
"Rencana ku berhasil. Tinggal selangkah lagi, kehancuranmu sudah di depan mata." ucap seseorang yang berbicara dengan Kevin pergi terlebih dahulu ia melihat Hana datang.
Agar tidak ada yang curiga CCTV yang ada di seluruh kantor Kevin sengaja dimatikan setelah Hana pergi baru dinyalakan kembali.
Beberapa kali Kevin menghubungi Hana tapi ponselnya tidak aktif ia mencoba menghubungi Lee Tae Yeong jawabannya tidak sesuai.
[[~>> Tae Yeong: Hallo?]]
[[~>>Kevin: Hana ada dirumah tidak.]]
[[~>>Tae Yeong: Tidak, aku malah sedang menunggunya pulang.]]
Kevin semakin bingung ia bergegas pergi ke Cafe Hana menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata.
Handphone Kevin masih aktif tapi Lee Tae Yeong memanggilnya beberapa kali tidak ada jawaban juga darinya.
"Ini orang kemana? ponselnya masih aktif. Dianya malah ngilang." gumam Lee Tae Yeong ia memanggil nama Kevin lagi.
[[~>>Tae Yeong: Tuan Sombong, Hei?, kamu mendengarku tidak. Apa yang terjadi sebenarnya, cepat katakan, Hana dimana? dia pergi kemana?]]
[[~>>Kevin: Bisa diam tidak. Aku lagi nyetir, nanti aku jelaskan.]]
Kevin menutup panggilannya ketika sampai di depan Cafe.
"Maaf Tuan. Cafe nya sudah mau tutup, buka nya jam delapan malam." ucap manajer ketika akan mengunci pintu melihat Kevin yang mau berjalan masuk.
"Tutup. Lalu dimana Hana pergi." gumam Kevin pelan.
"Saya Tomi. Manajer Cafe ini, kalau ada keperluan dengan Nona Hana, anda bisa sampaikan ke saya." ucap Tomi mendengar ucapan Kevin.
"Iya. Saya Kevin, suami Hana, dia terakhir disini jam berapa? aku hubungi ponselnya tidak aktif, kamu punya no telepon Doni, asistennya." ucap Kevin memperkenalkan diri.
Tomi mendengarnya tak percaya. Pasalnya Hana pernah bilang jangan pernah berikan soal data diri nya kepada siapapun termasuk no ponselnya.
"Kamu tidak percaya. Hana istriku, malah sekarang dia sudah hamil, ini foto pernikahan kita" ucap Kevin terlihat Tomi tidak mempercayainya ia memperlihatkan beberapa foto di dalam handphone nya.
Tomi akhirnya memberikan informasi tentang Hana kalau dia tidak akan datang ke Cafe dalam waktu yang lama.
"Kapan dia bilang seperti itu?" tanya Kevin.
"Hmm. Sekitar jam dua siang, tadi terakhir aku tidak sengaja dengar, Nona Hana mau ke kantor, membawa makanan juga, Tuan? sebaiknya kita bicara didalam saja, takutnya ada orang yang dengar." jawab Tomi mengajak Kevin masuk ke dalam Cafe.
Tidak sesuai dengan rencana yang Kevin buat ia akan memberitahukan semuanya setelah pulang ke rumah.
"Berarti Hana tadi datang ke kantor. Dia pasti dengar semuanya, dan salah faham, ternyata rencanaku sudah diketahui mereka, aku harus lebih berhati hati lagi, rupanya dia mulai menunjukan jati dirinya, untuk saat ini aku tidak bisa bertemu denganmu BABY?, maafkan aku." batin Kevin tanpa disadari ia meneteskan air matanya.
"Tuan. Tuan Kevin, anda baik baik saja, ooh iya ini nomor telepon Doni." panggil Tomi mengibaskan tangan di wajah Kevin.
"Tunggu Tuan? Sebenarnya Nona Hana ada nomor lain dan ini rahasia, hanya beberapa orang saja yang tau." ucap Tomi mencekal tangan Kevin yang sudah berdiri mau pergi.
*****
Di Kantor Kevin
Kevin meminta rekaman CCTV kepada petugas yang menjaga disana. Tapi mereka bilang kalau CCTV sempat mati, setelah itu hidup kembali.
Kebetulan waktu Hana datang semua karyawan tidak ada yang melihatnya, karena sedang berada di kantin dan sebagian lagi di luar kantor, seperti ada yang sengaja mengalihkan perhatian mereka agar Kevin tidak tau apa apa kemana Hana pergi.
"Tuan Kevin. Anda belum pulang, ini sudah larut malam." sapa satpam yang menjaga dikantornya.
"Pak? tadi bapak lihat tidak. Perempuan ini datang ke kantor, sekitar jam makan siang." ucap Kevin memperlihatkan foto Hana kepadanya.
"Ooh? perempuan cantik ini. Dia pacar Tuan Kevin kan, dia tadi masuk ke dalam kantor, bersama laki laki sepantaran dengan anda." ucap pak Tri satpam di kantor Kevin.
"Kamu laki itu pasti Doni, aku harus segera hubungi dia nanti." batin Kevin dalam hatinya setelah itu melangkah pergi dan kembali lagi memberi sejumlah uang sebagai tanda terima kasih.
"Terimakasih Tuan. Rezeki anak sholeh." teriak Pak Tri kepada Kevin yang sudah melajukan mobilnya pergi meninggalkan Kantor.
Sesampainya di rumah Kevin langsung di hujani pertanyaan dari Lee Tae Yeong yang sudah berada di depan pintu menunggu kabar darinya.
"Bagaimana? Hana ada dimana? apa dia di dalam mobil. Atau jangan jangan kamu belum menemukannya, hei! aku tanya bukannya jawab, kenapa cuma diam saja, Tuan Sombong, sebenarnya apa yang terjadi, kamu pasti menyakitinya." berondong Lee Tae Yeong membuat Kevin semakin pusing olehnya.
"Please. Biarkan aku jelaskan semuanya, pertanyaan mu itu semakin membuat kepalaku pusing saja." jawab Kevin memegangi kepalanya karena ia sempat terkena hujan saat sedang mencari Hana di restoran, Cafe yang biasa istrinya meeting.
"Mereka menjebakku. Siang tadi, Hana datang bersama Doni ke kantor, tak sengaja mendengar pembicaraanku bersama si penghianat itu, sepertinya mereka tau rencana kita, dan akhirnya kesalah pahaman terjadi, aku tidak tau lagi harus bagaimana?" jelas Kevin panjang kali lebar.
Rencana awal Kevin ingin memberitahu kalau Hana harus berpura pura membencinya karena sudah menghancurkan perusahaan Ayahnya dan cinta yang diberikan kepadanya itu palsu.
Memang awalnya Kevin mau membalas dendam kepada orang yang telah mengambil kasih sayang ibunya kepada Ayah Hana.
Tapi seiring berjalan nya waktu rasa cinta tumbuh diantara mereka, itu semua juga sudah dijelaskan semua nya kepada Hana.
"Ceroboh sekali. Dia itu sedang hamil, pasti perasaan nya masih labil, apa ini sebagian dari rencana Hana?" ucap Lee Tae Yeong, Kevin pun sama pemikirannya dengannya.
"Itu mungkin saja. Hana pasti sekarang ada di Korea, dia bilang padaku, ingin sekali melahirkan anaknya di tanah kelahirannya." ucap Kevin sembari berpikir positif kalau istrinya tidak benar benar membencinya.
Sebenarnya Kevin menyuruh Lee Tae Yeong mencari istrinya kesana tapi malah memilih menjalankan misinya dengan pergi dari rumahnya untuk memancing kelompok Singa Merah keluar dari persembunyiannya.
Dengan begitu mereka menganggap Kevin lemah kerena orang yang mendukungnya pergi satu per satu dan akan lebih mudah untuk menghancurkan keluarga Pratama.
>>BERSAMBUNG<<