
Sesampainya di sana, Kevin langsung memasuki Cafe yang ia sewa sebelumnya agar tidak ada orang yang melihatnya.
"Good morning." ucap Kevin sopan ketika klien datang dan menjabat tangan nya.
"Morning." jawab nya.
Kemudian mereka meeting bersama kedua belah pihak setuju dengan ide masing-masing.
"Maeu gamsahabnida." ucap Kevin membungkuk karena klein karena dari korea Kevin memilih bahasa inggris dibandingkan bahasa korea ia lebih nyaman menggunakan bahasa inggris dan indonesia karena ia itu bahasa sehari hari.
Klien itu perwakilan dari perusahaan bossnya ia tidak bisa datang karena ada meeting diluar tempat.
Setelah selesai Kevin merapikan berkas berkas dan laptop nya segera keluar dari Cafe tersebut dengan senang.
"Kita langsung ke kantor." perintah Kevin buru buru memasuki mobil.
"Siap boss." jawab Alfian melajukan mobilnya.
Ting..... notifikasi masuk dalam handphone Kevin.
"Hana." Kevin mengerutkan dahinya melihat pesan tersebut.
~>> ( Kevin. Kenapa kamu tadi tidak menyapaku, Apa kamu marah padaku.)
Kevin tidak membalasnya malah tersenyum melihat pesan yang dikirimkan oleh Hana.
***
Dirumah Kevin
Hana menunggu balasan pesan dari nya.
"Apa dia marah padaku. Semalam aku diangkat oleh Kevin kenapa aku tidak sadar." gumam Hana bertanya tanya dan mencoba mengingat nya tapi ia sama sekali tak ingat apapun.
"Aah! Memikirkannya membuatku pusing. Aku sama sekali tidak mengingat, daya ingatku terlalu buruk." ucap Hana yang kini berada dikamar nya membolak balikkan badannya kesana kemari seperti guling.
"Aduh!" rintih Hana terjatuh karena tidak sadar kalau ia berada di tepi kasur.
"Kenapa pake acara jatuh segala sih! merah lagi kepalaku. Nanti kalau Kevin lihat, aku bisa dikatakan seperti anak kecil lagi." ucap Hana berdiri memegangi kepalanya yang terbentur lantai lumayan keras sehingga merah dibagian jidatnya.
"Sakit juga." ucap Hana berjalan untuk melihat nya di cermin.
"What? Beneran merah. Pasti Kevin akan mengejekku nanti." ucap Hana syok melihat kearah cermin.
"Aku tutupi saja dengan topi." ucap Hana segera mencari topi dilemarinya tapi tidak ada.
"Aduh! tidak ada lagi." ucap Hana panik mencarinya lagi dan akhirnya ia menemukannya topi hitam berinisial K.
"Ini pasti dari salah satu fans dia. Dasar budak cinta." ucap Hana melihat nya aneh karena ada inisial huruf depan Kevin.
"Cantik juga." ucap Hana bercermin dan tidak lupa berselfi untuk di upload di sosmed.
"Ternyata pengikut di sosmed aku bertambah. Mungkin karena aku post fotoku bersama Kevin pasti mereka iri padaku." ucap Hana senang.
Hana keluar dari kamarnya dan turun menemui bik Yanti.
"Bik?" panggil Hana.
"Ehh! Nona. Ada perlu apa kesini." ucap yanti pembantunya Kevin.
"Iya bik. Aku mau izin keluar." ucap Hana pada bik Yanti.
"Pergi. Kemana Nona?" tanya Bik Yanti.
"Ada urusan sebentar. Tapi jangan bilang sama Kevin, sebelum Kevin pulang aku sudah ada di rumah terlebih dahulum" ucap Hana yang sudah berpakaian rapi.
"Tapi Non?" ucap Bik Yanti khawatir.
"Iya. Nona hati hati." ucap Bik Yanti dan Hana buru buru keluar dari rumah Kevin.
"Pasti." teriak Hana melambaikan tangan.
Hana menyelinap keluar dari pagar rumah Kevin yang tidak ada CCTV karena ia tak mau ketahuan oleh satpam.
"Yes. Berhasil." ucap Hana turun dari pagar karena ia sudah biasa memanjat saat ia tinggal dirumah orang tuanya dulu.
Sebelum nya Hana sudah memesan taxi ia hanya tinggal menaiki saja.
~>> Hana [[ Hallo? sebentar. Aku sedang perjalanan sekitar lima belas menit sampai. ]] ucap Hana mengangkat telponnya.
~>> [[ Baiklah. ]] ucap Seseorang menutup teleponnya.
~>> [[ Semoga semuanya berjalan lancar. ]] ucap Hana tersenyum menyemangati dirinya.
Hana sebenarnya mempunyai usaha fashion dan kuliner yang ia tekuni sejak ia sekolah Hana bekerja ketika pulang sekolah sehingga ia sering dimarahi oleh ayah kandungnya dan ibu tirinya selalu menjelekkan Hana didepan suaminya.
Kini usahanya sukses ia sengaja menutupi semuanya dari siapapun karena Hana mau menjadi perempuan mandiri tanpa mengandalkan orang lain.
"Soal pembukaan cabang di Korea dan Jepang. Saya minta kamu handle semuanya." ucap Hana pada seseorang didepanya.
"Baiklah Nona. Kalau begitu saya permisi." ucap seseorang tersebut menundukkan kepalanya.
"Aku harus pulang sekarang. Sebelum Kevin terlebih dahulu pulang." ucap Hana kemudian buru buru memasuki taxi.
***
Dirumah Kevin
Kevin memasuki rumahnya dan mencari keberadaan seseorang ia memutuskan untuk menemui Hana di kamarnya.
"Hana?" panggil Kevin tak dapat sahutan darinya.
"Kamu disini. Aku mencarimu ternyata sedang duduk di tepi balkon, aku bahkan hampir tidak melihatmu." ucap Kevin menatapnya tersenyum.
"Ada apa kamu mencariku?" tanya Hana menatapnya serius.
"Tak apa apa. Aku kira kamu pergi." jawab Kevin membuat Hana terkejut tapi ia menormalkan kembali agar Kevin tidak mencurigai nya.
"Maksudmu aku tidak mengerti." ucap Hana berusaha tersenyum.
"Mungkin aku salah lihat. Tadi aku melihat perempuan mirip denganmu di Cafe paling hits senegara ini." ucap Kevin mengingatnya.
"Melihatku. Tidak mungkin orang dari pagi aku cuma dikamar, tanya saja sama bibi kalau tidak percaya dan mana mungkin aku ada disana bahkan aku tidak punya uang untuk pergi kesana, orang aku saja numpang dirumahmu." ucap Hana meyakinkan.
"Iya juga. Sedangkan perempuan yang aku lihat tadi berada diruang yang hanya ditempati oleh pemiliknya." ucap Kevin percaya.
Hana hanya tersenyum melihat ekspresi Kevin yang bingung.
"Apa kamu lapar. Aku buatkan makanan untukmu." ucap Hana berdiri dan ditahan oleh Kevin.
"Tidak. Aku belum lapar, Kamu duduk saja disini, aku membawakan makanan untuk kita." ucap Kevin menarik tangan Hana untuk duduk di kursi yang ada di balkon.
"Baiklah." ucap Hana.
Kevin mengeluarkan roti Donat berbagai rasa dan jus stroberi dan coklat kesukaan mereka.
"Wahh. Ini kesukaanku tau dari mana kalau aku menyukainya." ucap Hana antusias dan mengambil donat dan langsung memakanya.
"Kamu ini. Semua makanan kamu menyukainya." ucap Kevin menggelengkan kepalanya melihat Hana dengan lahap memakan donat yang ia bawa.
BERSAMBUNG***