
"Hey! Kamu mau apa?" tanya Alfian Kwak Hyun ingin membuka baju Hana.
"Menurutmu. Aku harus periksa Hana." jawab Kwak Hyun.
"Periksa atau modus." ucap Alfian sinis.
"Saya ini dokter. Jadi tidak mungkin melebihi batas, pinggang Hana mamar mungkin saja kesleo." ucap Kwak Hyun kesal.
"Apa perlu mereka kita bawa ke rumah sakit?" tanya Alfian panik Hwak Hyun bergantian memeriksa Kevin yang belum sadar.
"Aku nggak apa apa kak Al? cuma memar mungkin sedikit terkilir. Bagaimana keadaan Kevin kak." ucap Hana masih memegangi pinggang nya yang sakit.
"Tidal apa apa bagaimana? kita kerumah sakit sekarang. Kevin badanya panas banget seperti nya dia dehidrasi dan juga gejala tipes." ucap Kwak Hyun pada Hana.
"Kevin kenapa kak? Aduh!" tanya Hana berusaha bangun tapi ia merasakan sakit dipinggang nya ia terjatuh ke lantai.
"Hana." ucap Kwak Hyun dan Alfian bersamaan menghampiri Hana.
"Kamu jangan paksakan bergerak dulu."ucap Alfian mengangkat tubuh Hana.
"Langsung aja bawa Hana ke mobil. Biar saya yang membawa Kevin." ucap Kwak Hyun ke Alfian.
"Oke." ucap Alfian membawa Hana keluar kamar menuju ke halaman rumah dan menempatkan Hana di dalam mobil.
Beberapa saat kemudian Kwak Hyun datang memapah Kevin dan langsung meminta Alfian menuju ke rumah sakit.
Didalam perjalanan Hana sebenarnya tidak mau kerumah sakit karena ia masih trauma akibat kecelakaan yang menimpanya dulu.
"Kak Al? aku nggak mau ikut. Nanti aku didalam mobil saja ya!" pinta Hana pada Alfian.
"Hana. Kamu harus segera diperiksa dirumah sakit, takutnya nanti akan berbahaya buat kamu juga." ucap Kwak Hyun.
"Ya udah. Aku ikut diperiksa, tapi kapan kita sampai dari tadi lama banget." ucap Hana gak sabaran.
"Sabar Hana. Sebentar lagi kita sampai karena kita sudah ada dikota, sekarang aku akan mencari rumah sakit terdekat." ucap Alfian menoleh ke belakang.
"Apa kamu capek. Sebaiknya Kamu dudukan saja Kevin, agar bisa bersandar." ucap Kwak Hyun yang duduk di kursi depan bersama Alfian.
"Nggak papa kak. Nanti Kevin bisa terjatuh karena dia juga belum sadar." ucap Hana yang memegangi Kevin.
Karena cuma ada satu Salt Belt yang digunakan oleh Hana sedangkan Kevin tak menggunakan nya mau tidak mau Hana yang harus memeganginya.
"Kenapa kamu memilih mobil ini tadi. Kan ada mobil yang lain disana." ucap Kwak Hyun menatap Alfian tajam.
"Aku nggak tau. Karena panik tadi jadi nggak kepikiran menggunakan mobil yang lebih besar." jawab Alfian membalas tatapan tajam Kwak Hyun.
"Kamu juga. Dokter tapi nggak ada gunanya, katanya mau mengambil peralatan tapi nggak bisa nyembuhin mereka." ucap Alfian ketus.
"Hey! Itu Villa. Bukan rumah Kevin yang sudah ada fasilitas rumah sakit didalamnya." ucap Kwak Hyun nggak terima.
"Dan kamu jemput aku dirumah sakit dari kota ke puncak dengan menyetir ngebut pula." ucap Kwak Hyun lagi kesal.
"Itu semua juga karena perintah Boss." ucap Alfian dengan nada tinggi.
Hana mendengar mereka bertengkar didepanya kepalanya terasa pusing ia memikirkan cara agar Alfian dan Kwak Hyun berhenti bertengkar.
"Stop. Berhenti bertengkar atau turunkan aku sekarang." ucap Hana.
"Maksud kamu apa? kita belum sampai. Ini sebentar lagi." ucap Alfian menggantung karena sudah dipotong oleh Hana.
"Berhenti aku bilang." ucap Hana menatap Alfian tajam.
"Oke. Tapi kamu mau apa?" tanya Alfian menghentikan mobilnya ke tepi jalan.
"Hana. Tunggu, naik mobil sekarang, kamu mau kemana?" ucap Alfian mencekal tangan Hana.
"Kerumah sakit. Males bareng kalian." ucap Hana melepaskan tangannya dari Alfian.
"Aku akan turuti mau kamu asalkan kamu masuk mobil sekarang. Kasian juga Kevin." teriak Alfian ketika Hana ingin melangkahkan kakinya.
Hana menoleh ke Alfian menatapnya serius.
"Kak Al? Yakin. Ya sudah ayo!" ucap Hana berjalan dibantu oleh Alfian masuk ke berjalan ke arah mobil.
Sebenarnya Hana hanya pura pura berjalan meninggalkan mereka dengan memegang pinggang nya.
"Kak Alfian duduk dibelakang. Biar aku yang menyetir." ucap Hana pada Alfian.
"Siap Nona Hana." ucap Alfian pasrah walaupun ia sebenarnya tidak tau kalau Hana bisa menyetir.
"Hana. Apa kamu bisa nyetir?" tanya Kwak Hyun.
"Hmm." jawab Hana melirik Kwak Hyun dan memakai Salt Belt nya.
Walaupun sebenarnya pinggang nya teramat sakit tapi ia masih bisa menahannya.
Hana langsung menancap gas mengagetkan Kwak Hyun dan juga Alfian hampir saja Kevin terlepas dari pegangan Alfian.
"Ya ampun Hana. Pelan pelan, ini jalan raya bukan Sirkuit." ucap Kwak Hyun mengusap dadanya kaget.
"Hati hati. Hampir saja Kevin terjatuh." ucap Alfian.
"Kalian tenang saja. Aku sudah terbiasa seperti ini, biar lebih cepat kita sampai." ucap Hana santai mengemudikan mobilnya secepat kilat ia mengambil jalan pintas agar lebih cepat sampai.
"Ini ada dimana? Perasaan aku tidak pernah melewati jalan ini. Hana kamu salah jalan." ucap Kwak Hyun mengamati sekitarnya.
Tidak beberapa lama kemudian mereka sampai ke rumah sakit.
"Kok berhenti. Apa kita sudah sampai?" tanya Alfian pada Hana.
"Apa kak Al? tidak melihat itu. Kita turun sekarang." ucap Hana menoleh ke belakang.
"Ahh! iya. Cepat sekali kita sampai." ucap Alfian keluar kemudian memapah Kevin memasuki rumah sakit.
Kebetulan itu salah satu cabang rumah sakit keluarga Kevin jadi mereka bisa langsung ditangani.
"Bagaimana keadaan mereka dok?" tanya Alfian kemudian melihat kearah Kwak Hyun.
Kemudian Dokter menjelaskan keadaan Kevin hanya perlu istirahat sedangkan Hana tidak diperbolehkan melakukan aktivitas berat selama satu bulan penuh.
Karena keseleo lumayan parah dan juga Hana memaksakan bergerak terlalu sering sebelum ia kerumah sakit.
Tidak berselang lama Kevin sadar dari pingsan setelah beberapa jam ia tak sadarkan diri sedangkan Hana memikirkan tidak bisa melakukan aksinya apapun selama satu bulan penuh.
"Kevin. Kamu sadar juga." ucap Kwak Hyun ia juga membantu menangani mereka.
"Aku ada dimana?" ucap Kevin samar samar membuka matanya.
•
•
•
**BERSAMBUNG**