Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
124. Tak Seperti Biasanya



"My Prince. Hati hati, tambah kecepatan, ayo cepat." ucap Hana.


Kevin menambah kecepatannya diatas rata rata tidak seperti biasanya ia menyelip mobil lain agar bisa mengecoh orang yang mengikuti mereka.


Dorr...Dorr...Dorr


suara tembakan diarahkan ke mobil yang mereka tumpangi.


"Ambil jalan kiri. Aku akan buat pertunjukan ke mereka." ucap Hana melihat kearah belakang.


"Tapi aku tidak pernah melewati jalan ini. Nanti kalau kita kesasar bagaimana?" ucap Kevin tapi menuruti ucapan Hana.


"Kamu lihat saja. Kurangi kecepatannya sedikit." ucap Hana membuka sedikit jendelanya dan mengarahkan pistol lalu menembak roda motor orang orang yang mengikutinya.


Sekali tembak langsung lengser semua sampai ada yang menabrak pembatas jalan karena tidak bisa menjaga keseimbangan motornya.


"Kena kalian. Makanya jangan macam macam sama keluargaku, hmm!" ucap Hana menyeringai menutup kembali jendela mobilnya ia menatap Kevin dengan senyuman.


"Dapat darimana benda itu. Taruh nggak. jauhkan dariku BABY, jangan main main deh! berbahaya tau." ucap Kevin ketika Hana memperlihatkan sebuah senjata api ke Kevin.


"Aku keren nggak. Seperti di film action, kamu mau coba, ini seru tau, tapi jangan sampai membunuh mereka, cukup bidik saja roda mobil mereka." ucap Hana memberikan ke Kevin tapi tak mau.


"Ya sudah biar aku saja. Kamu lihat ini." ucap Hana tersenyum kemudian mengarahkan pistol kembali ke arah roda mobil menembaknya dengan sekali langsung tepat sasaran.


Membuat mobil yang mengikutinya terjungkal berputar tak tentu arah.


Kevin tak jadi ke kantornya karena keadaan belum aman takutnya nanti ada lagi orang yang mengikutinya ia memilih pulang ke rumahnya dengan hati berdebar ia mendengar suara tembakan yang membuatnya sedikit ngeri dengan apa yang dilakukan oleh Hana.


"BABY. Buat apa kamu menyimpan senjata itu, kamu jago juga menembak, belajar dari mana." ucap Kevin.


"Dari kak Tae Yeong. Dia yang mengajarkan aku, kamu mau aku ajari, atau belajar langsung sama kak Tae Yeong." tawar Hana tapi Kevin menggelengkan kepalanya ia tak mau.


"Tidak. Kita masuk sekarang." titah Kevin ia memegangi perutnya yang sedikit mual tak tau kenapa.


"My Prince. Kamu baik baik saja, wajahmu pucat, apa kamu sakit, kita ke dokter aja yah?" ajak Hana menahan tangan Kevin yang hendak keluar dari mobilnya karena mereka sudah sampai di depan rumahnya.


Kevin menggeleng geleng kepala ia tak mau tapi walaupun Hana memaksanya.


"Tak apa. Nanti kalau istirahat saja sudah cukup, hmm! bisa minta tolong buatkan aku bubur kacang hijau nggak, enak banget siang siang begini seger, jangan lupa dikasih es batu, sirup melon, sama susu coklat diatasnya." pinta Kevin memegang tangan Hana yang menghampirinya.


"*R*asanya seperti apa? apa tidak aneh dicampur campur begitu?" tanya Hana dalam hatinya membayangkan.


"Aku ke kamar dulu yah! Ooh ini, tas kamu biar aku yang bawakan ke atas, nggak apa apa kan kamu yang masak, soalnya lagi pengen banget makan masakanmu." ucap Kevin sedangkan Hana hanya manggut manggut saja.


"Iya. Kamu istirahat dulu sana, kalau sudah matang nanti aku panggil." ucap Hana tersenyum jari tangannya membentuk tanda perfect ke arah Kevin.


Dengan segera Hana menyiapkan bahan bahannya ia menemukan kacang hijau yang sudah direndam didalam baskom ia bertanya pada Bik Yanti memang sebelumnya Kevin menyuruhnya untuk merendamnya.


"Apa Nona Hana mau buat bubur, ini kacang hijau nya. Tadi Tuan Kevin sudah menyuruh bibik untuk merendamnya, ini tinggal direbus saja, sudah dua jam yang lalu, dari Tuan Kevin kecil, dia paling suka sama bubur kacang hijau, hampir setiap hari minta dibuatkan, apa Nona Hana suka juga." tanya Bik Yanti.


"Hmm. Hana alergi kacang hijau, aku cuma memasak untuk Kevin, nanti bibik yang cicipi yah! takutnya kurang manis atau kemanisan." ucap Hana tersenyum kaku.


"Ooh! Nona Hana alergi. Maaf, saya tidak tau, apa ada yang perlu bibik bantu." ucap Bik Yanti tak enak hati.


"Hana sendiri aja. Bik Yanti juga harus pulang kan, aku dengar dari penjaga, suami bik Yanti sedang sakit." ucap Hana.


Bik Yanti baru ingat kalau dia harus pulang untuk mengurus suaminya yang sakit parah sudah beberapa minggu ini.


Sebenarnya Hana tak pernah memasak bubur kacang hijau sebelumnya ia hanya melihatnya di internet.


"Oke. Aku rebus dulu santannya, jadi tinggal nunggu kacang hijaunya matang deh! ehh tapi manisnya sudah pas belum, aduuuuuh! ini siapa yang mau mencicipi coba, kira kira aja kali yah! sesuai yang ada di resep ini, ribet banget sih! andai saja aku nggak alergi, pasti akan lebih gampang buatnya." keluh Hana pada dirinya sendiri.


Setelah matang Hana mau memanggil Kevin tapi sudah turun memeluknya dari belakang ia sampai terlonjak kaget.


"My Prince. Suka banget ngagetin, baru aku mau panggil kamu, sudah disini aja, penciuman kamu tajam juga ternyata." ucap Hana hampir saja ia menyikut Kevin dengan tangannya.


"Iya dong pastinya. Maaf yah, sudah buat kamu repot kamu capek banget, sampai berkeringat seperti ini." ucap Kevin mengusap keringat Hana dengan sapu tangan miliknya.


"Kamu makan dulu. Aku temani kamu disini, tapi aku tidak ikut makan." ucap Hana mengambilkan bubur ke mangkuk bening ia juga menuangkan santan tapi sedikit kebingungan.


Karena Hana bingung harus masukan es batu dulu atau santan nya ia melirik ke arah Kevin untuk membantunya.


"Biar aku saja. Kamu mau, biar aku ambilkan, ooh iya, kamu alergi kacang hijau kan." tawar Kevin ingin mengambil Hana bubur tapi mengurungkan niatnya.


"Dari mana kamu. Perasaan aku belum kasih tau deh! ooh, apa dari tadi kamu ada disini, mendengar ucapan aku sama Bik Yanti?" tanya Hana.


Sedangkan Kevin sudah memakan buburnya karena ia tak sabar mencicipi makanan istrinya sambil berdiri.


"Kalau makan jangan sambil berdiri. Tidak baik buat pencernaan, duduk dulu." ucap Hana mengambilkan kursi untuk Kevin.


••• BERSAMBUNG •••