Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
22. Pantai Ancol



"Saat tertidur dia tampan sekali. Aaah! tapi sayang dia sangat sombong, kesombonganya ditutupi oleh ketampannya jadi semua orang tidak tau sifat aslinya, sungguh menyebalkan." gumam Hana lirih tapi masih terdengar oleh Kevin.


Hana tersenyum mengamati Kevin yang sedang tertidur walaupun hanya pura pura.


"Aku memang tampan." ucap Kevin mengagetkan Hana yang sedang memperhatikannya.


"Kamu mendengar ucapanku tadi." ucap Hana gelagapan takut jika Kevin mendengar ucapannya tadi.


"Tentu. Aku mendengarkan semua ucapan kamu." ucap Kevin membuka mata membuat Hana merasa malu dengan apa yang ia katakan tadi kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya, tidak ingin Kevin marah padanya.


"Kenapa kamu menutup wajahmu." ucap Kevin melihat Hana masih menutup wajahnya.


"Tidak apa apa." ucap Hana perlahan membuka matanya.


"Kamu yakin." ucap Kevin mendekatkan wajahnya ke wajah Hana sehingga jarak mereka sangat dekat.


"I-iya." jawab Hana gugup tidak berani menatap Kevin ia memilih memejamkan matanya.


Kevin semakin mendekati wajah Hana hingga ia merasakan hembusan nafas Kevin begitu dekat mengenai wajahnya.


"Apakah sangat nyaman tidur dipangkuanku." bisik Kevin di telinga Hana membuatnya membuka matanya.


"I-itu tidak sengaja." jawab Hana terlihat gugup.


"Ooh Iya." bisik Kevin sangat menggodanya membuat Hana merinding.


"Ya. Seperti itu." ucap Hana melihat wajah Kevin sangatlah dekat hanya beberapa centi saja.


"Kamu juga sekarang sedang memelukku." ucap Hana tanpa berani menatap mata Kevin.


"Maksudmu ini." ucap Kevin santai semakin mempererat pelukannya.


Sontak Hana kaget langsung melihat mata Kevin sehingga mereka saling memandang satu sama lain.


"A-apa yang ka kamu lakukan." ucap Hana terbata bata.


"Akhirnya kamu mengakuinya." ucap Kevin memandangi wajah Hana.


"Mengakui apa?" tanya Hana tak mengerti.


"Kamu pura pura tidak mengerti." ucap Kevin tersenyum di sudut bibirnya.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan." ucap Hana berusaha tenang menetralkan wajahnya agar tidak terlihat gugup oleh Kevin.


"Bibirnya. Ingin rasanya aku." batin Kevin mendekatkan bibirnya ke bibir Hana.


"Apa? dia mau." ucap Hana dalam hatinya mencoba melepaskan diri tapi tidak bisa.


"Aah! rasanya sudah tidak tahan lagi." batin Kevin lalu ingin menciumnya tiba tiba saja Alfian datang membuka pintu setirnya.


Kevin dan Hana terkejut melihat kedatangan seseorang membuat mereka terkejut.


"Maaf boss. Kenapa kalian lama sekali di dalam? kakiku sangat pegal berdiri terus didepan." ucap Alfian tanpa merasa bersalah.


"Syukurlah. Kak Alfian datang, kamu penyelamatku." batin Hana sangat lega.


"Dia bisa bisanya datang pada waktu yang tidak tepat." ucap Kevin kesal dalam hatinya menatap Alfian tajam.


"Saya permisi. Maaf mengganggu kalian." ucap Alfian membungkuk lalu pergi.


Hana memanfaatkan kesempatan disaat Kevin lengah karena Kevin sedang berbicara dengan Alfian.


"Maaf. Telah merepotkanmu." ucap Hana lalu duduk membenarkan penampilannya.


Kevin terdiam memperhatikan Hana yang sedang kesusahan untuk menyisir.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Hana merasa tidak nyaman Kevin melihatnya terus.


"Sini biar ku bantu." jawab Kevin mengambil sisir yang ada di tangan Hana.


"Kamu tenang saja. Ini sangat mudah, jadi tidak merepotkanku." ucap Kevin tersenyum.


"Dia sangat aneh. Kadang baik kadang juga ngeselin apa ini hanya pura pura." ucap Hana melihat Kevin.


"Sekarang kamu menghadap kesana." ucap Kevin kemudian Hana menuruti nya.


Kevin menyisiri rambut Hana dengan pelan sembari mengusap nya.


"Rambutmu bagus juga." ucap Kevin disela sela menyisir rambut Hana.


"Biasa aja sih!" ucap Hana agak canggung.


"Sudah selesai. Tinggal bagian depannya saja." ucap Kevin lalu membalikkan bahu Hana untuk menghadap ke wajah Kevin.


Kevin menyisiri rambut Hana sesekali mencuri pandang memandang wajah nya yang terlihat cantik di matanya.


Setelah selesai Kevin memasangkan jepitan mutiara disisi kanan kiri ke rambut Hana.


"Kamu dapat dari mana? perasaan aku tidak pernah mempunyai jepit rambut itu." tanya Hana.


"Jepitan ini udah lama didalam mobil. Dari pada tidak ada yang memakainya lebih baik untukmu." ucap Kevin memasangkan kembali ke rambut Hana.


"*S*udah lama bagaimana bisa? Apa ini milik pacarnya , tapi kenapa dia mau menikahiku walaupun hanya bukan pernikahan palsu." batin Hana melamun bertanya tanya.


"Ayo kita keluar." ajak Kevin membuyarkan lamunannya.


"Okey." jawab Hana mengangguk.


"Kita mau kemana?" tanya Hana mengamati sekitarnya.


"Menurutmu kita ada dimana?" jawab Kevin.


"Pantai Ancol. Waah! dari dulu aku pengen banget kesini tapi." ucap Hana memilih tidak melanjutkan ucapannya.


"Tapi apa?" ucap Kevin melihat Hana.


"Maksudku tapi tidak pernah kesampaian." jawab Hana berbohong.


Karena sebenarnya ia sedari dulu tidak pernah di ajak orang tuanya jalan jalan padahal ibunya sejak ia kecil sudah meninggal jadi ayah nya menikah lagi jadi dengan wanita lain yang sama sekali tidak mengurus nya malah menjadikannya pembantu dan ayah nya selalu sibuk dengan pekerjaannya, kemudian ibu tiri nya selalu menfitnah Hana sehingga sehingga Ayah nya lebih percaya sama istri barunya dibanding anak kandungnya.


"Ayo masuk." ajak Kevin merangkul bahu Hana.


"Dimana kak Al? Dari tadi tidak terlihat." tanya Hana celingukan.


"Nggak tau." ucap Kevin acuh.


#FLASHBACK


Kevin mengirim pesan ke Alfian.


Kevin ~>> ( Kamu jangan ikut masuk. Aku ingin hanya ada aku dan Hana berdua saja, tanpa ada orang lain.) isi pesan yang dikirimkan oleh Kevin kepada Alfian.


Alfian ~>> ( Baik boss) balas Alfian dengan Emoji kesal.


Kevin ~>> ( Oke. Nanti ada bonus buat kamu) balas Kevin didalam aplikasi hijau.


#FLASHBACK


"Kita masuk. Jangan pikirkan Al? mungkin dia ada urusan penting." ajak Kevin merangkul bahu Hana





Bersambung...