Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
94. Menari Bersama



Tak terasa dua bulan berlalu kini Hana sudah kembali beraktivitas seperti biasanya tanpa harus dilarang ini itu oleh Kevin karena ia tidak membiarkan Hana melakukan aktivitas yang berlebihan.


"BABY. Kamu dimana?" panggil Kevin yang baru saja bangun tidur tidak melihat Hana berada di sampingnya.


Biasanya setiap pagi Kevin selalu memeluk Hana seperti bantal guling dan tidak membiarkannya pergi sebelum keinginannya terwujud.


Meskipun Hana sendiri belum siap untuk menyerahkan mahkota berharganya pada Kevin.


Karena tidurnya terlalu pulas Kevin tidak menyadari kalau Hana sudah bangun terlebih dahulu darinya.


"BABY?" panggil Kevin ia sebelumya sudah mandi terlebih dahulu sebelum turun ke bawah mencari Hana.


"Apa Tuan sedang mencari Nona Hana?" tanya bik Yanti yang berada di belakang Kevin.


"Ehh! Ngagetin aja. Apa Bibi lihat dimana Hana?" tanya Kevin agak sedikit terkejut.


"Nona Hana ada di Dance Studio." jawab bik Yanti.


"Makasih bik?" tanya Kevin berlari untuk ke ruangan Dance Studio pribadi yang ada didalam rumahnya.


Bik Yanti hanya menggeleng geleng kan kepalanya melihat tingkah majikannya yang tidak bisa lepas dari Hana.


Sampai di sana Kevin melihat Hana yang sedang latihan dance begitu sexy ditambah lagi baju yang dikenakan Hana hanya sport bra dan celana pendek ketat berpadu rok sepadan dengan celananya.


Menambah kesan yang luar biasa di mata Kevin ia sampai tidak berkedip melihat Hana yang sangat lincah menari.


Disaat Hana memutar tubuhnya ia mendapati Kevin berada dibelakang sedang melihat ke arahnya.


Seketika Hana langsung berhenti menghampiri Kevin yang mematung disana.


"Kenapa berhenti. Kamu sangat sexy BABY?" ucap Kevin.


"Bagaimana kalau kita menari bersama?" ucap Hana menarik tangan Kevin.


Kevin memilih salsa dance awalnya ia kira Hana tidak bisa tapi malah sebaliknya.


Mereka mulai mengaitkan satu tangannya satu sama lain.


Hana dengan lincahnya mengimbangi kemana arah Kevin melangkah menggoyangkan pinggul dan kakinya.


Hana berputar sambil pinggulnya bergerak sesuai alunan musik meliukan tubuhnya bahkan melompat sambil menari sehingga menampilkan tarian yang sangat indah.


Posisi tangan Kevin memegang tangan kiri Hana kearah atas sedangkan yang satunya berada di pinggang Hana.


Kaki kanan Kevin sedikit tegak sedangkan kaki kirinya dicondongkan ke depan sebagai penyangga kaki kanan Hana yang menempel dibagian kaki kirinya dengan posisi ditekuk kebelakang.


Sedangkan wajah Hana mengarah ke belakang satu tangannya dilepas ke bawah tangan kirinya berada di atas dipegang oleh Kevin yang merangkulnya.


Diakhir tarian Kevin mencium leher Hana beralih ke atas wajah Hana.


Mereka berciuman dengan nafas yang masih terengah engah karena hampir setengah jam baru menyelesaikan tariannya.


Hana mendorong dada Kevin ia seperti kehabisan nafas akibat ulahnya.


"Kenapa dilepaskan. Kita belum selesai." ucap Kevin yang masih memeluk Hana dengan eratnya tak ada jarak diantara mereka wajahnya juga sangat dekat dengan Kevin.


"Capek. Kamu mau membunuhku." ucap Hana dengan nafas yang terengah engah ditambah lagi Kevin memeluknya erat.


Semakin susah Hana melepaskan diri dari Kevin ia merasa selalu dimanfaatkan olehnya setiap kali dikasih sedikit kesempatan.


"Maksudmu. Kurang apa? aku sudah menjadi istri yang baik." ucap Hana.


"Pintar banget istriku ini cari alasan. Seharusnya kamu tau apa yang aku inginkan selama ini." ucap Kevin.


"Nggak tau. Keinginan kamu apa?" tanya Hana pura pura tidak tau.


"Hmm, memilikimu seutuhnya. Selamanya hanya ada aku dan kamu." jawab Kevin.


Hana terlihat seperti sedang berfikir ia mau kalau Kevin tulus cinta sama Hana bukan karena alasan lain.


Sampai saat ini Kevin belum memberikan jawaban kenapa mau menikah dengannya.


"Oke. Aku tunggu kamu siap." ucap Kevin melepas pelukannya berganti memeluk dari belakang menempatkan kepalanya di bahu Hana.


"Kamu juga harus berikan aku alasan. Kenapa kamu mau menikah denganku?" ucap Hana.


"Siap. Besok aku berikan kamu jawaban, kamu juga harus berikan apa yang aku minta, Mama sama Papa ingin sekali punya cucu dari kita, kamu ingat kan apa kata mereka." ucap Kevin mengusap perut Hana beralih masuk ke dalam celana yang dipakai Hana.


"My Prince. Tanganmu ihh! nanti kalau tiba tiba ada yang masuk bagaimana?" ucap Hana menarik tangan Kevin karena sudah kemana mana arahnya membuat ia merasa geli.


"Biarin aja. Itu urusan mereka, bukan urusan kita." ucap Kevin membelai kaki Hana mulai dari bawah sampai ke atas.


Hana tak tahan lagi ia melepaskan diri dari Kevin dengan menarik tangan Kevin kemudian berlari.


"BABY. tunggu, kamu kok tinggalin aku sendiri." ucap Kevin mengejar Hana.


"Honey. Kenapa kamu joging didalam rumah, bukannya rumah ini luas, kamu bisa berlari sepuas mungkin." panggil Lee Tae Yeong entah dari mana munculnya mengejutkan Hana ia menoleh ke sumber suara.


"Kak Tae Yeong?" ucap Hana menghampirinya.


"Apa kamu tidak kangen sama aku. Dua bulan kita tak berjumpa." ucap Lee Tae Yeong merentangkan kedua tangannya mengarahkan Hana untuk memeluknya.


Hana berlari memeluk Lee Tae Yeong dengan erat sedangkan Kevin berada di belakang Hana melihat mereka berpelukan hatinya terasa panas.


Baru saja Kevin memeluk Hana ia melihat adegan seperti seorang kekasih saja yang sudah lama tak berjumpa bukan sebagai seorang kakak beradik.


Karena Lee Tae Yeong memang ada rasa buat Hana Kevin sebagai lelaki pasti tau perhatian yang diberikan Lee Tae Yeong untuk Hana layaknya seorang kekasih.


"Kenapa Kak Tae Yeong? kesini. Apa tidak ada pekerjaan?" tanya Hana.


"Hmm, Tidak ada. Apa kamu tidak suka aku datang kesini?" tanya Lee Tae Yeong.


"Suka. Pesananku mana?" tanya Hana melepaskan pelukannya.


"Ada. Ini sesuai pesananmu." ucap Lee Tae Yeong memberikan kepada Hana.


"Heem, Sudah lama kita tak jumpa. Datang datang memeluk istri orang." seru Kevin sedari tadi diam.


"My Prince. sorry, kamu mau lihat apa yang dibawa sama Kak Tae Yeong." ucap Hana ingin memperlihatkan pada Kevin tapi ia malah ditinggal pergi olehnya.





**BERSAMBUNG**