
"Kita pulang yuk!" ajak Hana.
Tapi Kevin tidak mau pulang ia mengajak Hana masuk di sebuah toko perhiasan.
"Kenapa kita kesini. Pulang aja yuk! aku sudah ngantuk nih!" tanya Hana.
Mereka sudah berada di dalam toko perhiasan yang ada di sana didalamnya terdapat berbagai jenis perhiasan yang menawan dipandang mata.
Hana memang suka memakai perhiasan tapi hanya sekedar aksesoris saja untuk pelengkap style yang ia kenakan.
"Tunggu sebentar. Kamu mau pilih yang mana?" tanya Kevin menarik tangan Hana agar lebih dekat dengannya.
"Aku nggak mau. Kita pulang saja yuk!" jawab Hana pelan ia mendapat tatapan tajam dari Kevin.
Hana akhirnya berpura pura memilih perhiasan ia sebenarnya sudah sangat ngantuk tapi mau bagaimana lagi semua keinginan Kevin tak bisa di batah olehnya nanti Hana mendapat hukuman dari Kevin.
Karena terlalu lama Kevin memilihkan sebuah kalung berlian biru yang cantik ada di tengahnya dengan dikelilingi oleh puluhan berlian berwarna putih.
Sesuai dengan warna kesukaan Kevin ia memberikan kepada Hana dengan memakaikan kalung di lehernya, kalau suka menonton film titanic pasti tau yah yang di pakai sama Rose.
"Eeeh! My Prince? apa yang kamu lakukan." tanya Hana ia sampai terkejut dibuatnya karena kalung yang dipakaikan oleh Kevin sangatlah indah.
"Very Beautiful. Sir, I choose this one." ucap Kevin pada Hana.
Beralih berbicara ke pelayan toko perhiasan tersebut ia melepaskan kembali kalung yang ia pakaikan pada Hana juga memberikan Black Card pada pelayan tersebut.
"Apa ini tidak berlebihan. Mahal banget lho! Aku kasih ke Mama Sinta aja yah!" ucap Hana sebenarnya sangat menyukainya tapi menurutnya Kevin terlalu berlebihan.
Harganya Lebih dari dua ratusan miliar sangat fantastis namanya juga sultan uang segitu tidak ada apa apanya.
"Kamu mau apa lagi?" tanya Hana pada Kevin ia menyuruh Hana untuk memilihkan kalung untuk Mamanya.
Kevin ingin tau selera Hana sama dengan seleranya atau bukan.
"Bagaimana menurutmu. Kamu pilihkan satu untuk Mama?" ucap Kevin ia diberi dua pilihan oleh pelayan toko mas tersebut.
"Sepertinya yang ini cocok buat Mama?" ucap Hana langsung menjatuhkan pilihannya.
Kalung berbentuk hati dengan berwarna merah-ungu hampir sama dengan punya Hana bedanya berlian yang mengelilingi berbentuk persegi panjang di bagian ujungnya terlihat lebih runcing.
"Wow. Ternyata selera istriku ini sama denganku." ucap Kevin.
"Pastinya. Kita kan sehati." ucap Hana tersenyum melihat suaminya.
Kevin segera membayarnya ia menyerahkan Black Card nya kembali ke kasir dan mengurus surat suratnya.
Setelah itu mengajak Hana pulang ke hotel tempat mereka menginap.
Dijalan menuju ke lift mereka berpapasan dengan Fadly dan Sinta yang baru keluar dari lift.
"Kalian dari mana saja. Kita cari cari cari juga, ternyata mereka jalan jalan nggak ngajak ngajak kita sayang." tanya Fadly pada Hana dan Kevin beralih berbicara dengan Sinta.
"Maaf Mah. Pah? tadi perginya terlalu buru buru, jadi lupa deh buat ajak
" jawab Hana dengan senyum yang tak enak hati.
Kevin mengajak Sinta dan Fadly kembali ke kamarnya.
"Masuk dulu Mah. Pah? Kevin ada kejutan buat kalian." ajak Kevin kemudian menutup pintunya agar tidak ada orang yang melihatnya.
Sampai terkejut ternyata didalamnya sebuah perhiasan kalung yang indah disaat Sinta membukanya.
Sedangkan Fadly sama halnya reaksi Sinta ia mendapat hadiah sebuah jam tangan yang sangat bermerk pastinya.
Di dalamnya terdapat fitur untuk melihat fase bulan menambah kesan mewahnya.
Mereka senang bukan karena harganya tapi ini pertama kali Kevin memberikan hadiah kepada mereka dari dulu anak angkatnya memang yang menjadi prioritas adalah bekerja dan bekerja jadi tidak ada waktu bersama keluarga maupun hanya sekedar berkumpul dengan sahabat.
"Wah! tumben banget anak Mama romantis sama ibunya. Biasanya Hana dia itu sangat pelit, tidak pernah memberikan kami hadiah." ucap Sinta tersenyum menatap suaminya.
"Ini hadiah annyversary pernikahan kita yang paling indah Sayang." ucap Sinta pada Fadly.
"Benar juga. Tapi Hana, apa kamu tidak membelikan untuknya." tanya Fadly pada Kevin.
"Ada pah? tapi belum Hana pakai." jawab Hana melirik ke arah Kevin.
Kevin mengambil kotak berisi kalung lalu ia membukan nya lalu ia melingkarkan di leher Hana dari belakang.
"Nah! itu baru romantis." ucap Fadly melirik ke Sinta ia juga memakaikan kalung juga ke leher istrinya.
Nggak mau kalah dong sama anak dan menantunya sedari dulu Fadly memang tidak terlalu romantis dengan Sinta tapi ia berusaha agar membuat hati istrinya bahagia walaupun Sinta tak bisa mempunyai anak tapi memiliki Kevin sebagai anak angkatnya mereka sudah merasa senang.
*****
Pagi Harinya mereka bersiap siap untuk jalan jalan keliling wisata Dubai.
Mulai dari makan di dalam Burj Khalifa, Dubai Safari Park, Dubai Miracle Garden, sore harinya mereka ke Dubai Creek untuk menyusuri sungai dengan naik Abra yang disuguhkan pemandangan kota Dubai yang sangat menakjubkan.
Malam harinya mereka mengunjungi Dubai Akuarium & Underwater Zoo.
Merupakan salah satu Akuarium terbesar di dunia yang berada di lantai dasar the Dubai Mall.
"Apa kamu nggak lelah?" tanya Kevin melihat wajah Hana yang terlihat tidak lelah sama sekali ia malah sangat senang.
"Nggak. Ini sangat menyenangkan, eeh! dimana Mama sama Papa." ucap Hana ia menoleh ke sana kemari tak ada mertuanya.
"Masih ada di hotel. Sebentar lagi mereka nyusul, katanya masih ada urusan, biasa suami istri." ucap Kevin pelan.
"Kita kesana yuk! Selfie. Boleh Nggak sih!" tanya Hana bingung.
"Boleh tapi tidak berlebihan. Sewajarnya saja." jawab Kevin menggandeng tangan Hana.
Tak lama kemudian Sinta dan Fadly datang mereka mencari keberadaan Hana dan Kevin.
"Dimana mereka. Kamu sih kelamaan mandinya." tanya Fadly melirik ke Sinta.
"Kenapa jadi nyalahin Mama?" jawab Sinta.
Dari kejauhan akhirnya mereka menemukan Hana segera menghampirinya
•
•
•
BERSAMBUNG