atau aku tidak mau melayanimu lagi." ucap Hana menahan kesal.
"Aku cuma bercanda. Sensitif banget istriku ini, baiklah aku mandi." ucap Kevin bergegas pergi ke kamar mandi.
"Huhh. Bisa cepat kurus nih!.kalau begini caranya, tapi kan aku istrinya mana boleh aku menolak permintaan suami, nanti di cap sebagai istri yang durhaka." ucap Hana didepan cermin.
"Aaaaaaa. Tidak mungkin." teriak Hana membuat Kevin buru buru keluar menyelesaikan mandinya yang baru lima menit saja.
"Apanya yang tidak mungkin. Kenapa kamu berteriak?" tanya Kevin mendekati Hana yang sedang menyisir rambutnya.
Hana dibuat terkejut dengan kedatangan Kevin yang tiba tiba berada di sampingnya.
"Bukan apa apa. Ini lipstick aku putus, padahal aku suka dengan warnanya, kamu lanjutkan saja mandinya." jawab Hana tersenyum memperhatikan giginya.
"Ooh. Aku kira kamu kenapa kenapa, ternyata cuma soal lipstick, sementara kamu pakai saja warna lain, bukannya itu banyak." ucap Kevin menunjuk ke arah kotak yang berisi make up.
Sebelum mereka berangkat liburan Kevin juga menyiapkan kebutuhan Hana bahkan membeli semua warna lipstick karena ia cuma tau merknya saja, tidak tau warna favorit Hana.
"Iya. Aku pakai yang ini saja, pas banget buat cuaca dingin." ucap Hana menunjukkan ke arah Kevin.
"Jangan berteriak lagi." ucap Kevin berjalan ke arah kamar mandi.
Hana menepuk pelan mulutnya berapa kali ia tak bisa mengendalikan diri.
"Aduh! Kamu harus jaga mulutmu Hana, sudah seperti kereta api saja, nggak bisa di rem mendadak." ucap Hana menepuk pelan mulutnya dan jidatnya.
Kevin keluar kamar mandi ia mencari Hana yang tidak berada di dalam Kevin berjalan keluar mendapati Hana sedang bermain salju di depan kamar mereka.
"BABY. Aku mencarimu, ternyata kamu ada disini." ucap Kevin membuat Hana menoleh ke arahnya.
"Kamu lama banget. Aku cuma jalan jalan di sekitar sini saja." ucap Hana.
"Oh iya. Tadi aku bertemu seseorang, disini." ucap Hana.
"Siapa? kamu nggak usah sok kenal deh. Bahaya ini bukan negara tempat kita tinggal." ucap Kevin menyerngitkan dahinya.
"Bukan siapa siapa? mungkin orang itu sok kenal aja kali yah!" ucap Hana.
"Excuse me sir. This is your food order." ucap dari seseorang yang mengantarkan makanan dan minuman mereka.
"Thanks You." ucap Kevin menerimanya ia juga memberikan tips untuk orang yang mengantarkan makanannya.
"Kamu sudah pesan ini. Katanya kita mau ke restoran." ucap Hana mereka memilih memakan makanannya di luar kamar mereka.
"Besok aja yah! Aku capek. Setelah ini kan kita mau melihat Northern Light." ucap Kevin.
"Benar juga. Tapi jam berapa munculnya, apa tengah malam atau mungkin sebelum matahari terbit?" tanya Hana.
"Kemunculannya tidak tentu. Kita tunggu saja." ucap Kevin.
•
•
•
BERSAMBUNG