
"Jam berapa ini. Dua belas siang, Tomi tidak membangunkanku, ada meeting penting lagi." ucap Kevin baru saja bangun tidur sampai kaget ketika melihat jam tangannya.
Drettt Drettt Drettt
[[~>>Kevin: Hallo? ...]]
[[~>>Gino: Maaf Tuan? meeting hari ini ditunda. Dari tadi saya mencoba hubungi anda, tapi ponselnya tidak aktif. ]]
Kevin tidak menjawab ia terlihat masih mengantuk Gino sampai memanggilnya beberapa kali.
[[~>>Gino: Tuan, Tuan, Tuan Kevin? anda masih disana.]]
[[~>>Kevin: BABY?]]
[[~>>Gino: Saya Gino Tuan?]]
Gino yang merasa aneh dengan ucapan atasannya ia tau kalau Kevin baru bangun tidur terdengar suaranya sedikit serak.
[[~>>Kevin: Kamu, aku kira siapa? ada apa kamu menghubungiku. ]] ia sampai terkejut melihat layar ponselnya.
[[~>>Gino: Tuan udah sadar dari mimpinya. Pasti anda baru bangun tidur. ]]
[[~>>Kevin: Sok tau kamu. Ada apa? menghubungiku. ]]
[[~>>Kevin: Tidak usah dijelaskan. Saya sudah dengar, meeting kita diundur kan.]]
Kevin bertanya tapi dijawab oleh dirinya sendiri.
[[~>>Gino: Tumben sekali Tuan Kevin? tidur siang. Biasanya juga jam segini masih sibuk kerja, di kantor.]]
[[~>>Kevin: Saya ketiduran]]
[[~>>Gino: Pasti semalam bergadang lagi ya! Tuan ini. Pikirkan kesehatan mu.]]
[[~>>Kevin: Aku tau itu. Dasar asisten bawel, bagaimana? apa disana ada masalah, enak kan kamu jadi Wakil CEO.]] tanya Kevin.
[[~>>Gino: Hmm. Enak, emangnya makanan, pusing Tuan? tugasmu terlalu banyak, belum juga tugasku yang harus diselesaikan juga, cepatlah menyusul kesini.]]
Gino yang tugasnya jadi bertambah belum tugasnya sebagai asisten.
[[~>>Kevin: Itu sudah tugasmu. Kamu kan pintar, jadi manfaatkan otakmu untuk berfikir, saya percaya padamu, oke.]]
[[~>>Gino: Oh iya Tuan? sesuai perintah anda. Perusahaan kita sudah bekerja sama dengan HSY GROUP]]
laporan Gino membuat Kevin tersenyum senang.
[[~>>Kevin: Kerja bagus. Sebagai gantinya, gajimu saya naikkan dua kali lipat, selama kamu menggantikan posisi saya disana.]]
Tomi yang tidak tau kalau Kevin sudah bangun ia masuk tanpa mengetok pintu terlebih dahulu.
"Anda sudah bangun. Maaf Kevin? saya terlalu lancang, langsung masuk aja tanpa permisi dulu." ucap Tomi yang baru masuk ingin keluar lagi karena tak enak hati.
"Tidak apa apa. Sebentar lagi, aku akan pergi, ada meeting diluar." ucap Kevin tersenyum.
Tomi mengerti ia meminta izin untuk keluar dari ruangan itu dengan alasan ada pekerjaan yang tertunda.
[[~>>Kevin: Aku siapkan dulu meeting online kita.]] Kevin mau mematikan panggilannya tapi Gino menahannya.
[[~>>Gino: Sebentar Tuan? jangan ditutup dulu. Ada hal penting yang harus saya sampaikan.]]
Kevin menyerngitkan dahinya mendengarkan apa kata Gino.
Setelah selesai Kevin buru buru keluar untuk meeting di luar negeri. Karena klien meminta secara langsung bertemu dengannya bukan perwakilan saja.
"Kevin? gabung sini. Kita makan siang bareng." ajak Tomi ketika Kevin berjalan melewati dirinya sedang makan di halaman belakang.
Selesai makan siang Kevin langsung buru buru pergi dari Cafe.
"Tomi? aku pergi dulu. Jangan lupa bahagia." ucap Kevin melambaikan tangannya sebelum melajukan mobilnya.
"Kamu juga. Hati hati di jalan." teriak Tomi membalas lambaian tangan dari Kevin.
Satu minggu kemudian
Di bandara^^
"BABY? akhirnya aku bisa bertemu denganmu" senyum tipis terukir di bibirnya.
"Selamat datang Tuan?" ucap asistennya membungkukkan badannya membuka pintu mobil untuknya.
Kevin berada di bandara sekarang ia sampai harus diam diam pergi kesana menyamar. Agar tidak ada yang mengetahui kepergiannya ke Korea.
Mereka sampai disebuah rumah besar berlantai tiga bernuansa modern. Letaknya agak jauh dari perumahan tapi dari ruftop terlihat sebuah rumah lebih besar darinya. Tempat dimana Hana tinggal.
"BABY? akhirnya aku bisa melihatmu" ucap Kevin melihat dari kejauhan menggunakan teropong yang sebelumnya ia pasang di atas sana.
"Apa yang kamu lihat? perasaan di aras sana tidak ada apa apa" gumam Kevin masih mengamatinya dari kejauhan. Menatap ke arah langit yang gelap tak ada bulan ataupun bintang yang menghiasinya.
"Bagaimana kabar mu dan anak kita BABY?" ucap Kevin lesu.
"Tuan? sebaiknya anda beristirahat dulu. Besok pagi kita ada meeting, biar terlihat lebih fresh" ucap seseorang di belakang Kevin.
"Gino? mengagetkan saja. Ini masih sore kali, belum juga jam dua belas malam" ucap Kevin menoleh ke sumber suara.
Kevin mengamati Hana lagi tapi sudah tidak ada disana lagi. "Dimana Hana?" gumam Kevin memperjelas penglihatannya, siapa tau Hana akan kembali, tapi malah lampu kamarnya sudah dimatikan.
"Tuan mau kemana?" tanya Gino membuntuti dibelakangnya.
"Tidur" jawab Kevin singkat.
"Sebenarnya apa yang dilihat Tuan Kevin? kelihatannya dia kesal sekali. Tidak ada apa apa, aneh sekali, cuma pemandangan rumah saja" ucap Gino menyipitkan matanya melihat dengan teropong.
🌿🌿🌿
Pagi Harinya......
"Tuan? anda sudah rapih sekali. Meeting kita kan jam sembilan pagi, ini baru jam berapa?" sapa Gino yang sedang memasak untuk mereka berdua karena belum ada pembantu disana.
"Kita ke suatu tempat dulu. Ada yang ingin aku lihat, rasanya kangen sekali, sudah berapa tahun tidak mengunjungi negara tempatku dilahirkan" ucap Kevin duduk di kursi menyangga wajahnya dengan kedua tangannya.
Sekarang malah Kevin senyum senyum sendiri duduk sambil melamun. Gino yaang melihatnya merasa aneh ia menempatkan makanan di depannya saja tidak menyadarinya.
"Silahkan dimakan Tuan?" ucap Gino mempersilahkan tapi Kevin masih asyik melamun entah apa yang ada didalam pikirannya dirinya tak tau.
"Hayooo. Tuan lagi mikirin siapa? pasti Nona Hana yah?" ucap Gino mengagetkan Kevin.
"Apaan sih? sok tau. Aku memikirkan pekerjaan, kamu sudah salah sangka" elak Kevin mencicipi nasi goreng buatan Gino. Membulatkan matanya karena rasa makanan itu sangatlah pedas.
"Bagaimana? enak kan nasi gorengnya. Walaupun itu sedikit pedas" tanya Gino ia mendapatkan tatapan tajam dari Kevin.
"Sedikit pedas. Haaah? air mana?" ucap Kevin kesal.
"Haus banget Tuan?" ucap Gino yang tak tau kalau Kevin tidak menyukai makanan pedas.
"Gino? apa yang kamu masukin di dalam nasi goreng ini. Pedas sekali, untung saja baru makan sedikit" ucap Kevin masih dengan kekesalannya.
BERSAMBUNG