Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
90. Pengaruh Obat Tidur



"Honey. Kenapa waktu itu kamu bisa salah jalan, bukannya Tuan sombong itu yang ngajak kita Tour. Aku kira dia hafal jalannya, Eeeh? Ternyata." ucap Lee Tae Yeong.


Hana menceritakan semua kejadian ke Lee Tae Yeong dari pertama kali mereka ketinggalan rombongan sampai mereka di hadang orang yang berpakaian serba hitam dan yang membuat Hana terbaring di rumah sakit.


"Bagaimana dengan pelakunya. Apa sudah ditemukan?" tanya Lee Tae Yeong.


"Kalau soal itu aku tidak tau kak? Tanyakan saja pada suamiku atau Doni." jawab Hana.


"Dia. Itu tidak mungkin, aku tanya Doni saja nanti." ucap Lee Tae Yeong menunjuk ke arah Kevin yang sedang tidur di sofa.


"Terserah kak Tae Yeong. Kalian memang tidak pernah berdamai." ucap Hana.


Kevin tertidur sampai hari mulai sore dia belum bangun juga.


Sampai Lee Tae Yeong ingin keluar untuk makan siang ia tak bisa karena tidak tega meninggalkan Hana sendiri tanpa ada yang menemaninya.


"Kak Tae Yeong belum pulang." ucap Hana yang baru saja bangun setelah makan siang ia suruh Kwak Hyun untuk istirahat.


"Seperti yang kamu lihat. Itu Tuan sombong masih saja tidur, gila banget tuh orang, sudah hampir enpat jam dia tidur tapi belum bangun juga." ucap Lee Tae Yeong melirik ke arah Kevin yang masih setia dengan mimpinya dialam tidurnya.


"Apa Kevin dari tadi belum bangun?" tanya Hana tak seperti biasanya.


"Belum. Ini kamu lihat, sudah mau jam empat sore." jawab Lee Tae Yeong mengarahkan ponselnya ke Hana.


"Aneh. Coba kak, Bangunkan Kevin?" ucap Hana sedikit khawatir.


"Baiklah. Hei, Tuan sombong, Bangun." panggil Lee Tae Yeong tak ada reaksi apapun dari Kevin.


"Bagaimana kak?" tanya Hana.


"Tidak bisa. Nyenyak banget tidurnya." jawab Lee Tae Yeong.


"Pakai cara lain aja kak?" ucap Hana.


Lee Tae Yeong menepuk pipi Kevin keras hingga berbagai cara tapi masih tetap tak ada reaksi apapun.


"Ada apa kenapa wajahmu kelihatan kesal?" ucap seseorang mengejutkan Lee Tae Yeong.


"Doni. Bantuin saya bangunkan dia." ucap Lee Tae Yeong menarik tangan Doni.


"Memangnya ada apa ini?" tanya Doni.


"Hampir empat jam. Tuan sombong ini tidur, tapi belum bangun juga, kebo banget." jawab Lee Tae Yeong kesal.


Doni mendudukkan badan Kevin yang terlihat lemas dan tidak mau membuka matanya.


"Panggilkan Dokter. Sepertinya Tuan Kevin terkena obat tidur, jadi efeknya dia tidak bisa bangun sebelum reaksi obatnya habis." ucap Doni lirih takut Hana mendengarnya pada Lee Tae Yeong.


"Oke. Kamu jagain Hana juga." ucap Lee Tae Yeong bergegas pergi.


"Ada apa Doni?" tanya Hana bingung.


"Bukan apa apa. Tuan Kevin mungkin terlalu lelah jadi dia sangat nyenyak tidurnya." jawab Doni berbohong tapi Hana tau apa yang sebenarnya karena ia mendengar ucapan Doni dan Lee Tae Yeong.


"Aku tau kamu berbohong." ucap Hana.


"Maaf Nona. Saya sudah suruh Lee panggil dokter." ucap Doni.


Tak lama kemudian Kwak Hyun datang bersama Lee Tae Yeong.


"Akhirnya datang juga. Cepat kamu periksa." ucap Doni.


Mereka memapah Kevin sampai ke kasur yang ada di ruangan Hana.


"Kita tunggu sampai Kevin sadar. Aku sudah menyuntikkan obat penawar, sebentar lagi dia akan bangun." ucap Kwak Hyun.


"Berapa lama kak?" tanya Hana yang sedari tadi diam.


"Mungkin tiga puluh menit. Kamu tenang dulu Hana?" ucap Kwak Hyun.


Setelah tiga puluh menit Kevin mulai menggerakkan tangannya memegang kepalanya yang sedikit sakit.


"Kevin. Kamu bangun juga, ini kamu minum dulu." ucap Kwak Hyun memberikan segelas air putih ke Kevin.


"Ada apa? Kenapa semuanya berkumpul disini." tanya Kevin yang kelihatan bingung dan masih ada rasa kantuk yang luar biasa membuat ia terus menguap.


Mereka menjelaskan semuanya ke Kevin ia benar benar tidak ingat apa penyebab yang membuatnya tertidur pulas sampai beberapa jam.


"Jadi kamu tidak ingat kenapa kamu bisa jadi seperti ini?" tanya Kwak Hyun.


"Tidak. Kamu kan yang memberi aku makanan tadi pagi." ucap Kevin menatap Lee Tae Yeong curiga.


"Hei. Kamu menuduhku." ucap Lee Tae Yeong.


"Siapa lagi coba. Ohh! Aku tau, kamu mau buat aku tidur lama, biar bisa leluasa bersama Hana, Iya kan." ucap Kevin menatap Lee Tae Yeong tajam.


"Kalian ini malah berantem terus kerjaannya. Apa masih ada sisa makanan atau minuman yang kamu makan tadi?" tanya Kwak Hyun.


"Sepertinya masih ada sedikit. Itu ada di nakas, memangnya buat apa?" ucap Kevin.


"Buat diteliti. Kalau sampai tuduhanmu salah, kamu harus langsung meminta maaf padaku." ucap Lee Tae Yeong menunjuk dengan jari telunjuk nya.


"Oke. Aku yakin kamu memasukkan sesuatu ke dalam makanan dan minuman yang kamu berikan padaku." ucap Kevin menepis tangan Lee Tae Yeong yang menunjuk kearah nya.


"My Prince. Sudahlah, kalian jangan bertengkar terus, pusing tau kepala aku." sahut Hana.


"Maaf BABY. Aku belum bisa percaya sebelum ada buktinya." ucap Kevin turun menghampiri Hana berjalan sempoyongan karena rasa kantuknya masih menempel.


Hampir saja Kevin terjatuh tidak bisa menjaga keseimbangan dirinya.


Tapi Doni segera membantu Kevin berjalan ke kursi yang ada di samping Hana.


"Hati hati dong My Prince. Tangan kamu aja hampir menyenggol gelas itu, nanti kalau sampai jatuh bisa kena kakimu." ucap Hana sedikit khawatir.


"Iya BABY. Rasanya masih sangat ngantuk, pusing juga." ucap Kevin malah terjatuh karena Lee Tae Yeong menarik kursinya.


"Tuan Kevin. Hati hati, kamu juga kenapa ditarik kursinya, jatuh kan jadinya." ucap Doni membantu Kevin berdiri kemudian memarahi Lee Tae Yeong yang sengaja melakukannya.


"Ceritanya kamu mau balas dendam." ucap Kevin dengan nada penuh penekanan.


"Kurang lebih seperti itu. Bagaimana nggak enak kan rasanya, saya cuma mau balas apa yang kamu lakukan tadi siang, jadi kita impas." ucap Lee Tae Yeong tersenyum senang.


"My Prince. Kamu tidak apa apa? apa sakit." tanya Hana ia tersenyum kearah nya.





***BERSAMBUNG***