Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
141. Bertengkar Tapi Peduli



"Aku mau ke kantor. Jika tidak ada keperluan lagi, silahkan anda pergi." usir Kevin secara halus dari ruangan kerjanya.


"Tega. Baru juga datang, ditawari minum atau makan gitu." ucap Lee Tae Yeong tak mau keluar.


"Uangmu kan banyak. Bisa beli sendiri, jangan suka merepotkan orang lain, itu di meja makan, kalau perlu kamu habiskan saja semuanya, itupun jika itu muat di perutmu." ucap Kevin ia mendorongnya.


"Thanks. Aku cuma mau makan masakan Hana,excuse me." ucap Lee Tae Yeong ia berjalan menuruni tangga.


"Hishhh. Punya rumah sendiri bukannya ditempati, malah memilih tinggal bersama orang lain, tidak sekalian saja dijual, dasar aneh, numpang makan juga." umpat Kevin berjalan ke arah kamarnya.


Baju kantor Kevin sebelumnya sudah Hana siapkan ia tinggal memakainya tanpa harus mencarinya sendiri.


"Istri yang baik. Kalau aku sendiri yang milih, bisa lama." ucap Kevin berfoto didepan kaca yang ukurannya lebih tinggi darinya.


Kemudian Kevin mengirimkannya ke ponsel Hana dan memberikan kata kata manis didalam pesannya.


Kevin: BABY, aku tampan nggak.


isi pesan dari Kevin


Hana: Biasa saja. balas nya.


Kevin mengerutkan kening nya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.


"What?" ucap Kevin ia kembali mengirim pesan ke Hana dari arah depan yang awalnya pesan pertama ia dari samping badannya.


Kevin: Kalau yang ini.


Hana: Hmm, biasa saja.


balas nya


Kevin mengirim pesan lagi kali ini ia memotret wajahnya saja didepan cermin dan dikirimkan ke Hana sampai beberapa kali tapi jawabannya tetap sama.


"Dia pasti sedang menggodaku. Oke, aku punya cara lain." ucap Kevin ia melepas bajunya ia berfoto dengan telanjang dada yang memperlihatkan badan six pack dengan gaya sangat menggoda.


Seketika Hana sampai terkejut melihat pesan dari suaminya padahal ia akan meeting dan untungnya belum mulai tinggal beberapa menit lagi.


"Nona Hana. Kamu baik baik saja." tanya Doni melihat ekpresi bosnya sangat berbeda.


"Tidak. Maksudku, aku baik sangat baik, kamu lanjutin saja persiapannya, sebentar lagi klien akan datang, kita harus semaksimal mungkin, buat mereka." jawab Hana tersenyum kaku.


"Sebenarnya apa yang dilihat oleh Nona Hana. Dia seperti sedang terkejut ketika melihat ponselnya." batin Doni ia sedikit melirik kearahya sedikit terkejut.


"Ooh! ternyata itu. Tuan Kevin ada ada saja, setiap hari juga mereka melihatnya, pantas saja reaksi Nona Hana seperti itu." batin Doni lagi menggeleng kepalanya ia kembali melanjutkan tugas yang diberikan oleh Hana.


Hana kembali ditanyai oleh suaminya ia bahkan sampai beberapa kali mengirimkan pesan untuknya sebelum ia membalasnya.


Hana: My Prince, kamu sangat tampan dan juga SEXY.


balas Hana agar suaminya merasa puas


Kevin: Kamu menggodaku BABY?


Hana: Sudah ya! aku mau meeting, kita lanjutkan nanti dirumah.


Tapi Kevin terus saja mengirim pesan padanya.


Hana: Jangan macam macam, aku sedang hamil muda, kamu tahan sampai sembilan bulan, tunggu setelah aku melahirkan.


balas nya membuat Kevin kesal pasalnya Hana selalu melarangnya saat ia meminta berhubungan intim dengannya.


Alasannya Kevin harus menunggu sampai kelahiran anaknya padahal yang ia tau wanita hamil boleh saja melakukannya asalkan berhati hati agar tidak sampai menyakiti janin yang ada dikandungnya.


Kevin keluar dari kamarnya dengan wajah ditekuk ia sampai tak menjawab sapaan dari Lee Tae Yeong yang berada dibawah.


"Tuan Sombong. Ada apa dengan wajahmu? kelihatan nya senang sekali." teriak Lee Tae Yeong tersenyum menyeringai ia melambaikan tangannya ke arah Kevin yang masih berada diatas.


"Aku tau. Kamu pasti tidak dapat jatah, kasihan sekali, aku saja setiap hari selalu merasakan surga dunia." teriak Lee Tae Yeong lagi.


Kevin menaiki lift ia langsung menghampiri Lee Tae Yeong.


"Begitu saja bangga. Ternyata kamu tipe orang yang setia." ucap Kevin ketika keluar dari lift menyelipkan kedua tangannya menatap Lee Tae Yeong dari punggungnya.


"Tapi sayangnya. Pria sepertimu hanya bisa menghamburkan uang saja, hanya untuk nafsu belaka, sudah berapa kali kamu melakukannya dengan mereka, sangat tidak bermanfaat." bisik Kevin ditelinga Lee Tae Yeong kemudian berjalan dengan santainya.


Lee Tae Yeong terdiam sejenak ia memikirkan ucapan dari Kevin memang selama ini ia selalu bersenang senang dengan para wanita yang ia tiduri setiap harinya bahkan dalam satu hari ia melakukannya sampai beberapa kali.


"Maksudmu apa? Hei Tuan Sombong. Tunggu dulu." panggil Lee Tae Yeong ia berdiri di depan Kevin merentangkan kedua tangannya.


"Hmm. Kamu bukan orang bodoh kan, kenapa harus bertanya?" ucap Kevin menatap orang yang ada di depannya santai.


"Lebih baik lakukan hal yang positif. Takutnya nih! nanti kamu bisa terjebak oleh permainanmu sendiri." ucap Kevin lagi.


Lee Tae Yeong menatap Kevin tak acuh padahal ia mendengarkannya.


"Kamu mau ke kantor kan. Sialahkan masuk Tuan muda Sombong?" ucap Lee Tae Yeong mendorong masuk tubuh Kevin ke dalam mobilnya


"Perasaan ini rumahku. Woy? yang seharusnya pergi itu kamu. " gumam Kevin beralih berteriak ke Lee Tae Yeong yang sudah memasuki rumah kediamannya seperti milik sendiri.


Kevin menancap gas mobilnya ia melaju sangat cepat menuju kantor, takutnya bisa terlambat sampai disana karena ada meeting bersama klien penting.


*****


Di Kantor


"Boss Kevin. Bagaimana kabarmu, kenapa kamu tidak pernah memberiku kabar." tanya Alfian yang baru sampai dikantor.


"Baik. Seperti yang kamu lihat." jawab Kevin.


"Aku cuma mau bilang. Tugas yang boss berikan sudah saya atasi, sesuai perintah." ucap Alfian diangguki Kevin.


"Bagus. Kamu memang bisa diandalkan." ucap Kevin sembari berjalan ke ruangannya diikuti Alfian yang berjalan disampingnya.


"Yang aku dengar. Kamu sempat ada penyerangan terhadapmu, apa itu benar?" tanya Alfian diangguki Kevin.


Alfian merasa bingung pasalnya setiap bertemu dengannya Kevin selalu akrab apalagi ia pergi selama berapa bulan meninggalkan pekerjaan kantornya dan diberi tugas olehnya ke luar kota karena ada masalah di pabrik yang ada di sana.


"Al? temani aku meeting. Selama ini tugasmu aku yang kerjakan semuanya, jadi setiap hari harus ke kantor terus." panggil Kevin dari depan ruangan kerjanya.


"Siap Boss." jawab Alfian menundukkan kepalanya ia menerima berkas yang diberikannya berisi materi strategi perusahaan.


BERSAMBUNG