Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
60. Kejutan



Hana terlebih dahulu keluar kamar sedangkan Kevin dia baru selesai mandi.


"Hana. Tolong ambilkan baju untukku." ucap Kevin melihat sekelilingnya tidak ada Hana.


"Ternyata dia sudah siapkan baju untukku." ucap Kevin memakai baju yang Hana pilih.


"Seleranya bagus juga. Hampir saja dia tidak ada disini, bisa bisa aku di hukum karena salah memanggil." ucap Kevin.


Selesai memakai baju Kevin keluar kamar tanpa menyisir rambutnya yang masih setengah basah.


"Morning Boss?" sapa Alfian ada di meja makan bersama Kwak Hyun juga Hana yang berpakaian sama dengannya.


"Kita nungguin kalian dari tadi. Nggak keluar keluar." seru Kwak Hyun.


"Maklum. Pengantin baru, tau sendiri kan." goda Alfian menempelkan kedua jari telunjuknya.


Kevin menghampiri Alfian menjitak kepalanya keras.


"Aduh! Boss." pekik Alfian mengusap kepalanya.


"Lama lama aku jahit mulutmu." celetuk Kevin.


"Bercanda kali boss. Kaku banget." gerutu Alfian kesal.


"Jika sedang makan. Jangan banyak bicara." ucap Kevin.


"Rasain tuh! Di omelin." ucap Kwak Hyun tersenyum puas.


"My Prince. Mau aku ambilkan." ucap Hana.


"BABY. Aku mau makan nasi goreng." ucap Kevin menunjuk dengan jari telunjuk nya.


"Segini cukup." ucap Hana tersenyum mengambil nasi goreng ke piring suaminya.


"Cukup. Kamu kenapa makannya sedikit banget?" tanya Kevin.


"Iya. Ini cuma buat ganjal perut saja, karena mau minum obat, aku nggak selera makan rasanya pahit semua." jawab Hana.


"Mau aku suapi." ucap Kevin.


"Aku bisa sendiri." ucap Hana menolak nya.


"Ya sudah. Selamat makan." ucap Kevin dibalas senyuman oleh Hana.


"Dunia terasa milik mereka berdua." batin Alfian.


Selesai sarapan Kevin membantu meminum obat ke wanita yang baru saja menjadi istrinya sedangkan Alfian dan Kwak Hyun disuruh Kevin mencuci piring oleh Kevin.


"Kalian beresin semua ini. Saya mau bantu istriku minum obat." perintah Kevin.


"Kita boss." ucap Alfian.


"Iya. Nggak mungkin saya kan." ucap Kevin.


"Maksudnya apa boss. Tidak menyewa pembantu disini." ucap Alfian.


"Pembantunya baru datang nanti siang. Cepat sana." ucap Kevin.


"Kamu juga. Bantuin Al?" ucap Kevin beralih menatap Kwak Hyun.


"Saya ini dokter bukan pembantu." ucap Kwak Hyun.


Kevin menatap Kwak Hyun tajam.


"Biar saya bantu" ucap Hana ingin mengambil piring kotor tapi ditahan oleh Kevin.


"Mereka bisa sendiri. Ini obat kamu sudah aku siapkan, kamu minum dulu." ucap Kevin.


Selesai meminum obat Hana diajak Kevin jalan jalan disekitar Villa didampingi oleh pengawal.


"Kita naik apa?" tanya Hana.


"Namanya juga jalan jalan. Dekat sini aja kok." ucap Kevin.


"Nggak naik sepeda atau motor gitu." ucap Hana celingukan mencarinya.


"Yaudah. Aku sewakan sepeda." ucap Kevin.


"Tidak usah. Nggak papa?" ucap Hana.


"Lho! Kenapa? bukannya kamu sendiri yang mau naik sepeda." ucap Kevin.


"Masalahnya aku tidak bisa naik sepeda. Hee..Hee." ucap Hana senyum dipaksakan.


"Ya' beda lah. Ceritanya." jawab Hana.


"Dasar aneh. Apa orang tuamu dulu tidak pernah mengajarimu naik sepeda?" tanya Kevin lagi.


"Sudahlah jangan dibahas lagi." jawab Hana kelihatan tidak suka Kevin membahas tentang orang tuanya.


"Nanti aku ajarkan kamu naik sepeda. Tenang aja, GRATIS." ucap Kevin mengeja nya.


"Sungguh. Kamu memang suami yang baik." ucap Hana memeluk Kevin.


"Bagaimana rasanya memeluk orang ganteng." tanya Kevin karena Hana tak melepaskan pelukannya.


"Biasa aja." ucap Hana melepas pelukannya.


"Ayo! Nanti keburu siang." ajak Kevin menarik tangan Hana.


"Kita kesiangan. Masa jalan jalan jam segini, seharusnya saat matahari terbit." ucap Hana.


"Jangan bawel." ucap Kevin mengajak Hana ke area persawahan yang hijau dan suasananya masih segar karena ada di desa.


"Wahh! Ini tempat apa?" ucap Hana seperti tidak pernah melihatnya.


"Ini sawah. Tumbuhan itu namanya padi, nanti kalau sudah waktunya panen akan berubah warna setelah itu akan digiling menjadi beras." ucap Kevin menjelaskan.


"Ooh! Jadi nasi itu asalnya dari tumbuhan ini. Aku baru tau." ucap Hana dengan wajah polos nya.


"Norak banget kamu. Gitu aja nggak tau." ucap Kevin.


"Memang nggak tau. Orang aku kan baru pertama kali melihatnya." ucap Hana.


"Kita ke sana!" ajak Kevin merangkul bahu Hana.


"Kemana?" tanya Hana.


"Udah. Ikut aja." jawab Kevin.


"Sebentar. Kamu tutup mata dulu." ucap Kevin menutup mata Hana dengan kedua tangannya ia berada di belakang Hana.


"Kenapa harus tutup mata?" tanya Hana.


"Kamu tinggal jalan saja. Aku ada dibelakangmu." ucap Kevin.


Sesampainya disana Kevin membuka mata Hana terlihat pemandangan ada hamparan kota terdapat gedung gedung tinggi tapi ditutupi sedikit kabut putih.


Tiba tiba terlihat segerombolan balon warna warni terbang ke langit dibawahnya ada tulisan Hana Seo Yeon.


"Kenapa ada nama aku. Apa cuma mirip saja, tapi tidak mungkin didunia ini ada yang sama dengan namaku, setidaknya ada bedanya gitu." ucap Hana bertanya tanya.


Kevin melihatnya hanya tersenyum memperhatikan Hana yang bingung dan juga senang.


"Kevin. Itu disamping tulisannya ada sketsa wajahku kan." ucap Hana menghampiri Kevin menunjuk ke arah segerombolan balon.


Disusul balon transparan berisi balon balon kecil didalamnya berukuran sangat besar bertuliskan Happy Birth Day.


"Hari ini aku juga ulang tahun. Kok bisa sama itu juga tanggal ulang tahunku dan tahun kelahiranku." ucap Hana masih di buat bingung.


"Jangan jangan kamu. Haaa! thanks Kevin ehh! My Prince." ucap Hana merangkul lengan Kevin menempelkan kepalanya ke bahu Kevin.


"Kamu harus dikasih hukuman." ucap Kevin.


"Maksud kamu. Cuma satu kali saja salah panggil kamu, tidak usah yah!" ucap Hana dengan senyum manisnya bergelanyut manja di lengan Kevin.


"Tidak bisa. Kamu harus dikasih hukuman, sesuai perjanjian kita berdua." ucap Kevin.


"Ahh! Ke. Maksudku Kejutan yang kamu berikan padakuku aku sangat senang, aku kira kamu tidak tau tanggal ulang tahunku." ucap Hana.


"Hayoo. Belum juga dikasih hukuman kamu harus terbiasa panggil aku My Prince, sekarang kamu menghadap kesana." ucap Kevin.


"Buat apa? Hukuman apa yang akan kamu berikan padaku." ucap Hana.


"Oke. Tapi jangan macam macam." ucap Hana menatap ke depan sedangkan Kevin membelai rambut Hana kebelakang.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Hana menoleh sedangkan Kevin melingkarkan sebuah kalung di lehernya.





*Bersambung*