Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
75. Teman Lama



"Buat apa. Berduaan dalam satu ruangan." ucap Kevin lirih tanpa suara tapi masih bisa dimengerti oleh Hana.


"Kamu jangan berfikir macam macam. Kita itu ada meeting penting, bisa atau tidak." bisik Hana di telinga Kevin.


"Tidak. Memangnya rumah ini kantor apa?" ucap Kevin lirih menolak permintaan Hana.


"Kalau begitu aku meeting diluar aja." ucap Hana ngambek.


"Aku tidak ijinkan kamu keluar. Baru saja keluar dari rumah sakit, mau masuk lagi kesana?" ucap Kevin sedikit keras sehingga Doni yang ada disamping Hana mendengarnya.


"Apa ada masalah?" tanya Doni.


"Tidak." jawab Hana dan Kevin kompak.


"Kalian pasangan serasi banget yang satu Cantik yang satu tampan. Perfect?" ucap Doni tersenyum ke arah mereka.


"Terimakasih. Tapi memang sih seorang Kevin Sanjaya Pratama dari dulu pesonaku tak terkalahkan oleh siapapun." ucap Kevin tinggi hati.


"Hee..Hee. Dia sangat percaya diri sekali, kamu jangan terlalu memujinya, nanti dia bisa terbang ke luar angkasa." ucap Hana dengan senyum yang dipaksakan.


"Kita memang serasi. Karena kita pasangan suami istri yang romantis, bukan begitu BABY?" ucap Kevin merangkul pinggang ramping Hana erat mengecup bibir Hana sekilas.


Hana membelalak tak percaya apa yang dilakukan didepan asistennya seketika wajahnya menjadi rona merah karena malu.


"Benarkah. Nona Hana, Kenapa tidak mengundangku, tapi tak apa, selamat buat pernikahan kalian, semoga langgeng dan cepat diberi momongan." ucap Doni tersenyum mengulurkan tangan ke arah Hana.


"Iya. Terima kasih kamu sudah mendoakan, pernikahan kita memang dirahasiakan didepan public jadi yang hadir hanya orang terdekat saja." ucap Hana tak enak hati.


"Sama sama. Sudah berapa bulan kalian menikah?" tanya Doni kepada Hana.


"Baru beberapa hari ini. Ohh iya, sebelumnya kita belum kenalan, Biar lebih akrab." ucap Kevin mengulurkan tangan ke Doni.


"Davidson Doni Alkatiri." ucap Doni membalas uluran tangan Kevin.


"Nama yang bagus." ucap Kevin kemudian melepaskan tangannya.


"Kamu pasti kenal sama aku. Tadi sudah disebutkan namaku." ucap Kevin lagi.


"Kevin Sanjaya Pratama. Sepertinya aku pernah melihatmu tapi dimana?" ucap Doni berfikir.


"Siapa yang tidak kenal saya. Artis berparas tampan idola wanita di negara ini bahkan sampai diluar negeri." ucap Kevin membanggakan diri.


"Anda sangat tampan. Pantas saja Nona Hana memilihmu sebagai suaminya, kebetulan saya pernah menonton film anda, ceritanya sangat bagus?" ucap Doni kemudian bertanya kepada Kevin.


"Wahh. Film yang aku bintangi memang selalu disukai banyak orang." ucap Kevin tersenyum.


"Kalian ini bicara apa sih!:Kamu juga jangan terlalu memujinya nanti dia bisa melayang ke udara." ucap Hana melihat ke arah Doni kemudian menatap Kevin tajam.


"Kamu mau makan Tteokbokki. Kebetulan aku yang memasak, apa kamu mau mencicipinya, dijamin rasanya enak." ucap Kevin kepada Doni.


"Dengan senang hati. Bisa mencicipi hasil masakan Tuan Kevin?" ucap Doni tersenyum.


"Sebentar. Kita makan di taman belakang rumah saja, disana akan lebih santai sambil kita ngobrol bareng." ajak Kevin mengarah ke taman belakang.


"Baiklah." jawab Doni berdiri Kevin mengarahkan ke arah taman belakang yang disana juga ada meja kursi untuk bersantai.


Hana memilih menghampiri Alfian membantu membawa makanannya karena pembantu di rumah Kevin sedang izin keluar setelah memasak makan siang.


"Hana. Sejak kapan kamu disini, mengagetkan saja." ucap Alfian menoleh memegangi dadanya.


"Baru saja. Kak Aku, pasti mengira kalau aku Kevin yah! seperti bertemu hantu saja." ucap Hana tersenyum.


"Jangan Hana. Biar saya saja yang bawakan, kamu kan sedang sakit." ucap Alfian menahan tangan Hana yang ingin mengambil makanan dari atas meja dapur.


Sedangkan di taman belakang Kevin baru menyadari kalau Hana tidak ada di belakangnya.


"Lho! Hana dimana? ukannya tadi ada dibelakangku." ucap Kevin celingukan mencari Hana.


"Mungkin Nona Hana agi ke toilet. Taman rumah Tuan Kevin sangat indah, tanamannya juga cantik cantik, pasti harganya sangat mahal, udara disini juga sangat segar." ucap Doni


Memejamkan mata menghirup udara yang bercampur bau wangi karena terdapat banyak jenis bunga yang lagi mekar walaupun masih siang.


"Iya. Sebentar aku tinggal dulu, kamu boleh keliling taman ini sampai menunggu makanan aku bawa kesini." ucap Kevin buru buru melangkah mencari keberadaan Hana.


"Baru juga ditinggal istrinya beberapa menit saja sudah kangen. Memang dasar pengantin baru." ucap Doni melangkahkan kakinya berkeliling sekitar taman.


"Al?, Kamu lihat." ucap Kevin berhenti karena melihat Hana ada di dapur bersama Alfian.


"Biar aku sama Al?, yang bawakan. Kamu jangan melakukan apa apa, ayo kita kesana." ucap Kevin mengambil alih nampan yang berisi minuman untuk mereka.


"Oke." ucap Hana membuntuti Kevin dari belakang.


"Doni. Ayo kita makan." panggil Kevin melihat Doni sedang memotret bunga yang sedang mekar walaupun siang hari tapi suasana sangat adem karena dihiasi berbagai macam tanaman dari yang kecil sampai yang besar.


"Iya Tuan." jawab Doni.


"Perkenalan ini Alfian. Asistenku sekaligus sahabat baikku." ucap Kevin memperkenalkan Alfian ke Doni.


"Alfian Aldi Fahri." ucap Doni.


"Davidson Doni Alkatiri?" balas Alfian kemudian mereka saling rangkul satu sama lain.


"Kalian sebelumnya sudah saling kenal." ucap Kevin merasa heran melihat mereka.


"Apa kamu lupa boss. Dia adik kelas kita dulu, maaf penampilannya cupu waktu kita sma bareng di korea, yang sering kamu suruh suruh itu lho!" ucap Alfian menjelaskan.


"Al?, Kamu tidak usah dibahas juga soal itu lagi." ucap Kevin pada Alfian merasa malu.


Pasalnya hampir setiap hari setiap mau apa apa tinggal suruh Doni untuk membelikannya walaupun seperti itu Kevin selalu memberi upah kepadanya tapi jika keinginannya tidak terwujud Kevin akan marah marah sama tanpa dia sadari ia selalu melindungi Doni dari orang orang yang selalu mengganggunya.


"Davin. Nama panggilan yang keren tapi kenapa Hana memilih memanggilmu Doni?" tanya Kevin.


"Makanan nya keburu dingin kalau kalian ngobrol terus." ucap Hana yang sedari tadi diam.





BERSAMBUNG