
Satu minggu kemudian
berhari hari Kevin seperti hidup sendiri lagi tidur sendirian, biasanya ada Hana yang bisa dipeluk ibaratkan bantal guling nya.
"BABY. Kamu pasti marah sama aku, buktinya sampai sekarang tidak ada kabar darimu, semua ini hanya salah faham, setelah urusanku disini selesai aku akan menyusulmu kesana, mencarimu dimanapun berada, di lubang semut pun ku cari, ehh? tapi memangnya tubuhku muat masuk kesana, aneh- aneh saja." gumam Kevin membayangkan waktu jadi artis dulu kata kata itu sering menjadi dialog.
"Siapa juga yang mengarangnya. Seperti tidak ada kata lain saja, nggak sekalian tuh! ke lubang buaya darat." gumam Kevin lagi ia menghibur dirinya sendiri.
Satu minggu bagaikan satu bulan buat Kevin rasanya lama sekali.
Tapi kalau soal makan Kevin tidak pernah telat. Karena perutnya sering merasa lapar, ia juga sering berolahraga agar nanti kalau ketemu Hana tubuhnya biar keliatan keren, terkadang setiap ada waktu luang baik itu malam, pagi, sore, siang hari pun ia lakukan seperti tak kenal lelah ia juga rutin berlatih bela diri.
"Sebaiknya aku berolahraga dulu." ucap Kevin mengganti baju untuk jogging padahal jam sudah menunjukan pukul dua belas malam.
Semua penjaga yang bertugas disana juga ikut berjogging untuk sekedar menemani Tuan rumahnya.
"Lelah sekali. Terima kasih pak? karena sudah menemani ku latihan, aku masuk dulu, good night? semuanya." ucap Kevin melambaikan tangan ke beberapa penjaga memasuki rumahnya.
"Pak? kasihan Tuan Kevin? beliau terlihat bahagia dari luar. Tapi tidak untuk hatinya." ucap salah satu penjaga di angguki yang lainnya juga merasakan hal yang sama.
Didalam kamar Kevin masih belum bisa memejamkan matanya, padahal sudah sangat mengantuk, tetapi didalam pikirannya hanyalah wajah istrinya yang selalu menghiburnya dikala ia ada masalah.
"Pusing sekali kepalaku. Mau tidur susah, rasanya tidak nyaman, BABY, My Prince mu ini kangen sama kamu." keluh Kevin kesal kemudian berteriak sendiri melemparkan bantal guling ke lantai.
*****
"BABY? ternyata itu cuma mimpi. Kenapa terlihat nyata, sudah pagi." ucap Kevin membuka tirai jendela kamarnya matanya sampai silau melihat sinar matahari ia berjalan ke balkon duduk sendirian suasana masih terasa sepi.
Biasanya Hana setiap kali Kevin bangun tidur selalu menyambutnya dengan senyuman manisnya. Semua terasa berbeda dan sepi.
"Semangat Kevin. Kamu pasti bisa, ingat ini hanya untuk sementara saja." ucap Kevin menyemangati dirinya sendiri ia sudah ada di dalam mobil bersiap untuk berangkat kerja.
》》》》Drettt Drettt Drettt ponsel Kevin bergetar.
"Lee? mau apa dia. Masih pagi juga." ucapnya lalu mengangkat panggilan dari Lee Tae Yeong.
[[~>>Kevin: Ada apa? aku mau berangkat kerja bisa nggak usah ganggu.]]
[[~>>Tae Yeong: Wait a minute. Jangan dimatikan.]]
[[~>>Kevin: Hmm. Cepat katakan, awas saja kalau bukan berita penting. ]]
[[~>>Tae Yeong: Aku sudah bertemu dengan Hana, dia ternyata baru pulang dari Jepang dan sekarang sudah di negara kelahirannya. ]]
Kevin terdiam berfikir sejenak ingin rasanya bertemu dengan istrinya.
[[~>>Tae Yeong: Wooooy! kau dengar aku tidak.]]
teriakanya membuat Kevin menjauhkan ponselnya dari telinganya.
[[~>>Kevin: Aku tidak tuli. Ucapanmu itu sangat jelas, mana mungkin tidak mendengarnya.]]
[[~>Tae Yeong: Santai Bro? sebenarnya aku tidak bertemu dengannya. Hanya melihat dari jauh saja.]]
[[~>>Kevin: Bisa tolong foto kan dia buat aku.]]
[[~>>Tae Yeong: Tunggu sebentar, itu foto terbaik yang aku ambil, jangan protes, aku tutup dulu, aku harus ke bandara setelah ini.]]
Setelah di buka hasil jepretan Lee Tae Yeong begitu buruk, ada yang fotonya terlalu jauh, ngeblur, miring, cuma ada yang benar itupun hanya satu.
"Jelek sekali hasil fotonya. Berantakan seperti orangnya, sebanyak ini cuma satu yang benar, emang dasar aneh, tunggu! bukannya ini rumah Mama dan Papa?" gerutu Kevin kesal menggeser foto yang dikirimkan oleh Lee Tae Yeong.
Tak lama kemudian ada notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya.
>(Foto Hana? anggap saja bonus dariku)<
isi pesan dari Lee Tae Yeong.
"Beraninya dia." ucap Kevin kesal setelah membuka pesan dari Lee Tae Yeong selfi bareng Hana dengan merangkul bahunya bahkan menempelkan pipinya.
*****
Korea ♡♡♡
"Tuan Kevin?" teriak Doni keras.
"My Prince?" panggilnya celingukan ketika mau memasuki mobil.
Ternyata asistennya cuma mengerjai nya saja karena melihat Hana melamun saat keluar dari rumah orang tua Kevin.
"Ada yang diam diam galau nih! Nona Hana pasti kangen sama Tuan Kevin?" ucap Doni ketika mau memasuki mobil.
Hana yang hampir saja terkena pintu mobil karena pandangannya entah kemana.
"Cepat masuk. Atau aku tinggal kamu." titah Hana diangguki Doni malah tersenyum melihat tapatapan tajam darinya.
"Dari kabar dari kak Yeong. Sekarang Tuan Kevin agak kurusan, berolah raga tak kenal waktu, kadang pagi, siang, sore, bahkan malam, apa tubuhnya tidak terlalu kecapekan, bukannya sehat malah sakit, benar begitu Nona?" ucap Doni melirik Hana yang diam terlihat raut wajah khawatir.
"Kevin kan paling malas olahraga. Dia pasti sekarang merasa kesepian, sama sepertiku, dunia ini seakan sepi, semua ini aku lakukan untuk membantumu, jangankan satu minggu, satu hari tak bertemu dengannya hati ini rasanya aneh, semoga semua masalah di keluarga kita cepat selesai, dan hidup bahagia bersama anak anak kita berdua kelak." ucap Hana dalam hatinya ia sampai tak mendengar Doni berbicara.
Raut wajah Hana yang tadinya khawatir berubah senyum-senyum sendiri sibuk dengan pikirannya.
"Itu Tuan Kevin bukan." ucap Doni membuyarkan pikiran Hana.
"Tapi bohong. Haa..Haa..Haa." ucap Doni tertawa.
"Gajimu tiga bulan ke depan. Aman nggak yah! atau aku potong saja, lumayan kan buat uang jajanku nanti." gumam Hana sembari memainkan ponselnya.
"Nona Hana pasti lapar. Kita mampir ke Cafe atau restoran dekat sini, menurut lokasi, sebentar lagi kita sampai." ajak Doni mengalihkan perhatian.
"Baiklah. Terserah kamu saja, yang paling penting makanannya enak, dan pedas pastinya." ucap Hana mengiyakan.
♡BERSAMBUNG♡