
"Kevin turunkan aku." pinta Hana memukul mukul punggung Kevin.
"Malu. Anggap saja mereka tidak ada." ucap Kevin santai dan masih tetap membopong tanpa peduli ucapan Hana dan tatapan orang disekitarnya.
"Kevin?" berontak Hana masih tidak bisa diam ingin diturunkan Kevin bahkan mempererat tangannya agar Hana tidak jatuh.
"Diam atau aku cium kamu. Mau." tegas Kevin membulatkan matanya dengan nada sedikit menekan.
"Dasar mesum." umpat Hana dalam hatinya segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan menggeleng geleng kan kepalanya.
"Anak manis." ucap Kevin menyunggingkan senyuman nya yang tidak terlihat karena tertutup oleh master.
Hana hanya bisa pasrah lalu menyembunyikan wajahnya di dada Kevin karena ia sangat malu.
Kevin mendudukan Hana disebuah kursi yang kosong disusul Alfian duduk didepan bangku Kevin dan Hana.
Kemudian Waitress datang membawa menu pilihan untuk mereka Hana sedari tadi hanya diam menyilangkan kedua tangannya ke dada dan memalingkan muka ke samping entah apa yang lilihatnya.
"Kamu mau makan apa? biar aku pesankan." tanya Kevin kepada tetapi Hana masih tidak mau bicara ataupun melihat Kevin malah bibirnya terlihat manyun baginya sangat lucu dan menggemaskan.
"Sangat menggemaskan walaupun dia sedang marah entah mengapa aku senang menggodanya dan selalu ingin dekat dengannya."ucap Kevin dalam hatinya terus melihat Hana lalu menyunggingkan senyuman di ujung bibir Kevin.
"Aku pesan semua menu terbaik dan terenak di restoran ini." ucap Kevin menyerahkan menu pilihan nya ke Waitress.
"Baik Tuan. Tunggu sebentar, kami akan siapkan semuanya." ucap Waitress sedikit membungkukkan badannya.
"Serius kamu Vin? Kamu pesan semua. Restoran ini kan terkenal mahal dan enak semua menu menunya." ucap Alfian tak percaya.
"Hmm." jawab Kevin datar lalu mengambil benda pipih yang ada di sakunya sesekali melirik kearah Hana yang masih saja cemberut.
"Bagaimana tentang proyek kita yang ada di luar kota. Kamu sudah bereskan semuanya." tanya Kevin kepada asistennya masih focus dengan layar Handphone nya.
"Semuanya berjalan lancar boss. Saya sudah menyuruh anak buahku untuk mengurusnya." jawab Alfian.
"Bagus kalau begitu. Kamu terus awasi jangan sampai ada masalah sedikitpun." tegas Kevin kepada Alfian.
"Baik boss." jawab Alfian menganggukan kepalanya.
Akhirnya pesanan datang para Waitress telah membawa nampan berisi makanan juga minuman dan meletakkan di meja Kevin ada banyak makanan yang disajikan di hadapannya.
"Boss. Kamu serius pesan sebanyak ini, siapa yang mau makan." Alfian heran melihat pelayan tidak henti hentinya mengantarkan makanan dengan jumlah banyak hingga mejanya penuh.
Hana akhirnya menoleh merasa ada yang mondar mandir mengantarkan makanan ia melihat nya terkejut karena satu meja berukuran besar terisi makanan semua.
"Buat apa dia pesan makanan sebanyak ini. Siapa yang akan menghabiskan semuanya." batin Hana berpikiran sama dengan Alfian menyerngitkan dahinya lalu menoleh ke arah Kevin.
"Ayo makan." ajak Kevin kepada Hana dan Alfian.
"Kenapa kalian diam aja. Ayo makan! tidak mungkin kan aku habiskan semuanya sendiri." ajak Kevin lagi melihat Hana dan Alfian terdiam ditempat tanpa menyentuh makanannya.
"Eeeh! Iya boss." jawab Alfian cengar cengir memperlihatkan gigi putihnya tetapi Hana masih bingung harus apa karena tangannya masih kaku kalau digerakkan.
"Kalo cuma dilihat saja mana kenyang. Ayo dimakan!" perintah Kevin kepada Hana.
"Boss. Tidak peka banget sih jadi orang, udah tau tangan Hana lagi sakit, suapin kek apa gitu." batin Alfian melihat Kevin makan dengan lahapnya tanpa memperdulikan Hana.
"Bagaimana cara makan nya coba. Sedangkan tanganku lagi sakit." ucap Hana dalam hatinya masih bingung dan berusaha mengambil makanan lalu tetapi tidak bisa karena tangannya masih sangat kaku untuk digerakkan.
"Kamu bisa kan minta tolong sama aku." ucap Kevin tegas mengambil makanan yang Hana sukai lalu menyuapinya.
"Aaaaaaa." ucap Kevin menyodorkan lalu menyuapi Hana ke mulutnya.
"Aku sudah kenyang." ucap Hana mlengos ketika Kevin mau menyuapinya lagi.
"I you to eat." ucap Kevin. ( Aku mohon kamu makan)
( nggak mau ) "Do not want." tolak Hana yang masih dengan posisi yang sama.
"Bagaimana dengan makanan ini. Aku sudah pesan ini buat kamu lho!" ucap Kevin menunjuk kearah meja yang berisi banyak makanan.
"Aku tidak pernah memintamu pesan semua itu." ucap Hana menghadap Kevin dengan wajah yang sedang menahan kesal.
"Sultan itu bebas. Bahkan aku sanggup membeli tempat ini." ucap Kevin sombong menegakkan badannya dan merapikan bajunya.
"Sombong. Nggak jelas banget kamu." ucap Hana acuh memutar bola matanya malas.
"Kak Alfian. Bisa tolong suapin aku nggak." pinta Hana memohon.
"Oke. Kamu mau yang mana?" tanya Alfian terhadap Hana.
"Ini kak." tunjuk Hana kepada Alfian.
"Sekarang kamu buka mulutmu." ucap Alfian lembut menyuapi Hana.
"Kenapa ada perasaan yang berbeda. Melihat Hana lebih memilih disuapi oleh Alfian." batin Kevin dalam hatinya kesal menyantap kembali makanannya sesekali melirik kearah Hana dan Alfian.
"Udah kak. Perutku kenyang banget." ucap Hana kekenyangan lalu menyenderkan punggung nya ke kursi dan memegang perutnya.
"Minumlah." ucap Kevin mengambil jus stroberi kesukaan Hana.
Kali ini Hana menerima pemberian dari Kevin karena ia memaksa nya untuk meminumnya.
"Kalau sesudah makan itu minum. Tenggorokan kamu bisa kering." ucap Kevin menyodorkan minuman ke mulut Hana dengan sedikit memaksa.
"Iya. Aku tau." ucap Hana menghabiskan jus nya.
"Kamu itu memang susah dinasehati. Dasar kepala batu." ucap Kevin lalu berdiri hendak melangkahkan kakinya tapi ditahan oleh Alfian.
"Mau kemana kamu?" tanya Alfian penasaran.
"Toilet." jawab Kevin ketus.
"Mau apa?" tanya Alfian lagi.
"Kamu pikir toilet buat apa?" ucapnya sedikit berteriak.
"Ya kali boss mau nguras Wc." ucap Alfian santai dan menahan tawanya dengan menempelkan tangan nya ke mulut nya.
"Bicara apa tadi kamu." bentak Kevin melempar wadah tisu ke arah Alfian.
"Eeeh! tidak kena." ledek Alfian lalu tertawa diikuti oleh Hana yang sedari tadi diam ikut menertawakan Kevin.
•
•
•
Bersambung...